5 Cara efektif atasi anak suka ngompol, Parents sudah coba?

lead image

Anak Anda masih mengompol? Ketahui yuk berbagai penyebab dan 5 cara mengatasi ngompol pada anak yang efektif dan mudah.

Cara mengatasi ngompol pada anak rupanya perlu proses dan penanganan yang tepat. Para ahli menjelaskan berbagai penyebab hingga cara-cara yang efektif untuk mengatasinya.

Apa itu mengompol dan kapan mengompol dianggap berbahaya?

Menurut Mayo Clinic, mengompol dalam istilah kedokteran disebut juga inkontinensia malam hari atau enuresis nokturnal. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tak sengaja buang air kecil saat ia tertidur pada malam hari.

Para ahli sepakat bahwa anak berusia di bawah 7 tahun yang masih mengompol bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, Parents wajib mewaspadainya bila anak sudah berada di atas 7 tahun.

Selain usia, ada juga hal lain terkait mengompol pada anak yang harus diwaspadai. Segera periksakan ke dokter bila:

  • Anak tiba-tiba mulai mengompol kembali setelah berhenti mengompol beberapa bulan, karena bisa menjadi tanda dari penyakit diabetes anak.
  • Mengompol disertai dengan buang air kecil yang menyakitkan, haus yang tidak biasa, urin berwarna merah muda atau merah, tinja keras, atau tidur sambil mendengkur.

Ada beberapa penyebab anak masih mengompol

cara mengatasi ngompol

Agar cara mengatasi ngompol bisa tepat dilakukan, sebaiknya Parents ketahui dulu berbagai penyebab yang mungkin melatarbelakanginya.

  • Kandung kemih kecil

Salah satu penyebab dari kebiasaan mengompol pada anak ialah karena kandung kemih yang kecil sehingga tidak sepenuhnya menahan produksi urin di malam hari.

  • Ketidakmampuan mengenali kandung kemih penuh

Selain karena ukuran kandung kemih, kemampuan saraf tubuh dalam mengenali sinyal kandung kemih pun menjadi penyebab lainnya. Kemungkinan saraf yang mengendalikan kandung kemih belum sepenuhnya matang sehingga signal kandung kemih yang penuh itu tidak membangunkan anak yang tertidur lelap.

  • Ketidakseimbangan hormon

Tubuh kita terdapat hormon ADH atau anti-diuretik yang bisa memperlambat produksi urin di malam hari. Pada anak yang masih mengompol kemungkinan terjadi ketidakseimbangan hormon ini dalam tubuhnya.

  • Infeksi saluran kemih

Penyakit yang bisa menyebabkan anak sering mengompol ialah infeksi saluran kemih. Kondisi ini ditandai dengan sulit mengontrol buang air, sering buang air kecil, urin berwarna merah atau merah muda, dan terasa sakit saat buang air kecil.

  • Sleep apnea

Kondisi sleep apnea pun diketahui memiliki kaitan erat dengan kebiasaan mengompol pada anak. Kondisi ini terjadi ketika pernapasan anak terganggu selama tidur, sering mengorok, dan mengantuk di siang hari. Pada banyak kasus, hal ini disebabkan karena amandel atau kelenjar gondok membesar.

  • Diabetes

Waspadai bila anak tiba-tiba mengompol setelah ia berhenti mengompol bulan-bulan lalu. Hal ini bisa menjadi pertanda diabetes melitus.

Tanda-tanda lain yang semakin menguatkan antara lain anak sering buang air kecil dalam jumlah besar sekaligus, rasa haus yang meningkat,merasa lelah dan penurunan berat badan meskipun nafsu makannya baik.

  • Sembelit kronis

Otot yang sama digunakan untuk mengontrol pembuangan urin dan feses. Ketika konstipasi bersifat jangka panjang, otot-otot ini dapat menjadi tidak berfungsi dan menyebabkan mengompol di malam hari.

  • Penyebab lain

Rupanya beberapa penyebab lain seperti stres pada anak dan riwayat keluarga turut memengaruhi kebiasaan mengompol pada anak.

Lalu apakah yang harus dilakukan?

Cara mengatasi ngompol pada anak

cara mengatasi ngompol

Bergantung pada penyebabnya, ada beberapa rekomendasi cara mengatasi ngompol yang tepat pada anak menurut ahli.

Cara mengatasi ngompol #1: Perawatan medis

Perawatan medis diperlukan bila mengompol terjadi karena penyakit yang diderita anak. Berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang tepat bila Parents memerhatikan adanya tanda penyakit seperti yang telah disebutkan.

Beberapa jenis obat yang disarankan misalnya saja obat desmopresin (DDAVP) untuk mengurangi produksi urin di malam hari dan obat antikolinergik seperti oxybutynin (Ditropan XL) yang dapat membantu mengurangi kontraksi kandung kemih.

Cara mengatasi ngompol #2: Beri hadiah/reward

Salah satu alasan anak mengompol adalah karena stres yang dirasakannya. Parents sebaiknya mendekatinya secara personal, memberikan arahan, motivasi, dan tak lupa memberi reward saat anak mulai berkembang sesuai harapan.

Reward yang diberikan bisa berupa pujian atau beberapa alat permainan edukatif saat anak berhasil tidur malam tanpa mengompol.

Cara mengatasi ngompol #3: Batasi asupan cairan di malam hari

Banyak kasus mengompol terjadi karena ukuran kandung kemih anak yang kecil untuk menampung cairan di malam hari. Membatasi cairan di malam hari menjadi langkah yang tepat bagi anak dengan karakteristik ini.

Anjurkan minum cairan di pagi dan sore hari yang bisa mengurangi rasa haus di malam hari.

Cara mengatasi ngompol #4: Hindari minuman dan makanan dengan kafein

Anak sebaiknya jangan dulu diperkenalkan dengan minuman berkafein seperti teh maupun kopi. Hal ini karena kafein dapat menstimulasi kandung kemih yang bisa menyebabkan anak mudah mengompol di malam hari.

Cara mengatasi ngompol #5: Double voiding

Double voiding adalah dua kali buang air kecil saat malam hari dengan membiasakannya pada anak. Buang air kecil pertama di awal rutinitas sebelum tidur dan sekali lagi sebelum benar-benar akan tertidur.

Ingatkan anak Anda bahwa tidak masalah menggunakan toilet pada malam hari jika diperlukan. Bila perlu, untuk tahap awal Parents bisa membantu menemani ketika ia akan buang air di malam hari. Namun untuk selanjutnya, berikan pengertian agar ia belajar mandiri ketika usianya sudah cukup.

Nah Parents, yuk kenali dulu penyebab dan praktikkan cara mengatasi ngompol di atas. Jangan ragu juga untuk mengonsultasikannya pada dokter bila diperlukan.

 

Referensi : Mayo Clinic, WebMD

Baca juga:

6 Tips sederhana atasi masalah balita yang masih mengompol

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.