Riset Gaya Belajar Favorit Anak Indonesia, 85,3% Senang Belajar Lewat Game

Sambil mengumpulkan skor, saat itulah kemampuan anak belajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika meningkat.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setiap anak memiliki keunikan tersendiri, termasuk dalam hal belajar. Ada yang senang belajar dengan mendengarkan, visual melalui gambar, atau kinestetik alias banyak bergerak. Belum lama, sebuah riset menarik tentang gaya belajar favorit anak Indonesia terungkap.

Ada kalanya anak usia sekolah bosan belajar hanya dengan bermodalkan buku. Seiring perkembangan zaman, aplikasi digital berupa game diciptakan agar anak bisa lebih semangat belajar.

Gaya Belajar Favorit Anak Indonesia

Sebagai aplikasi digital yang berfokus pada pembelajar mandiri, belum lama ini Sekolah Enuma meluncurkan riset bertajuk Penggunaan Sekolah Enuma dalam  Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Indonesia.

Penelitian ini merupakan bagian dari program  Inclusive Business Solution (IBS) yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency  (KOICA), tim pelaksana LPPSDM Bina Putera Utama yang menggali tentang efektivitas  penggunaan aplikasi digital terhadap peningkatan hasil belajar pada tingkat pendidikan anak usia  dini (PAUD) dan sekolah dasar.

Hasilnya, belajar berbasis aplikasi menyenangkan berdampak signifikan terhadap motivasi anak untuk belajar. Riset menunjukkan terdapat kenaikan skor pengguna aplikasi Sekolah Enuma di bidang bahasa Indonesia sebesar 10%, matematika sebesar 8%, dan bahasa Inggris sebesar 7%.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Adapun riset melibatkan 18 sekolah di berbagai wilayah antara lain Bekasi, Deli Serdang, dan Magelang. Wilayah dalam kategori terpencil juga dilibatkan yaitu Ambon, Nagekeo di Nusa Tenggara Timur, dan Malinau di Kalimantan Utara.

Dilihat dari hasil riset, pelajar Sekolah Dasar di setiap wilayah itu memiliki minat berbeda. Malinau dan Deli Serdang misalnya, siswa di sana memiliki minat besar dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Siswa SD di Deli Serdang sangat berminat belajar Matematika dengan peningkatan 13%. Berbeda dengan siswa awal di Malinau memiliki minat signifikan belajar Bahasa Inggris.

Menurut riset ini, terdapat beragam faktor yang memengaruhi peningkatan hasil belajar. Yaitu kemudahan menggunakan aplikasi, akses jaringan, ketersediaan gawai, bisa menggunakan secara mandiri, kecepatan aplikasi, konten yang menantang dan kreatif, dan tentunya merangsang anak belajar.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel Terkait: Cara Belajar Membaca dengan Metode Phonic, Lebih Mudah dan Menyenangkan

Siswa di Indonesia Senang Belajar Sambil Bermain

Pertama kali dirintis di Berkeley, California pada tahun 2012, Sekolah Enuma sejauh ini telah diunduh lebih dari 10 juta kali oleh sejumlah pengguna di berbagai negara.

Setidaknya ada lima produk pembelajaran lain yang dihadirkan oleh Enuma. Lima platform yang unggul yakni Todo Math, Todo English, Todo Korean, Enuma Geulbang, dan Kitkit School.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di dalam aplikasi ini anak akan dihadapkan pada metode belajar berbasis game. Ada misi yang harus dituntaskan dan ketika selesai, anak akan meraih skor. Skor inilah yang menjadi motivasi siswa untuk belajar.

“Ini adalah upaya kita dalam rangka melakukan transformasi pembelajaran yang  berpihak kepada anak. Tokoh utama di dunia pendidikan adalah anak-anak. Dengan hadirnya Sekolah Enuma menjadi salah satu ruang bagi kita untuk memberikan layanan kepada anak.

Mereka bisa belajar karena mereka senang, cinta, dan menikmati belajarnya. Berdasarkan hasil penelitian yayasan LPPSDM Bina Putera, Sekolah Enuma berdampak positif  terhadap kemajuan literasi dan numerasi anak.” ujar pembina LPPSDM Bina Putera Utama sekaligus Kepala Pusat Kurikulum dan  Pembelajaran Kemendikbudristek Drs. Zulfikri Anas, M.Ed.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Terbukti, siswa Sekolah Dasar menikmati belajar dengan metode berbasis game ini. Sebanyak 85,3% siswa merasa tak hanya bermain, mereka merasa tertantang dengan konten yang disajikan di Enuma.

Kendati harus mengandalkan gadget, sejauh ini belum ada kecenderungan ketergantungan anak pada gadget. Wajar karena belajar sambil bermain ini mayoritas hanya 2x dalam seminggu. Sisanya, guru masih menggunakan metode belajar tradisional.

Baca juga: 

11 Cara Belajar Berhitung PAUD TK yang Sederhana dan Asyik

13 Cara Belajar Anti Bosan ala Jerome Polin, Bisa Diterapkan ke Si Kecil

10 Cara Belajar Efektif Jelang Ujian yang Bisa Parents Terapkan Kepada Anak

 

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan