Dua anak balita jadi korban penusukan saat tidur, apa modusnya?

Dua anak balita jadi korban penusukan saat tidur, apa modusnya?

Peristiwa ini sungguh menyayat hati!

Baru-baru ini kasus pembunuhan anak kembali terjadi. Peristiwa pembunuhan brutal ini terjadi di Malaysia. Seorang pria telah membunuh dua anak yang sedang tertidur pulas, dan menyebabkan kedua anak itu tewas di tempat kejadian.

Kasus pembunuhan anak ini terjadi di Kampung Tengah, Jalan Kuala Sungai Yan, Kedah.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 11:45 malam ketika sang ibu Noorhasyelawati Yusoff, 37, mendengar pelaku memanggil suaminya yang kebetulan tidak berada di rumah pada waktu itu.

Tidak lama kemudian, kakak iparnya yang berada di rumah, Sobri Saad, 52 tahun pun membukakan pintu. Siapa sangka, ketika pintu dibuka, tersangka langsung melibaskan parang yang mengenai pipi kiki Sobri.

Beruntung Sobri berhasil menyelamatkan diri. Namun sayangnya, tanpa bisa dicegah tersangka langsung masuk ke dalam rumah dan mencoba menikam Noorhasyelawati.

“Dia mencoba menikam perut saya, tetapi nasib baik masih saya dapatkan karena mengenai tirai,” ujar Noorhasyelawati.

Seakan merasa tak puas, pelaku langsung masuk ke dalam kamar di mana anak-anak Noorhasyelawati masih tidur terlelap.

“Saya langsung lari pergi ke rumah kakak saya untuk minta pertolongan,” kata Noorhasyelawati.

Saat itu, pelaku langsung menghabiskan nyawa anak Noorhasyelawati. Bahkan, pelaku sempat mengatakan bahwa anak-anak sudah meninggal dan sudah bermandikan darah.

Adalah Nurul Hanim Idris, 5 tahun, dan adiknya Mohammad Hafiz, yang masih berusia  satu tahun, dua anak yang menjadi korban kebuasan tersangka.

Begitu Noorhasyelawati kembali ke rumah, ia telah melihat kedua anaknya telah terbujur kaku berlumuran darah.

“Aku berlari untuk melihat kondisi anak-anak, nyatanya mereka sudah kaku. Anak laki-laki saya dibunuh dengan cara ditusuk di bagian lehernya.”

“Saya tidak bisa mengangkatnya karena terlalu banyak darah di kasur,”

Perlakuan tersangka sangat kejam! Kedua korban ditemukan dalam kondisi yang sangat parah, dan keduanya memiliki luka yang sama di bagian kepala.

kasus pembunuhan anak

Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kedah, Asisten Komisaris Senior, Mior Faridalthrash Wahid, mengatakan hasil tes urin yang dilakukan terhadap tersangka 49 tahun menemukan bahwa dia positif menggunakan ganja.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti mengapa ia melakukan kasus pembunuhan anak ini. Saat ini tersangka sudah ditahan di kepolisian untuk dilakukan penyelidikan selama 7 hari berdasarkan Undang-Undang 302 KUHP.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kasus pembunuhan anak terjadi di dalam rumah?

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko serangan dari orang asing:

  • Kunci pintu rumah sepanjang waktu, bahkan pada siang hari
  • Simpan barang-barang berharga di tempat tersembunyi
  • Pastikan untuk membawa ponsel ketika bertemu tamu dan letakkan nomor telepon darurat di speed dial atau ‘panggilan cepat’
  • Pastikan tidak membuka kunci pintu jika Anda tidak mengenali siapa tamu yang datang.
  • Saat berbicara dengan orang asing, beri jarak antara tubuh Anda dan pintu untuk menghindari risiko diserang.
  • Tidak perlu menerima tamu saat sudah larut malam, karena risikonya lebih tinggi karena sulit bagi Anda untuk mendapatkan bantuan dari tetangga
  • Pastikan semua anggota keluarga tahu jalan keluar selain pintu utama, jika ada kejadian yang tidak diinginkan
  • Pastikan Anda tahu di mana posisi benda apa pun dapat digunakan sebagai senjata. Ingat, hanya Anda sebagai tuan rumah yang tahu di mana barang-barang rumah Anda berada.

Semoga kasus pembunuhan anak yang begitu tragis seperti ini bisa dicegah.

 

Disadur dari Beto Rahman artikel theAsianparent Malaysia

Baca juga:

"Aku sangat lelah. Maafkan aku…" ungkapan ayah yang membunuh keluarganya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner