TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya

Bacaan 4 menit
Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya

Seorang gadis bernama Sophia, menjadi korban internet trolls. Ibunya pun memiliki cara bijak dalam menyikapinya.

Parents tentu sudah mamahami bahwa sering kali internet khususnya sosial media bisa memberitakan atau menuliskan kicauan tentang sesuatu hal buruk. Terlebih mengingat adanya internet trolls, yang merasa dirinya berhak menjelek-jelakan orang lain,  berkomentar buruk tentang orang lain, bahkan tidak segan menyebar beritatidak benar.

Sayangnya kita pun tidak akan pernah tahu kapan waktunya sebuah pemberitaan yang ‘mengerikan’ yang disebarkan internet trolls akan muncul di internet. Tentunya, mereka akan muncul dengan menggunakan data yang disamarkan. Baru-baru internet trolls, menggunakan foto seorang gadis yang terlahir secara spesial bernama Sophia untuk ‘mempromosikan’ aborsi. Ibunya pun menanggapi dengan melakukan ‘perang’ melawan kicauan yang sarat dengan nada kebencian.

Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya

Weaver menilai, apapun pandangan orang lain terhadap dirinya atau putrinya, termasuk pandangan seseorang mengenai aborsi, tetap saja tidak tepat untuk menyindir hidup seorang gadis belia karena kondisi medisnya yang berbeda.

Putrinya, Sophia, memang terlahir dengan kondisi berbeda. Sophie mengalami ketidak sempurnaan pada wajah serta tangan dan kakinya. Gadis itu didiagnosis dengan sindrom Rett, gangguan otak yang secara permanen yang tentu saja memengaruhi tumbuh kembangnya.

Sophie memiliki keterbatasan dalam fungsi motorik dan berkomunikasi. Akibatnya, Sophia membutuhkan keluarganya untuk merawatnya dan menjaganya setiap saat.

“Sophia telah menjalani 22 operasi,” kata ibunya, Weaver, kepada CNN. “Dia punya selang makanan. Kantong kolostomi. Dia pun sering kali mengalami kejang dan tersedak karena kelainan dan sindrom Rett yang dia derita.”

Dikutip dari laman Alodokter.com, sindrom Rett merupakan kelainan genetika berupa gangguan neurologis dan gangguan perkembangan. Kondisi yang termasuk langka ini akan menyebabkan kecacatan parah pada mental dan fisik pengidapnya.

Sindrom Rett hampir selalu diderita oleh bayi perempuan. Sindrom ini terjadi akibat adanya mutasi genetik, namun penyebab mutasi tersebut masih belum bisa dipastikan.

internet trolls

Sebagai seorang aktivis perawatan kesehatan, Weaver mulai berbicara lebih banyak tentang kondisi Sophia, dan itu tidak lama sampai internet trolls menjadikan gadis kecil itu sebagai objek yang dipermalukan di media sosial.

“Orang-orang, mereka mencarimu dan ingin menyakitimu,” kata Weaver. “Di luar memang akan ada saja orang-orang yang memilih jalan untuk memastikan Anda melihat kekejaman mereka lakukan. Saya mendapati orang-orang yang menyuruh saya untuk membunuh anak saya, untuk melepaskan dari kesengsaraannya.”

Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya

Seorang memang bisa menyerang dan ingin didengar. Lebih menyedihkan lagi, mereka bahkan menyebarkan foto Sophia yang dilengkapi dengan keterangan yang mendukung untuk melakukan aborsi paksa. Bahkan internet trolls ini tidak segan untuk memberitahukan Weaver dan mengiriminya pesan secara langsung di Twitter.

“Saya memblokirnya. Saya hanya berharap itu hilang, “kata Weaver. “Tapi itu tidak pernah dihapus. Akun itu tetap ada.” ujar Weaver lagi. Ia pun mengklaim bahwa Twitter sempat mengiriminya pesan yang mengatakan bahwa pos itu tidak melanggar kebijakan mereka.

internet trolls

Sophia memiliki dua saudara yang begitu menyayanginya

Waktu berlalu, tetapi tweet yang menjadikan putrinya sebagai objek yang dipermalukan terus saja ada. Termasuk dengan jejak digital yang tidak akan pernah hilang. Akun twitter tersebut masih saja aktif.

“Internet trolls itu bahkan menyebutkan nama saya dan menjangkau pengikut saya di Twitter,” kata Weaver.

Menghadapi internet trolls

Tweet asli dengan foto Sophia yang melekat padanya terus menghantui Weaver. Weaver pun akhirnya meminta orang-orang, para followernya untuk melaporkan dan bahkan menceritakan kisahnya ke stasiun berita lokal. Ia berharap langkah tersebut bisa memberikan tekanan atau menggerakan Twitter untuk menghilangkan akun tersebut.

Setelah sekitar satu minggu, Weaver selalu berusaha melakukan perlawanan, dia akhirnya menerima pesan lain dari Twitter. Twitter pun mengajukan permohonan maaf, dan mereka menghapus kicauan yang menyerang Weafer dan Sophia, dan mereka menangguhkan akun Twitter internet trolls tersebut.

internet trolls

Puas dengan hasilnya, Weaver mulai berbicara tentang cara Twitter meninjau konten semacam itu. “Sepertinya Twitter memang perlu menambahkan penyandang cacat sebagai kategori dalam pelaporan pelanggaran mereka,” katanya.

“Kalau tidak, orang-orang tidak tahu kategori yang tepat untuk memilih tindakan yang menyerang atau kicauan  bernada kebencian terhadap penyandang cacat.”

Seorang juru bicara perusahaan menunjukkan kepada CNN platform ‘kebijakan perilaku kebencian’.

Ia mengatakan, “Anda tidak boleh mempromosikan kekerasan terhadap atau menyerang secara langsung atau mengancam orang lain atas dasar ras, etnis, asal kebangsaan, orientasi seksual, gender, identitas gender , afiliasi agama, usia, cacat, atau penyakit.” Semua pertimbangan ini diperhitungkan ketika meninjau pelanggaran yang dilaporkan dari aturan Twitter,” kata juru bicara itu.

Apa yang dilakukan Weaver untuk membela dan putrinya, Sophia memang perlu diapresiasi. Dari sini Parents pun bisa belajar bagaimana harus berisikap ataupun merepon segala kicauan yang ada di Twitter ataupun di sosial media lainnya.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Biar bagaimana pun, apa yang Parents lihat dan baca, perlu ditelaah lebih dalam lagi. Jangan sampai Parents ‘termakan’ dan terhasut dengan apa yang disebarkan oleh Internet Trolls.

Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya

 

 

Sumber : Bored Panda

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Foto anak ini digunakan untuk promosikan aborsi, sang ibu punya cara tersendiri menghadapinya
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti