Petugas dengar tangisan, bocah 5 tahun berhasil selamat dari tsunami Banten

Petugas dengar tangisan, bocah 5 tahun berhasil selamat dari tsunami Banten

Kabar duka kembali menyelimuti tanah air kita. Bencana alam tsunami terjadi kembali pada Sabtu malam (22/12/2018), di Banten.

Dalam bencana tersebut banyak anak-anak yang menjadi korban, namun ada diantaranya bocah yang selamat dari bencana tsunami tersebut. Anak berusia 5 tahun yang selamat tersebut bernama Ali. Bocah yang selamat dari bencana tsunami menjadi kegembiraan bagi anak 5 tahun yang menjadi korban selamat tsunami Banten.

Bocah 5 tahun bernama Ali tersebut menjadi satu di antara sederet korban selamat tsunami Banten.

Ali menjadi korban selamat tsunami Banten meski bocah 5 tahun itu sempat terjebak reruntuhan bangunan Mutiara Resort yang terletak di Pantai Carita, Pandeglang, Banten selama 12 jam lamanya.

Bocah yang selamat dari tsunami Banten

Ali (5) terjebak reruntuhan. Ia kemudian diselamatkan anggota Brimob Polda Banten. (Tribunnews)

Ditemukannya bocah yang selamat dari bencana tsunami Banten tentu membuka sesercah harapan bagi ditemukannya korban-korban selamat lainnya.

Hingga saat ini, korban jiwa akibat terjangan gelombang Selat Sunda yang meninggal dunia maupun hilang terus bertambah.

Tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam itu menyapu dan memporakporandakan sejumlah pantai di daerah Pandeglang, Serang, serta Lampung Selatan.

Beruntunglah Ali, bocah laki-laki berumur 5 tahun ini dapat menjadi bocah yang selamat dari bencana tsunami Banten.

Dikutip dari Tribunnews.com (23/12/2018), ia ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat ditemukan, ia terjebak di reruntuhan bangunan Mutiara Resort yang terletak di Pantai Carita, Pandeglang, Banten.

Seperti diketahui, Pantai Carita masuk dalam daftar lokasi terdampak bencana tsunami Banten karena berlokasi di kabupaten Pandegang.

Pencarian korban selamat atau proses evakuasi Ali dari bawah reruntuhan melibatkan Brimob Polda Banten.

Seorang petugas yang sedang mencari-cari korban itu tengah mengarahkan lampu senter ke sebuah reruntuhan bangunan yang terdiri dari material kayu.

Lalu petugas itu mendengar suara tangisan yang sepertinya berasal dari bocah laki-laki tersebut, bocah laki-laki yang tengah terjebak di dalamnya.

Belakangan, diketahui bahwa Ali mampu bertahan hidup meski ia sempat terjebak reruntuhan bangunan selama 12 jam lamanya.

“Bisa dibayangkan 12 jam terjebak reruntuhan bangunan. Alhamdulillah Ali 5 tahun dapat dievakuasi dengan selamat. Jiwa ragaku demi kemanusiaan,” tulis seorang anggota Brimob.

Tampak tubuh bocah kecil itu tertutupi lumpur yang masih basah serta pasir laut.

Meskipun begitu, tak terlihat terdapat luka parah di kepala maupun tangannya.

Tubuhnya pun kemudian diselimuti dengan sebuah jas hujan berwarna biru.

Berdasarkan informasi dari Tribun Jabar (23/12/2018), Ali kemudian digendong oleh Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi. Bocah yang selamat dari tsunami itu kini diserahkan ke Bid Dokes Polda Banten untuk mendapat perawatan medis.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Bagi Ali, bocah yang selamat dari bencana tsunami, peristiwa ini tentulah amat traumatis baginya.

Lalu, bagaimana cara membantu anak berusia 5 tahun yang baru saja lolos dari peristiwa traumatis?

Petugas dengar tangisan, bocah 5 tahun berhasil selamat dari tsunami Banten

Pada usia ini, meskipun anak-anak membuat kemajuan perkembangan yang besar, mereka masih bergantung pada orangtua untuk mengasuhnya. Seperti halnya bayi, mereka biasanya merespon situasi sesuai dengan bagaimana orangtua bereaksi. Jika orangtua dan orang-orang di sekitarnya tenang dan percaya diri, anak juga akan merasa lebih aman. Jika orangtua dan orang di sekitarnya cemas, bukan tidak mungkin anak akan merasa tidak aman.

Biasanya, anak usia 5 tahun akan memperlihatkan reaksi khas setelah melewati peristiwa yang traumatik.

Petugas dengar tangisan, bocah 5 tahun berhasil selamat dari tsunami Banten

  • Berbicara berulang kali tentang peristiwa tersebut, atau bermain melakukan reka ulang peristiwa tersebut
  • Mengamuk atau marah yang meledak-ledak
  • Menangis
  • Rasa takut yang meningkat — sering kali takut pada kegelapan, monster, atau sendirian
  • Sensitivitas meningkat terhadap suara seperti guntur, angin, dan suara keras lainnya
  • Gangguan dalam makan, tidur, dan mandi
  • Kelekatan yang berlebihan pada pengasuh dan kesulitan berpisah
  • Mengembalikan ke perilaku dini seperti bicara bayi, mengompol, dan mengisap jempol
  • Dan inilah yang dapat dilakukan oleh keluarga atau orang-orang dewasa di sekitarnya untuk membantu anak melewati masa traumatiknya.
  • Buat anak merasa aman dengan memegang dan memeluknya sesering mungkin.
  • Perhatikan apa yang Anda katakan, karena anak 5 tahun bisa saja salah mengartikan apa yang mereka dengar, atau menjadi takut karena hal-hal yang tidak mereka mengerti.
  • Pertahankan rutinitas sebanyak mungkin, termasuk waktu makan dan waktu tidur yang teratur.
  • Berikan dukungan ekstra pada waktu tidur, karena anak-anak yang telah mengalami trauma dapat menjadi cemas di malam hari. Dorong anak-anak untuk berbagi perasaannya, misalnya dengan mengajukan pertanyaan sederhana seperti, “Bagaimana perasaanmu hari ini?”
  • Ajak anak menggambar, karena anak-anak sering mengekspresikan emosi dengan menggambar.

 

Sumber : Grid, Tribunnews 

Baca juga :

Merinding! Video detik-detik tsunami Banten yang menyapu personel Band Senventeen

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

theresia

app info
get app banner