TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Nekat Jual Ginjal untuk Beli iPhone, Remaja Ini Alami Keterbatasan Fisik

Bacaan 3 menit
Nekat Jual Ginjal untuk Beli iPhone, Remaja Ini Alami Keterbatasan Fisik

Kisah nyata ini dialami oleh Shangkun, seorang remaja asal negeri China.

Lelucon “jual ginjal untuk beli iPhone” kerap dilontarkan tiap kali Apple merilis series iPhone terbaru mereka ke pasaran. Lelucon ini jadi lazim karena harga produk Apple memang selalu dibanderol dengan nominal selangit.

Meski hanya lelucon, nyatanya ada orang yang nekat menjual ginjalnya demi memiliki iPhone. Padahal jual-beli organ tubuh adalah tindakan ilegal. Yang dilegalkan adalah donor organ, itupun dengan catatan dilarang menerima imbalan saat melakukan donor. Meski demikian, seorang remaja asal China ini dilaporkan menjual ginjalnya demi membeli iPhone. Bagaimana bisa?

Masih Berusia 17 Tahun

jual ginjal untuk beli iPhone

Kisah nyata ini dialami oleh Shangkun, seorang remaja asal negeri China. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2011 ketika remaja tersebut berusia 17 tahun. Keputusan menjual ginjal dilakukan demi mendapatkan iPad dan iPhone 4. Shangkun yang masih sangat muda mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Menurutnya, hidup dengan satu ginjal saja sudah cukup kala itu.

Shangkun tinggal bersama keluarganya di salah satu provinsi yang dikenal miskin di China. Kondisi ekonominya menjadi halangan utama ia tidak bisa membeli produk Apple. Alhasil, anak muda ini mencari jalan pintas lain untuk mendapatkan uang.

Keinginan Shangkun bersambut saat ada orang asing yang menawarkan uang dalam jumlah besar secara daring. Orang tersebut siap membayar 20.000 Yuan atau sekitar Rp 45 juta asalkan Shangkun bersedia menyerahkan satu ginjalnya. Setuju dengan tawaran tersebut, Shangkun lalu menjalani operasi secara ilegal. 

Baca juga: Hati-hati! Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Terpaksa Menjalani Cuci Darah

jual ginjal untuk beli iPhone

Operasi ilegal yang dijalani oleh remaja ini dilakukan di Provinsi Tengah Hunan. Adapun kedua orang tua Shangkun tidak tahu-menahu soal keputusan tersebut. Operasi ilegal tersebut berlangsung tanpa persetujuan orang tuanya.

Sebagaimana dilansir dari Fox News, tidak butuh waktu lama sampai Shangkun merasakan dampak keputusannya. Hanya berselang beberapa bulan setelah operasi, ia divonis mengalami infeksi dan berujung pada kegagalan organ. Alhasil, seumur hidup Shangkun wajib menjalani proses cuci darah.

Proses cuci darah terpaksa ia jalani sepanjang tahun, tapi kondisi Shangkun tidak jadi lebih baik. Begitu memprihatinkan kondisinya sampai-sampai ia tidak mampu lagi turun dari tempat tidur. Semuanya terjadi karena keputusan nekatnya tersebut.

China Xinhua, sebuah surat kabar di China lantas memberitakan proses penangkapan pelaku jual-beli organ tersebut. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pemimpin geng tersebut membayar seorang ahli bedah untuk melakukan operasi ilegal. Ahli bedah ini ternyata juga bekerja di sebuah rumah sakit militer di daerah yang sama. Total ada 9 tersangka yang dijebloskan ke penjara pada tahun 2012 karena terbukti melakukan perdagangan organ manusia.

Baca juga: Kenali penyebab dan gejala batu ginjal pada anak, Parents harus waspada!

Kondisi Korban Sekarang

jual ginjal untuk beli iPhone

Shangkun sebenarnya ditipu saat memutuskan untuk menjual ginjalnya. Ginjal miliknya tersebut ternyata dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi. Total yang dibayarkan oleh pembelinya adalah 150.000 Yuan atau sekitar Rp 335 juta. Dengan kata lain, Shangkun sebenarnya hanya menerima uang kurang dari 15% dari total penjualan tersebut.

Sepuluh tahun sudah berlalu sejak kejadian tersebut. Kondisi Shangkun saat ini masih sama, bahkan jauh lebih buruk. Ia sudah benar-benar tidak bisa berjalan lagi. Sepanjang waktu remaja yang kini telah tumbuh dewasa hanya bisa berbaring dan mengandalkan bantuan orang lain. 

Berkaca dari kisah pilu yang harus dialami pemuda ini, ada banyak pelajaran yang dapat dipetik. Salah satunya adalah belajar menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi ekonomi kita. Jangan sampai ada kisah jual ginjal untuk beli iPhone lainnya yang merenggut kesehatan bahkan masa depan kita ya, Parents.

 

Baca juga:

5 Fakta Tentang Operasi Transplantasi Ginjal yang Perlu Diketahui

Perhatikan 15 Gejala Penyakit Ginjal Pada Anak

Kanker Ginjal – Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Nekat Jual Ginjal untuk Beli iPhone, Remaja Ini Alami Keterbatasan Fisik
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti