TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayi terinfeksi Herpes dari ibu yang sering mencium bibirnya, kenali tanda-tandanya!

Bacaan 5 menit
Bayi terinfeksi Herpes dari ibu yang sering mencium bibirnya, kenali tanda-tandanya!

Niatnya ingin menunjukkan kasih sayang, tetapi apesnya malah menyebarkan penyakit.

Sering mencium buah hati Anda di bibir? Hati-hati, jangan sampai ciuman maut Anda menularkan herpes pada anak.

Di Cina, seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan segera dilarikan ke klinik setempat karena tubuhnya dipenuhi luka seperti melepuh. Dokter Zhu Haiqiao yang memeriksa sang bocah akhirnya merujuknya ke Rumah Sakit Rakyat Provinsi Zheijang di Hangzhou, ibukota provinsi Zhejiang Cina Timur.

Menurut sang dokter, bayi ini juga mengalami demam tinggi karena infeksi yang tidak diobati selama berhari-hari. “Tubuh dan wajah bayi tiga bulan ini memerah serta dipenuhi luka,” ujar dokter Zhu.

Ciuman ibu menularkan herpes pada anak

herpes pada anak 3

Awalnya dokter mengira bahwa sang bayi memiliki kondisi kulit yang wajar dialami oleh bayi baru lahir. Namun berdasarkan diagnosis berikutnya, dokter memutuskan bahwa bayi tersebut mengalami infeksi virus herpes simpleks 1 atau HSV 1.

Dokter Zhu meyakini bocah laki-laki ini tertular virus dari ibunya yang sering mencium bibir sang anak. Tanpa disadari, ciuman tanda sayang ini malah menularkan herpes pada anak.

Bahaya infeksi virus herpes ini pada bayi adalah septikemia (keracunan darah akibat adanya bakteri dalam jumlah besar yang masuk dalam aliran darah) dan juga kerusakan organ. Dokter Zhu mengatakan beberapa kasus herpes terbukti cukup fatal.

Untungnya, pihak rumah sakit bisa segera menangani kondisi sang bayi tepat waktu. Menurut laporan, bocah tersebut sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit.

Bagaimana herpes pada anak menyebar?

herpes pada anak 4

Sumber: Dentalresource.

Artikel terkait: Kenali Herpes Simplex (HSV) Serta Risikonya pada Pasangan dan Anak

Herpes sangatlah menular. Virus ini dapat menyebar melalui air liur, sentuhan kulit, atau dengan menyentuh benda yang sudah dipegang oleh seseorang yang terinfeksi virus herpes.

Ketika seorang anak tertular herpes pertama kali, luka melepuh akan menyebar mulai dari luar bibir hingga ke dalam mulut dan gusi. Ia mungkin juga akan mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rewel, dan meneteskan air liur. 

Terkadang, gejala yang muncul begitu ringan sehingga luput dari perhatian orangtua.

Parents, berikut hal-hal yang harus Anda waspadai:

  • Virus herpes dapat menyebar ke mata yang akhirnya menyebabkan HSV keratitis (sebuah infeksi di kornea mata di mana muncul bentuk kubah di area kornea yang berwarna). Infeksi HSV keratitis sebenarnya bisa sembuh tanpa merusak mata, namun jika infeksi lebih berat dapat menyebabkan jaringan parut di kornea mata bahkan kebutaan. HSV keratitits merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.
  • Virus herpes sangat berbahaya pada bayi di bawah usia 6 bulan. Sistem kekebalan tubuh bayi di bawah enam bulan masih belum berkembang dengan baik. Oleh sebab itu, orangtua maupun kerabat yang memiliki virus herpes harus sangat berhati-hati untuk tidak mencium bayi.
  • Tanda-tanda bayi mungkin telah terinfeksi virus herpes adalah demam dengan derajat rendah dan munculnya luka-luka lepuhan kecil. Gejala ini dapat terjadi mulai dari 2 hingga 12 hari setelah terpapar virus HSV. Jika Parents khawatir anak tertular herpes, segera hubungi dokter anak.

Apa yang bisa orangtua lakukan?

herpes pada anak

 

Cegah penyebarannya

 

 

  • Usahakan agar anak tidak menggaruk atau menyentuh luka melepuh agar virus tidak semakin menyebar ke bagian lain tubuh seperti jari-jari tangan dan mata.
  • Ajak anak cuci tangan secara berkala. Bersihkan mainan yang sering digunakan anak agar virus tidak menempel.
  • Selama menderita herpes, jangan biarkan anak berbagi gelas, piring, sendok, handuk, pasta gigi, dan barang-barang lain untuk menghindari penyebaran infeksi melalui air liur. Cuci barang-barang yang digunakan anak dengan air panas.
  • Sebaiknya anak tetap tinggal di rumah untuk menghindari kemungkinan ia menyebarkan virus herpes ini pada yang lain.

Meringankan rasa tak nyaman

  • Gunakan kompres es atau kompres air hangat untuk membantu meringankan rasa perih pada luka melepuh di kulit anak.
  • Bila anak sudah bisa minum minuman dingin, berikan smoothies buah yang dibekukan untuk membuat bibirnya merasa nyaman sekaligus mengurangi dehidrasi.
  • Hindari pemberian makanan yang asam (jeruk, tomat, dll) selama masa infeksi herpes karena dapat mengiritasi luka melepuh.
  • Bila anak mengeluhkan lukanya terasa sakit atau bahkan menolak makan dan minum karena nyeri di mulut, tanyakan pada dokter anak tentang kemungkinan pemberian obat pereda nyeri. Dokter anak mungkin juga akan menyarankan krim atau losion untuk mengurangi gejala herpes.

Hindari pemicu

  • Iritasi kulit juga bisa terjadi selama anak terinfeksi herpes. Pastikan anak selalu mengenakan losion dan lip balm yang mengandung tabir surya sebelum pergi ke luar ruangan.
  • Pastikan anak cukup tidur, aktif bergerak/berolahraga, dan makan makanan dengan gizi seimbang.
  • Bantu anak mengatasi stres yang dapat membuat infeksi herpes semakin parah.

Kapan harus ke dokter saat terjadi penularan herpes pada anak?

herpes pada anak

 

  • Saat anak pertama kali terinfeksi herpes
  • Jika bayi baru lahir memiliki ruam atau luka melepuh disertai demam
  • Jika muncul ruam atau luka melepuh di sekitar mata anak
  • Jika anak sakit kepala dikombinasikan dengan kebingungan, kejang, atau bahkan demam selama wabah herpes
  • Jika herpes anak tidak sembuh dengan sendirinya antara 7 – 10 hari
  • Jika kulit di sekitar area yang terkenal herpes menjadi memerah, bengkak, atau terasa panas ketika disentuh
  • Jika herpes pada anak sering sekali kambuh

Semoga informasi ini membantu. Mulai sekarang, hindari untuk mencium area bibir anak jika kondisi anak atau Anda sendiri sedang kurang fit.

 

Referensi: Mirror, Healthy Children

Baca juga: 

Peringatan Seorang Ibu: Jangan Biarkan Bayi dicium Sembarangan Oleh Tamu

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bayi terinfeksi Herpes dari ibu yang sering mencium bibirnya, kenali tanda-tandanya!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti