TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Suami ancam cerai, ibu ini tega cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas

Bacaan 4 menit
Suami ancam cerai, ibu ini tega cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas

Seorang balita di Kebon Jeruk jadi korban ketakutan ibu kandungnya yang tak ingin dicerai. Balita malang ini dipaksa minum air putih dalam jumlah banyak agar gemuk hingga ia tewas keracunan air.

Biasanya, kita disuruh minum untuk menjaga kesehatan tubuh. Tapi apa jadinya bila seorang balita dipaksa minum air putih dari galon dalam jumlah banyak dalam sekali waktu?

Dipaksa minum air galon dalam waktu 20 menit, balita ini tewas

Hal ini menimpa seorang balita malang yang berdomisili di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Anak berinisial ZNL itu masih berusia 2,5 tahun, ia dipaksa minum air putih dalam jumlah banyak dalam 20 menit hingga akhirnya menunjukkan gejala keracunan. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa balita malang ini tidak terselamatkan.

Sedihnya, pelaku adalah ibu kandung korban yang berinisal NP. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 lalu di tempat tinggal pelaku bersama korban. Di daerah Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakbar.

Korban dibawa ke rumah sakit oleh pelaku dalam keadaan kejang-kejang. Petugas medis heran melihat korban yang terus mengeluarkan air dari mulutnya. Akhirnya mereka melaporkan kejadian yang tak wajar ini ke kepolisian setempat.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus menyatakan, setelah mendapat laporan dari pihak rumah sakit, pihak berwajib langsung memeriksa NP. Awalnya, NP sempat mengelak dan tak mau mengakui perbuatannya. Namun akhirnya, wanita berusia 21 tahun itu mengakui bahwa ia telah menganiaya ZNL dengan cara mencekoki anak malang itu dengan air secara terus menerus hingga tewas.

dipaksa minum

Irwhandy menuturkan, korban dicekoki air secara paksa oleh pelaku dengan cara dipaksa minum, hidung korban dipencet hingga air langsung masuk ke tenggorokan korban. Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan cangkir. Aksi kejam ini dilakukan selama 20 menit hingga korban mengalami kejang, muntah dan tak sadarkan diri.

Panik melihat kondisi sang anak, NP segera membawanya ke rumah sakit. Namun nyawa si kecil malang tersebut tak tertolong.

Saat diinterogasi pihak kepolisian, NP mengaku melakukan hal ini karena depresi diancam akan dicerai oleh suaminya, dengan alasan anak mereka terlalu kurus. Terdorong rasa putus asa, pelaku tak mampu berpikir jernih, sehingga mengambil jalan pintas dengan mencekoki anaknya air sebanyak mungkin, dengan anggapan hal tersebut akan membuat si anak menjadi gemuk dengan cepat.

Sayangnya, aksi tersebut justru merenggut nyawa ZNL yang tak berdosa.

Berapa asupan air yang aman untuk anak balita?

dipaksa minum

Apa yang dilakukan NP kepada anaknya tentu saja tidak bisa dibenarkan, kondisi ekonomi yang sulit membuat ZNL lebih kurus daripada anak seusianya karena kurang gizi. Namun, memaksa korban minum air putih yang banyak bukanlah solusi untuk membuatnya gemuk. Justru mengancam kesehatannya.

Setiap orang, baik tua maupun muda memang butuh air untuk kesehatan tubuhnya. Namun jumlah asupan air tersebut harus disesuaikan dengan berat badan, hal ini juga berlaku untuk balita. Misalnya, anak dengan berat badan lebih dari 20kg butuh asupan cairan 1,5 per hari.

Menurut the University of Michigan Health System, umumnya balita usia 1-3 tahun butuh cairan sebanyak 1,2 liter per hari. Dan cairan ini bisa didapatkan si anak melalui ASI, sufor, bahkan di dalam makanan.

Bahaya overhidrasi akibat asupan air putih berlebihan

Suami ancam cerai, ibu ini tega cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas

ZNL tewas karena mengalami overhidrasi, atau kondisi ketidakseimbangan cairan dalam tubuh yang membuat ginjal tak mampu memprosesnya.

Keseimbangan cairan dalam tubuh bisa dideteksi melalui warna urine. Air kencing berwarna kuning pucat adalah tanda keseimbangan cairan di dalam tubuh dalam kondisi sehat. Urine yang berwarna kuning gelap menandakan bahwa tubuh sedang kurang cairan. Apabila urine sama sekali tidak berwarna, tandanya tubuh mengalami overhidrasi.

Kondisi berbahaya yang diakibatkan oleh overhidrasi adalah:

  • Gagal jantung kongestif (CHF)
  • Penyakit liver
  • Masalah ginjal
  • sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat
  • Diabetes yang tak terkontrol

Adapun gejala awal kondisi overhidrasi adalah:

  • Mual dan muntah
  • Pusing, sakit kepala
  • Pikiran tidak fokus, emosi tidak stabil

Bila gejala awal tersebut tidak ditangani dengan segera, bisa memicu kondisi fatal sebagai berikut:

  • Pelemahan otot, kejang, dan kram
  • Kejang-kejang
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma

***

Apapun masalah yang terjadi pada suami dan istri, seharusnya anak tidak pernah dijadikan pelampiasan. Semoga sang pelaku bisa segera menyadari kesalahannya, dan mendapatkan bantuan yang tepat.

Suami ancam cerai, ibu ini tega cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas

Sumber: Detik, Healthline, healthyeating

Baca juga:

Anak 2 tahun tewas akibat ditinggal di mobil selama 4 jam, peringatan bagi para orangtua

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Suami ancam cerai, ibu ini tega cekoki anaknya dengan air galon hingga tewas
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti