Bagaimanakah hukumnya bercinta saat haid dalam Islam? Ini penjelasannya

Bagaimanakah hukumnya bercinta saat haid dalam Islam? Ini penjelasannya

Bagaimanakah hukumnya berhubungan intim saat haid menurut Islam? Berikut ini kami berikan penjelasan lengkapnya untuk Anda

Ketika istri sedang haid, biasanya aktivitas bercinta ‘libur’ sementara. Namun, ada kalanya gairah suami tak bisa dipendam, dan berusaha mengajak istri berhubungan intim. Tapi sebenarnya bagaimana hukum berhubungan intim saat haid menurut Islam?

Haid adalah proses alami yang terjadi pada tubuh wanita setiap bulan. Terjadi ketika sel telur yang tidak dibuahi luruh bersama dinding rahim dan keluar dari tubuh perempuan sebagai darah haid. Dalam masa haid ini, Islam melarang para suami untuk menyetubuhi istrinya. 

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya. 

Dalil al-Qur’an mengenai hukum berhubungan intim saat haid menurut Islam berhubungan intim saat haid menurut islam

Dalam al-Qur’an surat Al Baqarah ayah 222 disebutkan:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah Suci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)

Ayat yang satu turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad SAW ketika ada seorang sahabat yang menanyakan persoalan berhubungan intim dengan istri yang sedang haid. Setelah ayat ini turun, umat Islam diharamkan berhubungan intim saat haid belum bersih

Ulama juga sepakat hukum berhubungan intim menurut Islam adalah haram, karena ayat di atas dengan jelas menyebutkan agar para suami menjauhi istri yang sedang haid. Menjauhi di sini artinya tidak berhubungan seks, sedangkan bermesraan atau bercumbu tetap dibolehkan, selama tidak ada aktivitas seksual penetratif yang terjadi.

Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, seorang ulama dan ahli tafsir dari Arab Saudi menuliskan tafsirannya terhadap ayah ini dalam Kitab Tasir As-Sa’di:

“Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haidh‘ maksudnya jima’ (di kemaluannya) khususnya karena hal itu haram hukumnya menurut ijma’. Pembatasan dengan kata “menjauh pada tempat haidh’ menunjukkan bahwa bercumbu dengan istri yang haidh, menyentuhnya tanpa berjima’ pada kemaluannya adalah boleh. (Tafsir As Sa’di jilid 1, hal 358)

Artikel terkait: Bercinta saat menstruasi, ini 5 risikonya!

Dalil Hadist tentang berhubungan intim saat haid menurut Islam 

berhubungan intim saat haid menurut islam, berhubungan intim saat haid belum bersih

Beberapa hadist sahih yang diriwayatkan dari sahabat dan istri Rasulullah SAW makin menguatkan pendapat bahwa berhubungan intim saat haid menurut Islam adalah haram.

Sebuah hadir yang diriwayatkan dari A’isyah ra berbunyi:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي

Apabila saya haid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku. (HR. Ahmad 25563, Turmudzi 132 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ketika para sahabat menanyakan tentang istri mereka pada saat haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah.” (HR. Muslim 302).

Ketika menjelaskan hadis ini, At-Thibi mengatakan,

إِنَّ الْمُرَادَ بِالنِّكَاحِ الْجِمَاعُ

“Makna kata ‘nikah’ dalam hadis ini adalah hubungan intim.” (Aunul ma’bud, 1/302)

Dari Anas bin Malik:

أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض…

Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Allah menurunkan surat Al Baqarah ayat 222.

Alasan berhubungan intim saat haid belum bersih tidak boleh dilakukan
berhubungan intim saat haid menurut islam, berhubungan intim saat haid belum bersih

Berhubungan intim saat haid menurut Islam tidak boleh dilakukan karena alasan berikut ini.

Melansir dari situs Islamqa, Dr. Muhammad al-Baar mengatakan, ada banyak bahaya bagi wanita jika berhubungan intim saat haid belum bersih. Dinding rahim yang luruh saat menstruasi akan membuat rahim rentan terhadap bakteri yang mungkin bisa terdapat pada penis suami. 

Beberapa bahaya lain berhubungan intim saat haid belum bersih adalah: 

  • Penyebaran infeksi ke tuba falopi, yang bisa menutup akses sel telur ke rahim. Sehingga bisa menyebabkan kemandulan atau kehamilan ektopik. 
  • Penyebaran infeksi ke uretra, kandung kemih dan ginjal. Sehingga bisa menyebabkan penyakit di saluran kencing. 
  • Peningkatan bakteri di darah menstruasi, yang bisa menyebabkan penyakit gonorrhea.
  • Risiko infeksi organ reproduksi pada suami jika memaksakan berhubungan intim saat haid belum bersih.

Selain itu, menstruasi seringkali disertai rasa sakit yang parah dan kondisi emosional yang tidak stabil. Selain itu, gairah seks wanita juga cenderung menurun saat sedang haid. 

Berhubungan intim saat haid menurut Islam tidak hanya dilarang, namun juga berbahaya bagi kesehatan. Baik suami maupun istri. Jadi sebaiknya dihindari.

 

Sumber referensi: Dalam Islam

Baca juga; 

Oral Seks Untuk Suami atau Istri, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner