TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Dilarang Cesar, ibu hamil 41 minggu bunuh diri di Rumah Sakit

Bacaan 3 menit
Dilarang Cesar, ibu hamil 41 minggu bunuh diri di Rumah Sakit

Wanita yang tengah mengandung 41 minggu ini memutuskan bunuh diri. Berikut alasan di balik keputusan ibu hamil bunuh diri.

Seorang ibu yang tengah hamil besar memutuskan bunuh diri setelah keluarganya menolak keinginannya untuk menjalani operasi cesar. Usia kandungan ibu hamil bunuh diri ini sudah 41 minggu.

Kasus ibu hamil bunuh diri

Dilansir dari South China Morning Post, Ma Rongrong yang berusia 26 tahun diberitahu bahwa persalinan melalui vagina akan terasa sulit. Pasalnya, lingkar kepala bayinya cukup besar.

Para dokter di Yulin no. 1 Hospital di Provinsi Shaanxi, di sebelah utara Cina, telah merekomendasikan Ma melakukan operasi cesar.

Baca juga: 6 Mitos tentang Cesar yang sering Bunda dengar dan terbukti salah

Namun, keluarga Ma menentang operasi cesar. Berdasarkan hukum yang berlaku di Cina, institusi medis seperti rumah sakit harus mendapat persetujuan dari pasien dan tanda tangan dari salah satu anggota keluarga sebelum operasi. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh Dewan Negara, Kabinet Pemerintahan Cina.

Meski demikian, jika terjadi keadaan darurat, dokter dapat mengambil keputusan tanpa melalui persetujuan.

Hari Kamis lalu Ma dipindahkan ke ruang persalinan dan ia menderita kesakitan yang hebat.

Menurut pihak rumah sakit, “Ibu hamil itu sudah dua kali keluar dari bangsal untuk memberi tahu keluarganya bahwa ia sudah tidak tahan lagi, namun pihak keluarga terus mendesaknya untuk melakukan persalinan normal.”

Staf rumah sakit juga mencoba membujuk keluarga tersebut. Sayangnya, keluarga bersikeras agar Ma menjalani proses melahirkan alami.

Akhirnya, pada pukul 8 malam Ma menjatuhkan diri dari lantai 5 rumah sakit dan langsung tewas. Bayi dalam kandungan ibu hamil bunuh diri pun ikut meninggal.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa kasus tersebut adalah bunuh diri.

Memilih proses persalinan adalah hak wanita

pengalaman melahirkan ditemani suami

Kini, keluarga membantah pernyataan pihak rumah sakit.

Yan Zhuangzhuang, suami Ma, mengatakan bahwa Ma meminta operasi cesar dan ia telah menyetujuinya. Ia juga mengatakan bahwa dokter telah memeriksa kondisi Ma dan menyatakan bahwa Ma akan segera melahirkan sehingga operasi cesar tidak diperlukan.

Hampir satu jam kemudian ia diberitahu oleh perawat bahwa Ma menghilang. Menurut pernyataan sang suami, ia kemudian melihat tubuh Ma diangkat dari tanah dan diletakkan di atas tandu.

Apa pun kasusnya, insiden ibu hamil bunuh diri ini telah memicu kemarahan di Cina. Orang-orang meminta agar hak-hak wanita, terutama ibu, dapat dipenuhi.

Komentar populer yang muncul adalah, “Tidak ada yang berhak menentukan dengan cara apa seorang wanita akan melahirkan kecuali si ibu hamil itu sendiri.”

Gong Xiaoming, seorang ginekolog dari Shanghai First Maternity and Infant Hospital menyampaikan bahwa adalah hak ibu hamil untuk melakukan persalinan normal atau cesar.

“Kenyataannya, dalam banyak kasus di Cina, keputusan untuk operasi cesar justru dibuat oleh anggota keluarga pasien dan dokter yang menangani,” ujar Gong kepada China Daily.

Dengan cara apa pun yang dipilih seorang ibu dalam persalinan, bukankah yang terpenting adalah kesehatan sang ibu dan anak yang dilahirkannya?

Semoga setiap ibu hamil bebas menentukan proses persalinan yang terbaik untuk dirinya dan bayi dalam kandungan tanpa harus dihakimi.

*Artikel disadur dari tulisan milik Jaya untuk theAsianparent Singapura.

 

Baca juga:

Ditolak cesar oleh dokter, ibu ini meninggal 8 jam setelah melahirkan

 

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Dilarang Cesar, ibu hamil 41 minggu bunuh diri di Rumah Sakit
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti