4 Fakta Mengenai Mencukur Rambut Bayi yang Wajib Parents Perhatikan

Pada dasarnya, mencukur atau memotong rambut bayi menjadi pilihan orangtua yang disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Pertanyaan mengenai kapan mencukur rambut bayi boleh dilakukan menjadi salah satu problematika sejumlah orangtua. Pasalnya, ada begitu banyak pendapat terkait hal sederhana ini.

Apabila Parents pun memiliki pertanyaan serupa, berikut ini kami berikan penjelasan dan fakta tentang mencukur rambut bayi. Disimak, ya, Parents.

Fakta Mencukur Rambut Bayi

Sudah menjadi adat dan tradisi di Indonesia jika bayi baru lahir akan dipotong rambutnya untuk pertama kali. Nah, inilah beberapa fakta seputar mencukur atau memotong rambut bayi yang patut orangtua ketahui.

1. Kapan yang Tepat untuk Mencukur Rambut Bayi?

Bicara soal memotong rambut bayi, ada tradisi di Indonesia yang menganut kepercayaan bahwa memotong rambut bayi seharusnya dilakukan di hari ketujuh. Sementara itu, ada juga kepercayaan yang mengatakan bahwa memotong rambut bayi mestinya dilakukan di hari keempat puluh. Jadi, pendapat manakah yang benar?

Menurut laman IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, tidak ada waktu khusus yang mengharuskan bayi mengalami pemangkasan rambut untuk pertama kalinya. Bahkan, orangtua boleh memutuskan untuk mencukur rambut buah hatinya atau tidak sama sekali

Menurut dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K), seorang ahli perinatologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, rambut pertama bayi atau sering juga disebut dengan velus, akan rontok sendirinya pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Sehingga, tanpa dicukur pun, rambut buah hati akan rontok dengan sendirinya.

Artikel Terkait: Rambut anak rontok hebat, waspadai 4 gangguan kesehatan ini!

2. Tata Cara Memotong Rambut Anak

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Saat anak sudah beranjak besar, pastikan untuk memotong rambut mereka sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, jika rambut sudah terlampau panjang sehingga menghalangi pandangan dan membuat risih telinga, segeralah potong rambut mereka. 

Selain itu, orangtua mesti memastikan kenyamanan dan keamanan mereka saat sedang dicukur. Hibur dengan sesuatu yang mereka sukai atau ajak buah hati untuk mendiskusikan sesuatu agar mereka bisa tenang selama dicukur rambutnya.

Hindari tindakan yang memaksa si kecil untuk mencukur rambutnya. Alat-alat cukur yang tajam bisa membahayakan mereka ketika sedang proses memotong rambut. Hal terkait lainnya yang perlu diingat adalah menjaga kebersihan alat cukur agar anak senantiasa terjaga kesehatannya.

Artikel Terkait: 3 Cara agar Rambut Anak Tetap Wangi dan Segar Selama Ramadhan

3. Benarkah Memotong Rambut Anak akan Membuatnya Lebih Terlihat Tebal?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mengutip dari laman IDAI, rambut manusia memiliki tiga fase pertumbuhan, yakni:

  • Fase tumbuh
  • Fase istirahat
  • Serta, fase lepas

Nah, lantaran setiap helai rambut memiliki fase yang berbeda satu sama lain, sehingga selalu ada area di kepala bayi yang terlihat lebih lebat atau malah lebih lebih jarang rambutnya.

Memotong rambut bayi dengan tujuan untuk membuatnya menjadi tumbuh dengan lebih lebat tentu tidak memengaruhi kecepatan pertumbuhan bayi.

4. Hal Lebih Penting dari Memotong Rambut Bayi

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dibandingkan pusing memikirkan persoalan memotong rambut bayi, sebenarnya perihal merawatnya jauh memiliki peran yang lebih penting. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Parents lakukan untuk merawat rambut dan kulit kepala bayi:

  • Mencuci rambut bayi setiap dua hari sekali.
  • Menggunakan shampo bayi atau yang sesuai dengan kondisi kulit kepala bayi.
  • Tidak mencuci rambut bayi setiap hari karena bisa membuat kulit kepalanya kering dan mengikis lapisan lemak di kulit kepalanya.
  • Gunakan shampo hipoalergenik ketika bayi mengalami kondisi dermatitis seboroik.

Dermatitis seboroik adalah kondisi di mana bayi mengalami peradangan sehingga menyebabkan adanya produksi minyak berlebih di kulit kepala bayi. Kondisi ini bisa menyerang manusia di segala usia, tetapi ketika terjadi pada bayi, kondisi ini disebut juga dengan cradle cap.

Ciri dari dermatitis seboroik adalah kulit kepala yang tampak bersisik dan berkerak.  Jika kondisi ini terjadi dalam level yang rendah, Parents bisa menambahkan perawatan berupa mengoleskan baby oil atau krim bayi.

Akan tetapi, jika cradle cap terjadi cukup parah, Parents perlu membawa buah hati untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak agar mendapatkan perawatan secepatnya.

Artikel Terkait: Pemilihan Nutrisi Tepat Cegah Dermatitis Atopik pada Si Kecil

Demikianlah penjelasan tentang kapan mencukur rambut bayi. Semoga bermanfaat, ya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
Referensi: IDAI, Alodokter

Baca Juga:

Manfaat Mencukur Rambut Bayi

Agar Lebih Efisien, Inilah 8 Tips Menata Kamar untuk Bayi Kembar

40 Nama Bayi Laki-Laki yang Terinspirasi dari Hari Natal dan Penuh Sukacita

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

Rian Andini