TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Cyberbullying?

Bacaan 4 menit
Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Cyberbullying?

Beragam jejaring sosial bermunculan dan begitu pula jumlah teman anak kita. Namun, kemungkinan mengalami cyberbullying juga makin terbuka lebar.

Jadilah supporter terbaik anak, agar mereka mampu mengatasi cyberbullying.

Jadilah supporter terbaik anak, agar mereka mampu mengatasi cyberbullying.

Waspadai Cyberbullying

Bullying secara harafiah dapat diartikan dengan mengintimidasi seseorang untuk melakukan sesuatu yang diinginkan si pengancam.

Namun pada beberapa dekade terakhir bullying lebih identik dengan tindakan mengolok-olok seseorang dalam komunitas atau kelompok, serta mempengaruhi anggota kelompok lain untuk melakukan tindakan yang sama.

Tindakan mengolok-olok secara bersama-sama ini selanjutnya berkembang menjadi cyberbullying.

Munculnya raksasa jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter bukan hanya memudahkan kita untuk berinteraksi, namun juga membuka peluang anak kita mengalami cyberbullying.

Tindakan ini biasanya dipicu oleh sebuah foto atau video memalukan tentang seseorang, kemudian dikomentari dan diolok-olok oleh rekan-rekannya di jejaring sosial.

Demikianlah cyberbullying dimulai. Meski niat awalnya mungkin hanya bercanda, namun beberapa remaja memilih bunuh diri akibat tak tahan di-bully di internet.

 

cyberbullying

Hingga saat ini telah tercatat 10 anak muda di seluruh dunia yang mati sia-sia akibat cyberbullying, dan yang mengejutkan salah satu diantaranya berasal dari Indonesia!

Korban cyberbullying asal Indonesia bernama Yoga Cahyadi (36) nekat mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas di kawasan Bantul, Jogjakarta, setelah menerima cyberbullying hujan cercaan di jejaring Twitter terkait kegagalan sebuah konser musik yang dipromotorinya.

Ini cukup mengejutkan mengingat korban berusia cukup matang dan dikenal sebagai pribadi yang enerjik. Jika orang dewasa saja bisa mengalami stres akibat cyberbullying, bagaimana anak-anak kita akan meresponnya?

Strategi ‘berperang’ di dunia maya

Sebagai orang tua, tentu kita tidak ingin anak-anak kita mendapat perlakuan buruk, baik secara verbal maupun non verbal dari teman-teman mereka.

Namun kita tak selalu dapat berada di sisi mereka dan membantu anak-anak menghadapi kawan sekaligus lawan yang akan mereka jumpai dalam kehidupan cybernya sehari-hari.

Jika anak Anda telah melek internet dan mempunyai akun di banyak media sosial, ada baiknya kita dukung mereka dengan cara-cara kami di bawah ini agar mereka lebih tangguh dan dapat memenangkan pertarungan cyberbullying.

1. Komunikasi

Tingkatkan kewaspadaan ketika mendadak anak Anda menunjukkan perubahan sikap. Ajak ia berjalan-jalan atau makan di luar berdua saja. Berceritalah tentang apa yang Anda lakukan seharian, dan tunggu sampai ia menceritakan isi hatinya.

cyberbullying

2. Konsekuensi
Selalu tanamkan pemahaman sejak dini bahwa semua tindakan memiliki konsekuensi. Jadi ketika anak khilaf dan kesalahannya menjadi bahan olokan teman-temannya, ia dapat menerima kenyataan bahwa ia di-bully sebagai resiko atas kesalahan yang dilakukannya.

3. Percaya diri

Seorang anak yang percaya terhadap dirinya sendiri tak akan ambil pusing terhadap komentar teman-temannya. Ia akan bertindak menurut apa yang diyakininya dan bukan menuruti perkataan teman-teman, atau sekedar mengikuti mainstream yang sedang berlangsung. Anda dapat menanamkan rasa percaya diri pada anak melalui kegiatan olahraga, kesenian atau pramuka.

4. Berani tampil beda

Karena para ABG biasanya memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan ke-aku-annya masing-masing, dukung anak untuk memamerkan diri melalui bakat atau kelebihan yang dimilikinya. Misalnya anak Anda suka menggambar kartun, sarankan ia untuk mengunggah karyanya ke akun media sosialnya dan beri dukungan dengan memencet tombol ‘like’.

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak
Bukan Belajar Komputer, Ini Lima Aktivitas Seru untuk Mengenalkan Keterampilan Berpikir Komputasional pada Anak

cyberbullying

5. Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

Ada kalanya cyberbullying dilakukan dengan tanpa alasan spesifik. Bisa jadi sekedar iseng karena pelakunya kurang kerjaan dan kurang hiburan. Anda bisa menyarankan anak untuk meng-unfollow atau menghapus teman-teman yang telah mem-bully-nya di media sosial.

Jika anak Anda khawatir karena ia masih dapat bertemu dengan teman-teman yang mem-bully-nya di sekolah atau di sekitar rumah, minta ia untuk mengatakan bahwa akun media sosialnya telah di-hack jadi ia tak tahu apa yang sedang ramai dibicarakan di Twitter. Atau, minta ia mengatakan kalau ia punya game PS baru sehingga tidak punya waktu untuk mengakses akun media sosialnya.

Jangan lupa untuk menjadi supporter terbaik bagi anak Anda, sehingga mereka tak merasa sendirian dan tidak akan gentar meski menghadapi serangan cyberbullying dalam bentuk apapun. Nah, selamat ‘berperang’ di medan cyber!

Baca juga artikel menarik ini:

Sweetie, Gadis yang Menjerat 1000 Predator Seks Anak

Cara Aman Berinternet untuk Anak

Waspadai Wisata Seks Anak Melalui Webcam

Bullying di Sekolah

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Bagaimana Membantu Anak Mengatasi Cyberbullying?
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

    7 Ciri-ciri Anak Jenius atau Gifted Child, Si Kecil Salah Satunya? Cek!

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti