Penelitian: Dukungan pada Ibu Menyusui Membantu ASI Eksklusif Menjadi Lebih Efektif

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sebuah studi terbaru menyatakan, bahwa dukungan pada ibu menyusui bisa membantu proses ASI Ekslusif menjadi lebih efektif bagi ibu dan bayi.

Dukungan pada ibu menyusui bisa membantu mereka memberikan ASI eksklusif lebih lama pada bayi. Dukungan ini juga bisa membuat nutrisi bayi terjaga dengan hanya memberikan ASI sebagai asupan untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Mengacu pada laporan yang ditulis laman Foxnews, penelitian ini dilakukan oleh beberapa peneliti yang menjadi bagian dari International Cochrane Network of Researcher. Mereka menganalisa bukti-bukti dari topik kesehatan seputar menyusui.

Mereka meninjau kembali bukti-bukti terkait ASI dan menyusui, hasil tinjauan ini diterbitkan pada Perpustakaan Cochrane.

Untuk peninjauan ini, para peneliti menganalisa 73 studi yang membandingkan para ibu penerima dukungan ASI dengan para ibu yang tidak menerima dukungan ASI dalam bentuk apapun.

Secara keseluruhan, ada 75.000 ibu dan bayi yang menjadi objek analisa, kebanyakan dari mereka berasal dari negara-negara yang memiliki pendapatan perkapita tinggi atau kalangan menengah.

Para ibu yang menerima dukungan mempunyai kecenderungan 8% lebih rendah untuk berhenti menyusui sebelum enam bulan, dibandingkan para ibu yang tidak menerima dukungan.

 

Dukungan yang diberikan pada ibu menyusui bisa berbentuk apa saja. Seperti pemberian keyakinan, pujian, informasi tentang ASI dan menyusui, serta kesempatan untuk mendiskusikan masalah menyusui dan bertanya soal ASI.

Alison McFadden, pemimpin dalam studi ini mengatakan, “Proses menyusui sangatlah penting, dukungan yang baik bagi ibu menyusui akan membantu mereka menyusui lebih lama dan eksklusif. Tentu saja hal ini akan membawa kebaikan bagi ibu dan bayi.

WHO sendiri merekomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian MPASI sambil terus disusui hingga bayi berusia dua tahun.

Peneliti juga mengungkapkan bahwa bayi yang menerima ASI cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi, kelebihan berat badan, dan terkena diabetes. “Bagi para ibu, menyusui bisa mengurangi tingkat risiko terkena kanker payudara, kanker rahim dan juga diabetes,” kata McFadden.

Para peneliti menyimpulkan, dukungan pada ibu menyusui, baik dari tenaga medis ahli, maupun dari orang di sekitar sang ibu, memberikan manfaat besar bagi ibu dan bayi. Mereka juga menemukan bahwa ada kemungkinan faktor tertentu yang membuat dukungan tersebut lebih bernilai bagi ibu dan bayi.

Dukungan pada ibu menyusui tidak harus dari pakar kesehatan atau tenaga profesional, dukungan tersebut bisa dari siapa saja. Yang paling penting, dukungan ini harus ditawarkan secara aktif, dan rutin agar para ibu tahu kapan mereka bisa mengharapkan dukungan ini.

McFadden juga menambahkan, dukungan ini akan lebih efektif jika diberikan secara langsung, saat bertatap muka. Dibandingkan diberikan melalui telepon atau obrolan di sosial media.

Mengingat pentingnya dukungan pada ibu menyusui ini, sudah sepatutnya sekarang kita berhenti berkompetisi mengenai perkembangan anak, dan siapa ibu yang terbaik.

Saling mendukung dalam proses kehamilan dan menyusui tentunya akan lebih menguntungkan banyak pihak, juga menjalin tali silaturahmi yang lebih erat.

 

Baca juga:

Penelitian: Kandungan ASI Menyesuaikan Jenis Kelamin Bayi

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Menyusui