Kekhawatiran terbesar para ibu: Kok berat badan anak saya turun?

lead image

Bila Bunda sering bertanya-tanya mengapa berat badan anak turun, berarti ini saatnya untuk melihat lagi kesehatan fisik dan mental anak secara serius. Berikut alasannya.

Sebagai seorang ibu, mimpi terburuk adalah saat berat badan anak turun. Pertanyaan ‘mengapa anak kurus?’ terus menghantui Bunda.

Meski Bunda sudah merawat anak dengan baik dengan memerhatikan makanan, aktivitas fisik, dan tidurnya, berat badan anak yang turun bisa menjadi penyebab utama kekhawatiran Anda.

“Sebenarnya berapa berat badan anak yang ideal? Apakah saya kurang memberinya makan? Apakah ia kurang sehat? Mengapa berat badan anak turun?”, pertanyaan-pertanyaan semacam ini mungkin terus membebani pikiran Anda.

Bila berat badan anak turun tanpa dapat dijelaskan, maka artikel ini ditulis khusus Anda, Bun!

Pertanyaan mendasar: mengapa berat badan anak turun?

Naik turunnya berat badan anak sebenarnya adalah sesuatu yang wajar. Namun jika berat badan anak turun secara tak terduga dan cepat, hal itu bisa membuat orangtua khawatir.

Bagi para remaja, pubertas memainkan peran penting dalam penurunan berat badan yang tanpa alasan. Hormon mereka memicu berbagai perubahan fisik, misalnya pembesaran testis pada anak laki-laki dan payudara pada anak perempuan.

Perubahan tubuh ini juga menyebabkan hilangnya berat badan secara tiba-tiba.

Berat badan anak turun biasanya disebabkan karena kalori yang terbakar dengan mudah, tidak makan makanan sehat, menderita penyakit, atau metabolisme tubuh rendah. Penurunan berat badan anak yang tak terduga dapat memiliki efek buruk pada kesehatan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Namun, sebelum Parents menganggap ada yang salah dengan anak Anda, pertama-tama mari kita harus memahami bagaimana kondisi kesehatan seseorang dapat ditentukan oleh berat badannya.

Berapa seharusnya berat badan ideal anak?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/berat badan anak turun anak kurus.jpg Kekhawatiran terbesar para ibu: Kok berat badan anak saya turun?

Untuk memeriksa apakah anak Anda sehat atau tidak, Parents harus memeriksa indeks massa tubuhnya (BMI atau Body Mass Index). Ini akan membantu Anda mengetahui apakah berat badan anak cukup ideal untuk tinggi badan dan usianya.

Parents bisa mengunjungi dokter anak atau membeli kalkulator BMI dan menggunakannya untuk mengecek kandungan lemak tubuh anak Anda dan berat badan idealnya.

Dr. Nancy Tan, konsultan dokter anak di Klinik SBCC Bayi dan Anak di Gleaneagles Medical Centre, mengatakan kepada theAsianparent dan menjelaskan bagaimana cara kerja penghitungan Indeks Massa Tubuh.

Inilah yang ia katakan:

“Body Mass Index (BMI) adalah pengukuran yang digunakan untuk menghitung apakah seseorang memiliki bobot tubuh yang kurang, lebih, atau bahkan obesitas berdasarkan berat dan tinggi badannya. Body Mass Index dihitung dengan membagi berat badan seseorang dengan tinggi badan mereka. Namun, ada variasi berdasarkan usia dan ras.

Karena tipe tubuh yang berbeda, disarankan agar ambang batas kelebihan berat badan untuk Asia Tenggara lebih rendang dibandingkan orang-orang Barat. 

Selain itu, ukuran BMI juga berbeda antara anak-anak dengan orang dewasa. Cara menghitungnya tetap sama tetapi perbandingan untuk menentukan kisaran berat badan yang ideal dibuat berdasarkan jenis kelamin dan usia anak yang sama.

Dengan semua faktor ini, menghitung BMI menjadi sangat rumit untuk Anda lakukan sendiri di rumah. Jika Parents khawatir berat badan anak kurang atau justru berlebih, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak yang dapat memberi saran.

Apa penyebab berat badan anak turun?

Banyak anak mengalami penurunan berat secara drastis jika menunjukkan gejala berikut bersamaan dengan bobot tubuh yang berkurang tanpa diduga. Dalam kebanyakan kasus, penurunan berat badan mungkin hanya menjadi indikator pertama dari masalah kesehatan yang lebih besar.

Oleh karena itu, tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan:

  • demam
  • dehidrasi
  • intensitas buang air kecil berkurang
  • diare atau muntah
  • demam dan batuk
  • sakit tenggorokan
  • nyeri dada dan telinga
  • sering mengantuk
  • depresi
  • gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia
  • kanker anak
  • masalah gastrointestinal

Bila Parents memerhatikan adanya perubahan seperti yang disebutkan di atas, segera bawa anak ke dokter. Namun, jika anak tidak mengalami salah satu dari tanda-tanda yang disebutkan di atas tetapi berat badan anak turun, hal ini mungkin disebabkan karena ia kekurangan nutrisi yang dibutuhkan.

Artikel terkait: 5 Tanda anak sakit serius yang tidak boleh diremehkan orangtua, Parents wajib tahu!

Bagaimana cara meningkatkan berat badan anak?

Untuk menambah beberapa kilogram bobot tubuh anak, Parents mungkin ingin mengubah pola makannya. Dengan menambahkan lemak sehat serta meningkatkan nutrisi dan mineral penting, anak bisa mencapai berat idealnya.

  • Berikan anak minimal lima porsi buah dan sayur dari jenis-jenis bervariasi.
  • Berikan makanan mengandung karbohidrat tinggi seperti nasi, kentang, mie, pasta.
  • Masukkan susu dan produk turunannya (keju, mentega, yogurt, es krim) dalam menu makanan anak.
  • Tambahkan makanan tinggi protein seperti telur, ikan, biji-bijian dan juga kacang-kacangan.
  • Pastikan anak mengonsumsi banyak cairan atau setidaknya 10 gelas air per hari.

Terlepas dari mengatur pola makan, pastikan anak cukup istirahat dan menjalani hidup bahagia bebas stres. Kesehatan psikologis merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan fisiknya.

 

*Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Deepshikha di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Tips dan Cara Menaikkan Berat Badan Anak yang Terlalu Kurus

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.