Alasan Remaja Sering Curhat di Media Sosial, Ini Penjelasan Psikolog

Kira-kira faktor apa yang membuat remaja lebih sering curhat di sosial media daripada curhat ke orangtua atau saudaranya?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Keberadaan sosial media atau sosmed saat ini sering kali dimanfaatkan sebagai wadah untuk sharing atau bahkan curhat. Banyak pihak yang kerap curhat di sosmed, tak terkecuali para anak remaja. 

Sebenarnya, wajarhkah jika remaja sering curhat di sosmed, baik itu di Instagram, Facebook, Twitter, ataupun platform lainnya? Apa pula penyebabnya remaja lebih suka curhat di dunia maya? 

Alasan Remaja Suka Curhat di Sosmed

Jika ditelusuri, akun sosial media para remaja kebanyakan diisi dengan ungkapan emosi mereka, mulai dari sedih, marah, dan bahagia. Sebagian orang mungkin saja merasa risih karena ada hal-hal yang sepatutnya orang lain tidak perlu tahu, tetapi justru diunggah oleh mereka di media sosial miliknya.

Meski demikian, Parents jangan langsung menyalahkan tindakan anak remaja yang sering curhat di sosmed. Sebab, menurut Nugraheni Ariati, M.Psi., selaku psikolog anak dan remaja, ini adalah salah satu hal yang akan terjadi saat anak berada di fase remaja.

“Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak emosi. Moody, galau, atau labil sering digunakan untuk menggambarkan fenomena perkembangan emosi pada mereka. Pada masa peralihannya dari anak-anak menjadi dewasa, seseorang harus melewati masa remaja di mana terjadi perubahan selain fisik, juga emosi, dan berpengaruh pada sosialisasinya,” jelasnya.

“Perubahan ini terjadi karena munculnya hormon pertumbuhan yang bertugas menyiapkan fisik remaja untuk berubah saat dia memasuki masa pubertas. Hormon ini tidak membawa perubahan fisik saja, tapi juga berpengaruh secara emosi. Remaja jadi mudah berubah perasaannya, sebentar kesal atau bete, lalu tak lama kembali senyum-senyum sendiri. Mudah tersinggung oleh hal kecil yang bermakna baginya, tapi belum tentu hal besar bagi orang di sekitarnya,” sambungnya.

Artikel terkait: Ibu Kecanduan Smartphone, Anak Curhat di Media Sosial

Faktor Penyebab 

Mba Nuni, sapaannya, melanjutkan bahwa selain faktor hormonal, perkembangan otak remaja juga turut andil dalam menempatkan ia sebagai makhluk emosi. Hingga usia 20 tahun, ada bagian otak remaja yang belum sempurna terbentuk.

“Bagian ini dinamakan prefrontal cortex, yang membantu seseorang melakukan proses berpikir yang lebih kompleks seperti proses pengambilan keputusan,” ungkap Mba Nuni, psikolog dari Biro Psikologi Laras Hati.

“Gejolak remaja yang tidak mudah dipahami biasanya membuat orangtua kesulitan dalam melakukan pendekatan dan komunikasi pun menjadi mandek. Itulah kenapa mereka lebih senang curhat di media sosial,” imbuhnya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: Parents, Beritahu 5 Fakta Ini Sebelum Izinkan Anak Pakai Media Sosial!

Masih menurut Mba Nuni, ada juga beberapa faktor lain yang menjadi alasan para remaja lebih suka curhat di media sosial, di antaranya:

  • Pada usia remaja, mereka akan membutuhkan eksistensi untuk diakui keberadaannya. Kalau di dunia nyata mereka kurang eksis, misal saja tidak ada prestasi atau karya yang dibanggakan, melalui media sosial mereka akan mendapatkan eksistensi tersebut dengan unggahannya. 
  • Pengalihan dari realitas yang tidak sesuai harapan. Misalnya saja di rumah tidak ada yang bisa diajak komunikasi, maka di zaman sekarang yang hanya dengan 1 jari, mereka bisa mencurahkan berbagai rasa. Apalagi jika curhatannya mendapat respons yang diharapkan, mereka akan lebih nyaman untuk kembali curhat di media sosial.
  • Minim judgement dari orangtua atau orang dewasa lainnya. 

Cara Mencegah Anak agar Tidak Terlalu Sering Curhat di Sosmed

Parents tentu tidak ingin anak-anak terlalu terbuka di media sosial, karena kecanggihan medsos atau sosmed bisa menyebar luaskan data pribadi untuk hal yang tidak diinginkan. Menurut Mba Nuni, beberapa cara ini bisa membantu agar anak tidak terlalu sering curhat di sosmed miliknya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

1. Orangtua Menjadi Sahabat Anak

Jadilah orangtua yang asyik untuk menjadi teman mengobrol anak ketika di rumah. Bisa dimulai dengan menanyakan pendapat, “Bagaimana ayah dan bunda di mata kaka?” atau “Kalau kakak punya teman curhat, maunya teman curhat seperti apa?” dan lainnya.

Ketika anak merasa nyaman dengan orangtuanya, mereka tidak akan lagi lari ke sosmed untuk curhat. Sebab, nantinya mereka akan terbiasa lari dari kenyataan setiap masalah yang dihadapinya jika terlalu sering curhat di sosmed.

2. Berikan Kebebasan Bereksplorasi dengan Aturan yang Diberlakukan

Usia remaja itu suka dengan hal-hal baru dan mencoba hal baru. Untuk itu, Parents perlu membuat aturan dalam rumah yang perlu dipatuhi orang-orang seisi rumah.

Buat aturan dengan value yang jelas sehingga anak akan paham batasan mana yang boleh dilakukannya. Komunikasikan juga aturan-aturan yang Parents buat agar anak pun merasa nyaman dan terbuka jika ada keraguan yang dirasakannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: Bolehkah Anak SD Punya Akun Media Sosial?

3. Ciptakan Lingkungan Positif

Orangtua perlu terlibat juga ketika anak memilih teman bergaulnya. Sehingga Parents akan tahu teman dan lingkungan terdekat dari mereka.

4. Pemberian Akses Sosial Media Sesuai Usia

Parents sebagai orangtua harus paham tentang bagaimana pemberian akses sosmed kepada anak. Sebab, sosial media itu seperti pisau bermata dua dan kebanyakan dari anak remaja belum memiliki pemikiran yang matang untuk membedakan baik dan buruk. Mereka masih tendensi dengan apa yang mereka suka atau tidak suka.

Parents, itulah ulasan kenapa para remaja lebih suka curhat di sosmed. Semoga bisa bermanfaat dan Parents bisa menjadi teman curhat yang asyik untuk anak di rumah!

Baca juga:

Mainan Syar'i, Boneka Berjilbab yang bisa membaca Qur'an untuk anak shalihah

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Mengalami ASI Seret? Ikuti 7 Tips Meningkatkan Produksi dan Kualitas ASI Berikut Ini, Bun!

Ini 7 foto anak yang sebaiknya tidak Anda pajang di sosial media

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan