Bocah 5 tahun meninggal setelah terkunci di dalam kantor orangtuanya

Bocah 5 tahun meninggal setelah terkunci di dalam kantor orangtuanya

Peristiwa tragis ini semakin menegaskan bahwa orangtua tidak boleh lalai demi keselamatan anaknya.

Siapa sangka, dalam kurun waktu yang sangat singkat dan diakibatkan kelalaian orangtua, seorang anak harus merenggang nyawa karena jatuh dari gedung.

“Waktu itu ia sedang tidur. Saya ingin membuatnya tidur lebih lama dan tidak tega untuk membangunkannya. Tidak terpikir bahwa kami tidak akan pernah melihatnya lagi …”

Berita ini sungguh menyedihkan. Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun tewas di Singapura setelah dia secara tidak sengaja terkurung di dalam kantor orangtuanya lantai 8, di 11 Woodlands Close.

Artikel terkait : Akibat kelalaian sang kakek, balita 2 tahun kehilangan nyawa, waspada Parents!

Kronologi tewasnya anak laki-laki berusia 5 tahun di Singapura

jatuh dari gedung

Anak 5 tahun harus meregang nyawan setelah kedua orangtuanya tak sengaja meninggalkannya di kantor seorang diri.

Tragedi itu terjadi pada 5 Januari 2019 sekitar jam 9 malam.

Menurut Shin Min Daily News, kejadian bermula ketika orangtua bocah itu menjalankan training di pusat pendidikan. Mereka membawa anak tersebut, dan kakak laki-lakinya ke kantor pada hari itu. Sebenarnya membawa anak ikut bekerja bukanlah hal pertama kali dilakukan, bahkan bisa dibilang telah rutin dilakukan oleh keluarga itu.

Ketika itu, anak lelaki yang menjadi korban, Soo Jia He, berusia 5 tahun telah tertidur ketika orangtuanya sedang menyelesaikan pekerjaannya.

Ketika tiba saatnya pulang, ayah bocah itu mematikan lampu dan keluarga tersebut akhirnya pulang ke rumah dengan kakak laki-lakinya. Meninggalkan anak itu tanpa sengaja terkunci di dalam kantor.

Hanya ketika sampai di tempat parkir rumah mereka, yang hanya berjarak 5 menit dari kantor, barulah mereka menyadari kebodohan mereka.

Mereka pun akhirnya bergegas kembali tetapi anak itu tidak ada. Hal yang membuat syok yaitu ketika mereka menemukan mayat putra mereka di lantai dasar.

Ketika itu mereka baru menyadari bahwa jendela kantor mereka ditemukan dalam kondisi terbuka. Rupanya, anak itu mencoba melarikan diri melalui jendela hingga jatuh dari atas gedung.

Bocah yang jatuh dari gedung ini pun dinyatakan meninggal oleh paramedis di tempat kejadian

jatuh dari gedung

Bocah 5 tahun itu panik karena merasa ditinggal oleh orangtuanya, lalu coba melarikan diri dari jendela.

Yang membuat tragis dan memilukan adalah korban pergi dalam kurun waktu sangat cepat. Di mana hanya dibiarkan sendirian selama kurang dari 10 menit.

“Rumah kami hanya berjarak lima menit jika menggunakan kendaraan dari kantor. Saya tidak percaya bahwa ketika bergegas kembali ke kantor, kami akan melihat tubuh putra kami terbaring di lantai dasar,” kata ibu yang berduka, Ms Hu, kepada Shin Min Daily News beberapa waktu lalu.

Dia merasa bahwa putranya panik melihat keluarganya tidak ada di ruangan, dan mencoba melarikan diri melalui jendela.

Saat ini polisi pun sedang menyelidiki tragedi tragis itu.

Pihak keluarga merasa sangat kehilangan dan menyesal

jatuh dari gedung

Pihak keluarga sangat bersedih dan menyesal dengan semua yang telah terjadi.

Bocah itu merupakan anak bungsu dalam keluarga. Dia memiliki kakak perempuan dan 2 kakak laki-laki.

Kakak laki-laki tertuanya mengungkapkan kepada media bahwa keluarga sangat menyayangi adik bungsunya. Dan hubungan ibu dan adik bungsunya sangat dekat.

“Mereka tidur berdampingan bersama setiap hari. Orangtua saya memperlakukan kita semua dengan adil, hanya saja saya pikir mereka lebih peduli padanya karena dia memang anak bungsu dan masih kecil.”

“Persitiwa ini membuat hati ibuku sangat hancur,” tambahnya lagi.

“Ini adalah kecelakaan tragis yang tak seorang pun bisa melihat sebelumnya,” ujar ayah bocah itu, Tuan Soo, yang mengungkapkan pada The Straits Times saat bangun tidur pada Minggu malam.

Orangtua yang patah hati dan sedang merasakan duka mendalam ini pun mengaku bahwa mereka tidak bisa tidur setelah kejadian itu. Mereka merasa sangat menyesal dengan segala kejadian yang menimpa anak bungsunya itu.

“Kami tidak tahu pasti bagaimana itu terjadi, tetapi semua itu tidak masalah sekarang, hasil akhirnya masih sama. Sama seperti itu, putra kami telah tiada. Bagaimana kami akan baik-baik saja lagi?”

theAsianparent ikut berduka dengan peristiwa ini. Semoga keluarga menemukan kekuatan untuk mengatasi kehilangan mereka.

Disadur daru artikel Jaya, theAsianparent Singapura

Baca juga:

Detik-detik seorang ibu korbankan nyawa agar anaknya selamat dari kebakaran

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner