Hati-hati! Rasa cemas berlebihan bisa ganggu kualitas hubungan seksual

Hati-hati! Rasa cemas berlebihan bisa ganggu kualitas hubungan seksual

Rasa cemas yang berlebihan bisa saja menganggu kualitas seksual dengan pasangan, begini penjelasan dari pakar.

Cemas berlebih tidak hanya menganggu kesehatan secara fisik maupun mental. Hal tersebut juga ternyata berpengaruh pada kualitas hubungan seksual dengan pasangan. Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya?

Artikel terkait: Benarkah bercinta bisa mengurangi stres akibat virus corona? Ini penjelasan pakar!

Dampak cemas berlebih pada kualitas hubungan seksual dan cara mengatasinya

cemas berlebih

Seks bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan stres. Namun, di satu sisi, terkadang ada saat ketika rasa cemas dalam pikiran begitu kuat sehingga dapat menurunkan kualitas hubungan intim itu sendiri.

Tentunya, hal tersebut perlu segera ditangani. Pasalnya, kecemasaan yang terus dirasakan memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan seksual pasangan. Penjelasan tersebut juga ditegaskan oleh Laurel Steinberg, PhD, terapis seks sekaligus psofesor dari Universitas Columbia, Amerika Serikat.

Menurutnya, rasa cemas terkait apa pun bisa memengaruhi kualitas dan kepuasaan seksual seseorang.

“Semua kecemasan dapat menganggu kesuksesan hubungan intim dengan pasangan. Entah rasa cemas biasa yang datang dan pergi, cemas berlebih, atau pun gangguan kecemasan. Itu akan menghalangi Anda untuk merasakan kesenangan di atas ranjang,” ungkap Laurel seperti yang dikutip dari laman Health.

Lebih lanjut, Laurel juga menjelaskan beberapa dampak dari kecemasan berlebihan pada kualitas hubungan seksual, yakni:

  • Membuat gairah seksual menurun

Hati-hati! Rasa cemas berlebihan bisa ganggu kualitas hubungan seksual

Perasaan cemas dapat membuah gairah seksual Anda menurun. Hal-hal yang Anda khawatirkan pada akhirnya akan membuat otak berpikiran negatif sehingga mengurangi mood untuk bercinta.

Perasaan panik dan khawatir juga dapat memengaruhi performa seksual secara fisik. Anda cenderung akan lebih kaku dan kesulitan merasakan sensasi seksual saat bercinta dengan pasangan. Ini juga akan membuat Anda lebih sulit mencapai orgasme.

“Di sisi lain, untuk orang yang memiliki gangguan kecemasan dan sedang mengonsumsi obat tertentu, itu juga bisa berpengaruh. Konsumsi obat-obatan yang berkaitan dengan kecemasan memiliki efek samping menurunkan libido,” ungkap Laurel.

  • Mengurangi koneksi emosional dengan pasangan

cemas berlebih

Saat banyak pikirian atau cemas berlebih, Anda cenderung tidak terkoneksi dengan pasangan, baik secara fisik maupun emosional. Pikiran akan terfokus pada masalah yang dipikirkan dibandingkan dengan aktivitas seksual yang sedang dilakukan.

Sementara itu, Laurel juga menjelaskan, seseorang yang pernah mengalami kecemasan berlebih akibat trauma masa lalu juga sulit mendapat kualitas hubungan intim yang baik. Bahkan, mereka akan menganggap bahwa aktivitas seksual itu sendiri merupakan hal menakutkan.

“Rasa takut dapat menyebabkan tubuh menjadi mode shutdown. Biasanya ini dialami oleh perempuan. Mereka jadi tidak dapat merasakan rangsangan yang cukup dan sulit mencapai klimaks,” jelas terapis yang tinggal di New York tersebut.

Artikel terkait: 9 Posisi seks untuk menghilangkan stres, dijamin hubungan juga makin intim!

  • Membuat sulit orgasme

Hati-hati! Rasa cemas berlebihan bisa ganggu kualitas hubungan seksual

Kecemasan membuat seseorang sulit bernapas dan otot-otot menjadi tidak rileks. Gejala inilah yang pada akhirnya dapat membuat Anda sulit mendapat orgasme ketika berhubungan seks saat merasa cemas atau khawatir berlebihan.

  • Memicu vaginismus pada perempuan

cemas berlebih

Perasaan cemas dapat membuat otot tidak rileks dan tubuh lebih tegang. Menurut Laurel, hal ini juga dikhawatirkan bisa memicu kondisi vaginismus pada perempuan.

Vaginismus merupakan kondisi disfungsi seksual yang membuat otot-otot di sekitar vagina mengegang sehingga membuat penderitanya merasa sakit atau bahkan sulit melakukan penetrasi. Rasa sakit yang muncul akibat vaginismus ini juga bisa membuat penderitanya trauma.

“Kecemasan yang dirasakan dapat menimbulkan perubahan fisik yang tidak baik untuk kualitas hubungan seksual. Bisa memicu vaginismus yang dapat menyulitkan proses penetrasi. Kembali lagi, kondisi ini akan membuat Anda sulit orgasme,” ungkap Laurel.

Artikel terkait: Puasa bikin aktivitas seks terburu-buru? Lakukan seks kilat dengan 3 posisi ini

cemas berlebih

Kecemasan perlu segera diatasi agar tidak menganggu kenikmatan hubungan seksual. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi cemas berlebih agar kualitas hubungan intim tetap terjaga, yakni:

  • Pahami dulu apa yang memicu Anda cemas. Setelah itu, coba cari solusi untuk mengatasi suana hati tersebut sebelum melakukan hubungan seks.
  • Naikkan mood dengan berolahraga. Pasalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meringkan efek stres dan mengembalikan gairah seksual seseorang.
  • Konsumsi makanan bernutrisi. Hindari mengonsumsi alkohol dan kafein yang dapat meningkatkan rasa cemas.
  • Segera konsultasikan diri ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater ketika kecemasan yang dirasakan tak kunjung hilang. Hal ini dilakukan agar kondisi Anda bisa menerima perawatan dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah kecemasan yang berdampak pada kehidupan seksual.

Secara umum, aktivitas seksual memang bisa membantu mengurangi perasaan stres. Namun, jangan sampai kualitas hubungan intim berkurang hanya karena Anda bercinta saat sedang merasa cemas berlebih. Pastikan kondisi Anda maupun pasangan stabil agar kenikmatan seksual bisa didapat secara maksimal.

“Semua orang perlu merasakan aktivitas seks yang menyenangkan. Jangan sampai perasaan cemas malah menurunkan kualitas hubungan intim Anda dan pasangan menurun,” pungkas Laurel.

***

Referensi: Health, Cosmopolitan, Hello Sehat

Baca juga:

Bunda sering sakit saat penetrasi? Mungkin disebabkan disfungsi seksual ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner