Ibu Menyusui Patut Bangga Lho

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kebahagiaan sepenuhnya menjadi seorang Ibu menyusui dengan kedekatan intens kepada bayi. Berikut ini kisah seputar ibu menyusui

ibu menyusui Dalam sebuah Closing Party fashion week yang berlangsung di Jakarta, seorang teman yang baru saja melahirkan sempat membuat kami semua tertawa. “Tahu nggak, tadi gue ‘rame’ sama mertua…habis…air asi gue yang cuman sedikit masak dicampur sama air, takut cucunya nggak kenyang…” katanya sambil tertawa geli.

Pembicaraan semacam ini kini sudah menjadi obrolan casual di antara para ibu menyusui. Saya yang terakhir melahirkan 6 tahun lalu juga sering ikutan nimbrung. Maklum buat saya, menyusui bayi adalah pengalaman terindah…dan ternikmat yang pernah dialami seumur hidup. Masih ingat rasanya bagaimana senangnya menjadi ibu menyusui, melihat si bayi menyedot dengan lahap, sambil tangannya menggenggam jari saya. Sumpah kalau disuruh mengulang lagi, rasanya saya mau. Sayangnya usia sudah kepala 4, dan dokter bilang tak boleh melahirkan lagi (itu juga karena saya sebenarnya sudah punya 4 anak hehehe) Saya juga ikut senang waktu keponakan yang baru lahir, langsung menyusu dan kompak mengikuti IMD (Iniasi Menyusui Dini).

Istilah ini baru saya tahu ketika menengok teman yang baru melahirkan. Jaman saya menyusui dulu belum ada istilah ini, tapi sekarang saya jadi ikut-ikutan bangga kalau bisa bertanya…”gimana IMD-nya? Sukses nggak?”, kepada teman atau saudara yang baru melahirkan. Di kantor acara antar mengantar ASI yang baru diperah untuk disimpan di kulkas dapur uji sering jadi momen istimewa buat saya. Senang dan bangga rasanya melihat para ibu menyusui sekarang sibuk memerah susu, menyimpannya dalam botol susu, bahkan ke mana-mana membawa cooler mini seperti mau piknik saja.

Mungkin karena itu, artikel meningkatkan kualitas ASI yang ditulis di www.perempuan.com lumayan menginspirasi. Berikut artikelnya: Ibu menyusui sebaiknya tidak mengabaikan atau mengurangi waktu makan, yaitu 3 kali dalam sehari, karena hal ini sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Lebih baik Ibu menyusui mengkonsumsi buah atau roti dibandingkan tidak mengkonsumsi makanan sama sekali. Selain itu, Ibu menyusui juga sebaiknya mengkonsumsi selingan yang kaya gizi, seperti gado-gado, asinan buah, sayur, jus buah, bubur kacang hijau, dan lain sebagainya. Untuk menjaga produksi ASI, Ibu yang menyusui membutuhkan zat gizi yang kaya dan seimbang, makanan yang bervariasi, konsumsi air yang cukup (2 liter setiap hari), dan juga zat gizi esensial (protein, vitamin A, vitamin C, kalsium).

Selain itu, kebutuhan akan zat besi dan vitamin lainnya meningkat. apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh Ibu menyusui, coba buka saja artikel selengkapnya di sini:

 

Artikel Terkait: Anda Dilarang Menyusui Jika…

 

 

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artikel mengenai  gbangga menjadi ibu menyusui ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia

 





Bayi Bayi baru lahir