Yakin organ intim sehat? Ini 3 tanda vagina sehat menurut dokter kandungan

Yakin organ intim sehat? Ini 3 tanda vagina sehat menurut dokter kandungan

Inilah 3 ciri vagina sehat yang wajib Anda ketahui.

Memiliki tubuh sehat, tidak terkecuali organ intim yang sehat merupakan keinginan semua perempuan. Sayangya, tidak semua orang mengetahui ciri vagina sehat.

Ditemui di acara talkshow “More Active, More Confident”yang diadakan Absolute, dr.Neni Anggraeni, Sp.OG, mengatakan bahwa ada beberapa ciri vagina sehat. Apa saja?

Baca juga : 20 fakta tentang vagina

1. Kelembaban yang cukup

Tahukah Bunda bahwa kelembaban ideal vagina adalah dengan tingkat keasaman berkisar 3,8-4,5 ? Untuk itulah kondisi ini perlu dijaga dengan baik, jangan sampai kondisi kelembaban organ intim menjadi berlebihan. Pasalnya, vagina yang lembab merupakan tempat ideal pertumbuhan dan pengembang biakan bakteri dan jamur.

“Kelembaban organ intim perempuan ini memang dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya karena aktivitas yang padat yang membuat perempuan kurang memperhatikan kelembaban organ intim,” ujar dr. Neni saat menjelaskan apa saja ciri vagina sehat.

2. Ciri vagina sehat, tidak berbau

Seperti yang dikatakan dr. Neni, adalah wajar jika area vagina menimbulkan bau khas seperti amis. Namun bukan berarti bau tersebut menjadi tidak sedap dan sangat menggangu. Ia menyarankan jika Anda mulai mencium area vagina mengeluarkan bau yang kuat atau tidak sedap, langsung saja konsultasikan ke dokter.

Bau yang tidak sedap menjadi indikator bahwa vagina tidak sehat, timbul infeksi pada area ini. Lebih lanjut dr. Neni mengingatkan tidak sedikit perempuan yang mengatasinya dengan cara menggunakan sabun wangi untuk mengurangi bau tidak sedap tersebut. Namun katanya, memakai sabun wangi hanya akan menutupi baunya untuk sementara saja, sementara sumber masalahnya tidak bisa diatasi atau disembuhkan.

3. Cairan sekret tidak berwarna

ciri vagina sehat

Perlu dipahami lebih dahulu bahwa pada dasarnya secara alamiah tubuh, khususnya area vagina akan mengeluarkan carian atau sekret. Namun dr. Neni menegaskan bahwa kondisi vagina sehat tidak akan memiliki cairan sekret yang berwarna.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir tergantung siklus hormon. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna, menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan, patut dicurigai adanya bakteri atau infeksi jamur.

Untuk mencegah segala risiko seperti adanya infeksi pada area vagina, dr. Neni menganjurkan untuk mengganti celana dalam jika sedang benyak malakukan aktivitas. Selain itu, pilih celana dalam yang berbahan katun karena akan mudah menyerap keringat.

“Membersihkan area vagina juga perlu hati-hati, sebaiknya sebaiknya jangan pakai tisu basah, gunakan air bersih saja. Saat menggunakan pembalut atau pantyliner juga baiknya sering diganti, idelanya 2 atau 3 jam sekali” papar dr. Neni lagi.

Sudahkah Bunda melakukan hal-hal di atas?

 

Baca juga :

Stop membersihkan vagina dengan sabun! Ini alasannya kata dokter kandungan

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner