TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sayangi bumi dengan membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga, begini caranya

Bacaan 3 menit
Sayangi bumi dengan membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga, begini caranya

Berniat ingin membuat pupuk kompos dari sampah organik? Ikuti cara berikut ini yuk!

Banyak cara yang dapat Parents lakukan untuk mengurangi sampah. Semua ini bisa dimulai dari rumah, dengan memilah sampah anorganik yang dapat di daur ulang. Sedangkan sampah oranik atau yang berasal dari sampah rumah tangga, dapat Anda ‘disulap’ menjadi pupuk kompos. Nah, sudah tahu bagaimana cara membuat pupuk kompos?

Sebenarnya, cara membuat pupuk kompos tidak sesulit yang kita bayangkan, lho. Pupuk kompos bisa dibuat dengan bahan-bahan yang cukup mudah didapat. Meskipun begitu, membuatnya harus diawali dengan niat dan konsisten agar menjadi kebiasaan yang baik.

Perlu diketahui, pupuk kompos yang terbuat dari sampah organik sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman. Jadi, selain dapat mengurangi sampah rumah tangga juga bisa membuat tumbuhan subur.

Berikut ini cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga.

Artikel terkait: Ini 3 alasan mengapa tanaman lidah mertua perlu ada di rumah Anda

cara membuat pupuk kompos

Cara membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga

1. Siapkan bahan yang diperlukan

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:

  • Wadah berukuran besar dengan penutup (ember, baskom atau tong)
  • Sarung tangan

Bahan yang dibutuhkan:

  • Sampah rumah tangga
  • Pupuk kandang (bila ada)
  • Alumunium foil atau plastik
  • Tanah
  • Larutan gula
  • EM4 (dapat dibeli di toko tanaman hias)
  • Air

2. Siapkan sampah organik atau sampah rumah tangga

Beberapa jenis sampah apa yang dapat menjadi bahan pupuk kompos, yaitu sebagai berikut:

  • Sampah sisa makanan misalnya, sayur-sayuran hingga daging busuk
  • Kertas bekas maupun tisu yang sudah tak terpakai
  • Dedauanan serta rumput
  • Potongan kayu
  • Bumbu dapur kadaluarsa
  • Bulu hewan yang rontok
  • Debu dari belakang lemari es
  • Potongan rambut
  • Kotoran hewan peliharaan

Pisahkan terlebih dahulu jenis sampah di atas dengan sampah kering yang masih bisa didaur ulang.

Artikel terkait: Parents, ini tips dari Hamish Daud untuk tumbuhkan kecintaan lingkungan pada anak

3. Siapkan wadah dan campur bahan membuat pupuk kompos

Bila Anda memilih menggunakan wadah baskom, ember atau tong, Anda perlu melubangi bagian bawah di beberapa titik. Kemudian tempatkan wadah di atas sususan batu atau bata agar tidak langsung menyentuh tanah. Tujuannya agar meminimalisir terkena air.

Kemudian, masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah disiapkan. Lalu, masukkan sampah organik, larutan gula dan EM4, dan pupuk kandang ke dalamnya. Ukuran keduanya bisa disesuaikan dengan ukuran wadah yang digunakan. Setelah itu, tambahkan kembali tanah untuk menutupi sampah organik tersebut.

Jika sudah, siram kembali permukaan tanah menggunakan air secukunya, dan tutup wadah dengar rapat agar tidak terkontaminasi denganpartikel lain seperti air hujan ataupun hewan yang tak sengaja masuk.

Wadah juga dapat ditutup dengan plastik atau alumunium foil agar bahan di dalamnya cepat membusuk. Alumunium foil nantinya akan membuat hawa panas di dalam wadah sehinga proses penguraian akan lebih cepat.

Supaya hasilnya sempurna, pupuk kompos dari sampah organik ini sebaiknya didiamkan selama hampir 3 bulan. Bila Bunda ingin mempercepat proses, bisa mengaduk tanah yang dicamput sampah organik secara rutin.

Dengan begitu, pupuk kompos bisa segera digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanaman.

cara membuat pupuk kompos

Ciri-ciri pupuk kompos yang berkualitas baik

Ada beberapa ciri bila kompos yang memiliki kualitas baik, yaitu sebagai berikut:

  • Berwarna cokelat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah
  • Tidak larut dalam air
  • Tidak berbau
  • Suhunya kurang lebih sama daengan suhu lingkungan
  • Berefek baik di tanah

Bila Anda mendapati hasil pupuk kompos seperti ciri di atas, berarti pupuk dapat Anda gunakan sebagai penyubur tanaman. Nah, selamat mencobanya di rumah, ya. Jangan lupa libatkan si kecil dalam mengolah sampah ini, ya.

Semoga kegiatan membuat kompos ini dapat menjadi kebiasaan baik untuk menjaga lingkungan dan bumi yang akan kelak kita wariskan untuk anak cucu.

***

Referensi: 99.co, liputan6

Baca juga

Cara mudah mengolah sampah rumah tangga, sudahkah Parents terapkan?

 

Cerita mitra kami
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • Sayangi bumi dengan membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga, begini caranya
Bagikan:
  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti