Bayi Selamatkan sang Ibu dari Kanker Payudara Stadium 3

Bayi Selamatkan sang Ibu dari Kanker Payudara Stadium 3

Ketika sang bayi menolak menyusu pada salah satu payudaranya, ibu ini punya firasat ada sesuatu yang tak beres. Apakah yang terjadi? Ternyata ia menderita kanker payudara stadium 3.

Ketika sang bayi menolak menyusu pada salah satu payudaranya, ibu ini punya firasat ada sesuatu yang tak beres. Apakah yang terjadi? Ternyata ia menderita kanker payudara stadium 3.

Shakti Dalal, seorang ibu di Texas, awalnya berpikir bahwa bayinya Laila hanya sekadar rewel ketika terus menolak disusui dari salah satu payudaranya. Ia seolah ingin memberitahu bahwa ada bahaya yang tengah mengintai sang ibu.

Shakti kemudian mencari tahu mengapa bayinya begitu rewel. Setahunya, ia punya ASI yang cukup. Shakti kemudian mencoba memeriksa sendiri payudaranya dan menemukan benjolan di bawah ketiaknya.

Dia pikir benjolan itu hanya ASI yang tersumbat. Laila saat itu masih dua bulan dan ASInya melimpah. Meski demikian, Shakti pikir sebaiknya tetap periksa ke dokter.

ibu-menyusui ASI anaknya

Divonis kanker payudara stadium 3

Hasilnya membuat Shakti dan suaminya Sam sangat terkejut. Dokter mendiagnosa ibu tiga anak ini tengah digerogoti kanker payudara stadium 3. Sel kanker pun telah menyebar ke kelenjer getah bening.

Menurut dokter, kemungkinan, si kecil Laila merasakan perubahan rasa ASI karena adanya sel kanker.

Shakti tak punya riwayat kanker payudara dari keluarga. Ia pun seorang vegetarian. “Tidak ada faktor risiko yang ada pada saya. Laila yang memberi tahu saya ada sesuatu yang tak beres. Dia malaikat saya. Dia temukan kanker dalam tubuh saya,” katanya pada Yahoo News.

Kemudian Shakti menjalani kemoterapi, radiasi, dan pengangkatan sebelah payudara (mastectomy).

Video Persalinan normal Kebiasaan-Kebiasaan-yang-Perlu-Dilakukan-Ibu-Hamil-Supaya-Bisa-Melahirkan-Normal lahir

Ikut ajang Triathlon

 Kanker payudara stadium 3 yang menyerangnya memang menjadi cobaan bagi keluarga Shakti. Dia kini lebih banyak menghabiskan waktu luangnya dengan anak lelakinya, Niko (10th), Dilan (8th),dan tentu saja si kecil penyelamat, Laila, yang kini sudah menginjak usia 3 tahun.

 

Perempuan 41 tahun ini bersyukur kini berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Ia bahkan ikut dalam ajang triathlon, ajang perlombaan olahraga yang mempertandingkan tiga cabang olahraga sekaligus, lari, renang dan sepeda, dalam waktu berurutan.

Parents, semoga kisah nyata ini dapat menjadi inspirasi kita semua.

ibu tak pernah tidur nyenyak

Cara Mencegah Kanker Payudara

Perawatan untuk kanker payudara belakangan ini sudah semakin baik. Namun, lebih baik mencegah daripada mengobati. Ada lebih banyak cara untuk mencegah penyakit ini, daripada mengobati. Enam langkah sederhana dari Siteman Cancer Center ini dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara.

1. Jaga berat badan

Menjaga berat badan sangat sering dikatakan, tetapi sulit dilakukan. Mempertahankan berat badan yang sehat adalah tujuan penting bagi semua orang. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker payudara, terutama setelah menopause.

2. Olahraga teratur

Wanita yang aktif secara fisik setidaknya 30 menit sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Olahraga teratur juga merupakan salah satu cara terbaik untuk membantu menjaga berat badan.

3. Makan buah, sayur, dan hindari alkohol

Diet sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Cobalah makan banyak buah-buahan dan sayuran dan mengurangi minum minuman beralkohol. Jika Anda tidak minum alkohol, sebaiknya teruskan kebiasaan tersebut. Jika Anda minum alkohol, sudah saatnya untuk mengurangi jumlah yang Anda minum per hari.

4. Jangan Merokok

Perokok dan non-perokok sama-sama tahu betapa tidak sehatnya merokok. Selain menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan setidaknya 15 kanker – termasuk kanker payudara – merokok juga menyebabkan bau mulut, gigi rusak, dan kerutan di wajah.

5. Menyusui, jika memungkinkan

Menyusui selama satu tahun atau lebih (tidak hanya satu anak) menurunkan risiko kanker payudara. Ini juga memiliki manfaat kesehatan yang besar bagi anak.

6. Hindari pil KB, khususnya setelah usia 35 tahun atau ika Anda merokok

Pil KB memiliki risiko dan manfaat. Semakin muda seorang wanita, semakin rendah risikonya. Wanita yang mengonsumsi pil KB, memiliki sedikit risiko kanker payudara. Risiko ini hilang dengan cepat, setelah berhenti minum pil. Risiko stroke dan serangan jantung juga meningkat saat minum pil, terutama jika Anda merokok.

Namun, penggunaan jangka panjang juga dapat memiliki manfaat penting, seperti menurunkan risiko kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker rahim – belum lagi kehamilan yang tidak diinginkan – jadi ada banyak manfaatnya. Jika Anda sangat khawatir tentang kanker payudara, menghindari pil KB adalah salah satu pilihan untuk mengurangi risiko.

Sumber : sg.theAsianParent

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner