TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Ingin tetap menyusui saat hamil? Ini 4 hal penting yang harus diperhatikan

Bacaan 3 menit
Ingin tetap menyusui saat hamil? Ini 4 hal penting yang harus diperhatikan

Amankah menyusui saat hamil? Ataukah malah berbahaya bagi kandungan?

Banyak artikel yang beredar tentang bahaya menyusui saat hamil. Bahkan, tak jarang pula artikel yang menyatakan bahwa menyusui saat hamil bisa menimbulkan kontraksi dini dan keguguran.

Benarkah hal itu? Lalu, apakah semua ibu idak boleh menyusui saat hamil?

Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Bahaya menyusui saat hamil

bahaya menyusui saat hamil 1

Menurut penjelasan dari laman resmi American Pregnancy, menyusui saat hamil memang bisa menyebabkan kontraksi rahim ringan. Hal ini terjadi karena hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui dapat merangsang kontraksi.

Namun pada kehamilan yang sehat, kontraksi ini seharusnya tidak masalah karena umumnya tidak akan menyebabkan persalinan prematur. Selain itu, jumlah hormon yang dilepaskan pun terbilang cukup kecil sehingga tidak cukup berbahaya untuk janin hingga menyebabkan keguguran.

Tak hanya hormon oksitosin, ada pula sejumlah kecil hormon kehamilan lainnya yang mungkin masuk ke dalam ASI dan mempengaruhi janin. Anda tak perlu terlalu khawatir karena hormon-hormon ini tidak akan menimbulkan risiko yang berbahaya bagi bayi Anda.

Lebih lanjut, dr. Rievia Bahasoean dari laman Alo Dokter mengatakan bahwa menyusui saat hamil menurut penelitian medis dan agama merupakan hal yang relatif aman asalkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan ibu, bayi dan juga janin yang dikandung.

Hal yang harus diperhatikan agar bahaya menyusui saat hamil bisa dihindari

Ingin tetap menyusui saat hamil? Ini 4 hal penting yang harus diperhatikan

Beberapa hal yang harus diperhatikan ialah:

1. Asupan gizi

Ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan gizi yang sama banyaknya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi karbohidrat, protein, kalsium dan juga kebutuhan vitamin lainnya bila hendak menyusui saat hamil.

2. Perbanyak mengonsumsi air mineral

Kekurangan cairan dapat berdampak buruk pada janin maupun ibu yang sedang hamil.

3. Produksi ASI yang berkurang

Peningkatan hormon estrogen saat hamil membuat ASI merubah dan berkurang. Perubahan ini membuat beberapa anak mungkin akan lebih siap untuk disapih lebih awal dari yang diperkirakan. Namun beberapa anak lainnya mungkin justru semakin terikat dan tidak siap disapih.

Ingin tetap menyusui saat hamil? Ini 4 hal penting yang harus diperhatikan

4. Faktor fisik dan psikis ibu

Penting untuk diingat bahwa menyusui saat hamil memang aman dan bermanfaat. Namun, menyusui saat hamil juga bisa memberikan beberapa tantangan untuk ibu hamil.

Misalnya, beberapa tantangan fisik mungkin termasuk mual karena ASI yang turun dan puting yang sakit. Sebab hampir 75% ibu mengatakan mengalami puting yang sakit ketika menyusui saat hamil.

Ibu hamil juga biasanya akan lebih cepat merasa lelah karena hamil dan menyusui secara bersamaan dapat mengeluarkan energi yang banyak.

Jadi, ibu hamil sebaiknya bertanya pada diri sendiri apakah siap menyapih anak lebih dini atau tidak? Pertimbangan penting lainnya adalah apakah anak menyusui untuk nutrisi atau hanya untuk kenyamanan.

“Selama energi dan nutrisi yang keluar masuk seimbang maka menyusui saat hamil tidak akan menjadi masalah. Anda dapat melakukan diskusi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dapat mengambil keputusan.

Apakah tetap memberikan ASI atau mulai memberikan susu formula pada anak Anda dan rutin lakukan kontrol untuk melihat perkembangan janin. Mengingat usia anak Anda sudah lebih dari 6 bulan maka sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI,” ujar Rievia.

Artikel terkait: Bolehkah ibu menyusui saat hamil?

Kondisi ibu yang boleh dan tidak boleh menyusui saat hamil

bahaya menyusui saat hamil 2

Meskipun menyusui saat hamil terbilang aman. Namun tidak semua ibu hamil bisa melakukannya.

Berikut ini beberapa kondisi ibu yang tidak disarankan untuk menyusui saat hamil.

  • Memiliki kehamilan berisiko tinggi atau berisiko persalinan prematur
  • Mengandung anak kembar
  • Telah disarankan untuk menghindari hubungan seks saat hamil
  • Mengalami perdarahan atau nyeri rahim

Pada beberapa kondisi ini, umumnya dokter akan menyarankan Anda untuk menyapih anak. Namun bila Anda tetap ingin menyusui saat hamil, sebaiknya konsultasikan pada dokter spesialis kandungan dan kebidanan apakah hal itu aman atau tidak.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi: American Pregnancy, Alo Dokter

Baca juga:

5 Asupan Mikro-Nutrien Penting bagi Ibu Hamil dan Menyusui di Indonesia

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Ingin tetap menyusui saat hamil? Ini 4 hal penting yang harus diperhatikan
Bagikan:
  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

    Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

  • Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

    Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

  • 10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

    10 Penyebab Payudara Sakit Selama Menyusui dan Cara Mengatasinya

  • Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

    Amankah Menyusui Sambil Tiduran? Cek Penjelasannya di Sini, Bunda!

  • Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

    Ibu Menyusui Makan Jengkol, Benarkah Mengubah Rasa dan Aroma ASI?

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti