Dilema Ibu Menenangkan Bayi: Kasih Empeng atau Tidak?

lead image

Perkara memberi empeng pada bayi atau tidak memang kerap menimbulkan pro dan kontra. Setiap Bunda tentu ingin yang terbaik untuk si buah hati. Akan tetapi banyaknya info yang saling bertentangan membuat Bunda semakin bingung. Yuk, Bunda, simak penjelasan seputar penggunaan empeng pada bayi berikut dan sudahi kebingungan Anda!

Kasih Empeng? Boleh Kok!

Pada dasarnya bayi, terutama bayi kecil, akan merasa lebih nyaman ketika ia menghisap sesuatu di mulutnya, baik itu payudara maupun empeng. Beberapa bayi bahkan cenderung ingin menghisap sesuatu terus meskipun tidak sedang merasa lapar. Oleh karena itu, empeng bisa membantu bayi merasa lebih tenang.

Penggunaan empeng juga jadi salah satu cara menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome, SIDS). Penyebab SIDS terkait dengan gangguan pada bagian otak bayi yang mengontrol pernapasan saat tidur; beberapa penelitian menyarankan bahwa tindakan sederhana mengisap empeng dapat membantu memperbaiki gangguan tersebut dan menurunkan risiko bayi mengalami SIDS.

Setelah mengetahui kegunaan empeng pada bayi, Bunda bisa merasa lebih tenang ya. Nah, berikut ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan sebelum memberikan empeng pada bayi.

 

adv philip avent - empeng

Waktu Terbaik Penggunaan Empeng Pada Bayi

Penggunaan empeng disarankan untuk bayi yang telah menginjak usia 1 bulan, yaitu setelah bayi terbiasa menerima ASI. Keuntungan-keuntungan penggunaan empeng seperti yang disebutkan di atas paling efektif untuk bayi sampai dengan usia 6 bulan. Penggunaan empeng sebaiknya sudah benar-benar diberhentikan pada usia 2 tahun karena dapat mengganggu pertumbuhan gigi si buah hati jika terus dilanjutkan.

Berikan empeng hanya jika bayi Anda mau menerimanya; jika si buah hati menolak empeng, jangan paksakan penggunaannya. Waktu terbaik untuk memberikan empeng pada bayi adalah di antara waktu minum susu, yaitu saat si buah hati tidak dalam kondisi lapar, dan menjelang waktu tidur bayi Anda. Empeng sebaiknya tidak digunakan untuk menunda pemberian susu atau untuk mengalihkan perhatian bayi dari Anda ya, Bun!

adv philip avent - empeng

Empeng yang Nyaman untuk Bayi Anda

Selain waktu terbaik untuk penggunaan empeng, Bunda juga perlu tahu bentuk empeng yang mendukung kenyamanan pada bayi Anda. Empeng dengan dot silikon yang lentur dan memiliki bentuk simetris dapat mendukung pertumbuhan langit-langit, gigi, dan gusi bayi Anda. Keberadaan gagang pengaman pada empeng juga memudahkan Anda untuk melepaskan empeng kapan saja.

Terakhir, yang juga tak kalah penting, pastikan Bunda menjaga kebersihan dan keamanan empeng. Empeng yang bersih dan steril tentunya tidak hanya nyaman tetapi juga aman untuk bayi. Oleh karena itu, kami sarankan Bunda untuk rutin membersihkan dan mensterilkan empeng.

Salah satu cara untuk mensterilkan empeng adalah dengan menggunakan pensteril uap elektrik 2 in 1 yang dapat membunuh 99,9% kuman berbahaya dan mensterilkan dalam 10 menit.

Untuk menjaga empeng tetap bersih, Bunda juga dapat memilih empeng dengan tutup snap-on yang menjaga empeng tetap bersih dan steril jika sedang tidak digunakan. Lalu, untuk keamanan kesehatan lebih lanjut, pastikan Bunda memilih empeng yang terbuat dari bahan bebas BPA (bisphenol A) seperti Philips Avent Classic Night Time.

Untuk Bunda ketahui, BPA adalah zat kimia yang biasa ditemui dalam produk plastik yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan bayi Anda. Empeng malam hari dari Philips Avent juga hadir dengan inovasi gagang berpendar dalam gelap. Dengan adanya gagang unik ini Bunda tidak akan lagi kesulitan mencari empeng di tengah kegelapan kamar.

Ingat ya, Bunda, dalam memilih empeng, perhatikan faktor kenyamanan penggunaan pada bayi, juga faktor kebersihan dan keamanan produk untuk kesehatan si buah hati. Jika bayi nyaman dan aman, tentunya Bunda juga merasa nyaman dan aman, kan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

atikha