TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kasus Prostitusi, Siswi SMP Menjadi Mucikari

Bacaan 3 menit
Kasus Prostitusi, Siswi SMP Menjadi Mucikari

Fenomena kasus prostitusi di kalangan siswi SMP dan bahkan seorang siswi SMP itu sendiri yang menjadi mucikari-nya. Berikut ini ulasan fakta dan beritanya

kasus prostitusi

Kasus prostitusi marak di kalangan sisiwi SMP

Beberapa hari belakangan ini media digemparkan dengan berita tentang kasus prostitusi di kalangan siswi SMP dimana sisiwi SMP nya sendiri juga sudah menjadi mucikari. Dan paling ironis korban kasus prostitusi ini adalah kakak kandungnya sendiri. NA (15), sisiwi SMP sebuah sekolah swasta di Surabaya, Jawa Timur terpaksa harus berurusan dengan ranah hukum karena telah tertangkap tangan menjual 3 ABG di Hotel Fortuna, Surabaya, Minggu (9/6). Salah satu dari ketiga ABG tersebut adalah kakak kandungnya.

Dalam pengembangan penyelidikan kasus prostitusi tersebut, pihak berwajib menemukan ada 11 ABG yang sudah menjadi korban penjualan mucikari bawah umur ini. Fenomena apakah yang sedang terjadi di dalam masyarakat kita saat ini. Moral bangsa semakin amburadul. Akan dibawa kemanakah bangsa kita ini jika generasi penerus sudah rusak moralnya. Siapakah yang bertanggungjawab terhadap kasus prostitusi semacam ini.

Kita tentunya tidak dapat menyalahkan NA sepenuhnya. Coba kita tinjau latar belakang keluarga dan lingkungan tempat dia tumbuh dan berkembang. Kebanyakan permasalahan sosial seperti kasus prostitusi yang menimpa para remaja umumnya terjadi karena mereka merasa terlantar dan terabaikan di dalam lingkup keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Lingkungan sangat berperan penting terhadap perkembangan perilaku anak. Apalagi usia SMP adalah usia yang masih rentan dan labil dalam pencarian jati diri mereka. Mereka akan dengan mudah mencari jalan pintas tanpa berpikir panjang jauh ke depan.

Dalam keluarga, orangtua tentunya berperan sangat penting untuk mengawasi putra-putrinya secara intensif. Menjadikan mereka sebagai sahabat agar mereka tidak merasa takut ataupun segan untuk menceritakan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Keluarga seharusnya menjadi tempat sandaran utama dimana anak-anak merasa aman dan terlindungi. Sesibuk apapun orangtua sebaiknya tetap meluangkan waktu untuk memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap putra-putrinya agar mereka tidak terjerumus ke dalam kasus prostitusi yang sedang marak terjadi di kalangan para remaja.

Jangan pernah berpikir bahwa sekolah adalah tempat terbaik bagi anak untuk mendapatkan pendidikan sepenuhnya. Anak-anak hanya menghabiskan sepertiga waktunya di sekolah, selebihnya peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pengawasan mereka. Orangtua harus tahu pergaulan putra-putrinya untuk mencegah mereka terjerumus dalam hal-hal negatif semacam kasus prostitusi ini. Sebaiknya orangtua mengarahkan anak-anak mereka untuk melakukan kegiatan positif untuk mengembangkan dan mengasah bakat mereka agar mereka tidak punya waktu untuk terjerumus ke hal-hal negatif.

Tentunya kejadian yang menimpa NA ini bisa menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap putra-putrinya. Memperketat pengawasan bukan berarti tanpa memberikan kebebasan. Namun dalam artian memberikan kebebasan yang bertanggungjawab. Dan hal seperti ini sebaiknya telah dipupuk sejak dini dengan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan bahagia.

Bagi para orangtua yang gagal dalam menjalin biduk rumah-tangga, jangan berkecil hati. Hubungan yang tetap terjalin dengan baik antara pasangan suami-istri yang telah bercerai-pun masih tetap bisa memberikan pengawasan bersama walau tanpa hidup satu atap. Jika putra-putri berada di bawah pengasuhan Ibu, Ayah masih bisa tetap memberikan pengawasan walaupun sekedar melalui telpon. Begitu pula sebaliknya. Sehingga anak-anak masih tetap merasa dipedulikan oleh kedua orangtuanya.

 

Artikel terkait:

Kedisiplinan Anak Balita dan Sosialisasinya

 

Berita terkait:

Siswi SMP Jadi Mucikari Kakak Kandung-pun Jadi Korban

Siswi SMP Jadi Mucikari, DisDik Anggap Sekolah Lalai

 

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artkel ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia

 

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tyas

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kasus Prostitusi, Siswi SMP Menjadi Mucikari
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti