Penelitian: Berpura-pura Mengerti Ocehan Bayi Dapat Membuatnya Pintar

Penelitian terbaru menunjukkan bagaimana besarnya pengaruh berbicara dengan bayi, bukan hanya seberapa sering, pada perkembangan bahasanya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Berbicara dengan bayi dan balita kadang bisa menjadi hal yang berat. Saat kita merasa tidak mengerti ocehan bayi, kita lantas menyerah.

Kerapkali bayi yang belum pandai berbicara membuatnya mengoceh tanpa kita tahu apa yang dibicarakan.

Melihat bayi yang mengoceh tentu membuat orang tua gemas akan kelakukan si kecil. Terkadang orang tua ikut menanggapi apa yang anak bicarakan tanpa mengerti arti dari sebenarnya dari ocehan anak. Sebuah penelitian menunjukkan jika pura pura mengerti ocehan bayi bisa membuatnya pintar lho. Mari simak ulasan selengkapnya.

Manfaat Menanggapi Ocehan Bayi

Meskipun pura pura mengerti bahasa anak merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, namun hal ini ternyata bisa membantu mencerdaskan otak si kecil.

Sudah banyak penelitian yang menyebut manfaat mengajak anak bercakap-cakap sedini mungkin. Bahkan sebuah studi baru telah diterbitkan oleh Journal Infancy mengenai penjelasan lebih spesifik tentang menanggapi ocehan si kecil.

Menurut penelitian tersebut, pura pura mengerti dan menanggapi ocehan si bayi dapat mempercepat perkembangan bahasa mereka. Penelitian ini juga menunjukkan jika bayi yang terus mengoceh akan membuat bayi faham akan bahasa dan mempermudah untuk merangsang berbicara.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Para peneliti ini mengamati interaksi sekelompok ibu dan bayi dalam sesi bermain individual yang tidak terstuktur selama enam bulan.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membuat kesimpulan terhadap dua kategori yaitu respon yang dilakukan ibu terhadap anaknya.

Pertama adalah tanggapan yang mengarahkan dimana ibu mengalihkan perhatian bayi ke tempat atau hal lain dengan bahasa tubuh, dan tanggan sensitif dimana ibu secara lisan bisa menjawab atau meniru ocehan bayi seolah mengerti apa yang dikatakannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Lebih Meluas Menanggapi Bahasa yang Digunakan dalam Ocehan Bayi

Sebulan setelah orang tua mengisi survey yang dilakukan, para ibu mengatakan bahwa adanya kemajuan berbahasa anak anak mereka. Hasilnya bayi yang ibunya menunjukkan respon yang sensitif, memperlihatkan peningkatan vokalisasi yang baik. Artinya ocehan si kecil lebih mirip seperti suku kata yang nyata.

Apabila bayi meniru ocehan yang diucapkan oleh ibu, maka responlah dengan tambahan kata. Misalnya ketika anak hanya mengatakan kata pa pa dan ma ma, maka ibu harus merespon dengan kosa kata tambahan. Misalnya papa sedang bekerja atau ini mama sedang masak. Dengan memberikan perluasan bahasa, maka ocehan si kecil akan lebih banyak lagi di kemudian hari.

Ocehan Bayi Tak Sekedar Bunyi, tapi Juga Interaksi dan Komunikasi

Seorang professor psikologi di University of Lowa mengatakan jika para bayi yang menggunakan vokalisasi secara komunikatif, dengan makna yang jelas disebabkan karena dia telah belajar untuk berkomunikasi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dengan menanggapi ocehan bayi seolah olah mengerti apa yang dikatakanya, Anda telah membantu memperkenalkan konsep bahwa suara adalah lebih dari sekedar instrumen untuk menghasilkan bunyi bunyian namun juga menghasilkan interaksi sosial.

Penelitian tentang Pentingnya Menanggapi Ocehan Bayi

Studi terbaru yang diterbitkan oleh Journal Infancy, menyebutkan soal pentingnya orangtua menanggapi ocehan bayi.

Menurut penelitian tersebut, menanggapi ocehan bayi seolah-olah kita mengerti apa yang diucapkannya dapat mempercepat perkembangan bahasa mereka, lebih dari sekedar bercerita kepada bayi.

Para peneliti dari Univeristy of Iowa dan Indiana University mengamati interaksi sekelompok ibu dan bayi mereka dalam sesi bermain individual yang tidak terstruktur selama 6 bulan, dimulai ketika bayi berusia 8 bulan.

Dalam penelitian itu, para peneliti membuat kesimpulan terhadap dua kategori respon yang dilakukan ibu terhadap bayinya, (-) tanggapan yang ‘mengarahkan’, dimana ibu mengalihkan perhatian bayi ke tempat atau hal lain dengan bahasa tubuh, dan (-) tanggapan ‘sensitif’, dimana ibu secara lisan menjawab atau meniru ocehan bayi, seolah mengerti apa yang dikatakannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Meniru ocehan bayi dilakukan tidak hanya mengulang ocehannya, tapi juga memperluasnya. Misal ketika bayi mengoceh ‘pa-pa-pa’, ibu bisa merespon dengan ‘Pa-pa sedang kerja, ini ma-ma’,” ungkap catatan penelitian tersebut seperti dikutip dari TheAtlantic.com.

Hasil Penelitian yang Positif

Sebulan setelah sesi terakhir penelitian, para ibu mengisi survey tentang kemajuan berbahasa anak-anak mereka. Hasilnya, bayi yang ibunya menunjukkan banyak respon ‘sensitif’, memperlihatkan peningkatan vokalisasi yang baik. Artinya, ocehan bayinya lebih mirip seperti suku kata yang nyata.

“Para bayi menggunakan vokalisasi secara komunikatif, dengan makna yang jelas, karena mereka belajar dengan komunikatif,” kata penulis studi, Julie Gros-Louis, seorang profesor psikologi di University of Iowa.

Dengan kata lain, menanggapi ocehan si buah hati seolah-olah Parents mengerti apa yang dikatakannya, dan merespon dengan sesuai, Parents telah membantu memperkenalkan konsep bahwa suara adalah lebih dari sekedar instrumen untuk menghasilkan bunyi-bunyian, tetapi juga bisa menjadi alat interaksi sosial.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Ternyata dengan berpura pura menanggapi ocehan bayi , akan membuat anak menjadi lebih aktif dan cerdas. Sehingga meskipun sulit untuk memahami bahasa si kecil yang belum asih berbicara, bunda bisa memberikan pelajaran pertama saat masih kecil. Anak kecil juga akan berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Baca juga:

Anak Perempuan Lebih Cepat Bicara Daripada Anak Laki-laki, Ini Penjelasannya

Penulis

Putri Fitria