TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Inspirasi untuk Semua, Kisah Seorang Ayah Tetap Bekerja Meski Alami Patah Tulang

Bacaan 5 menit
Inspirasi untuk Semua, Kisah Seorang Ayah Tetap Bekerja Meski Alami Patah Tulang

Nyeri hebat tidak menghalagi pria ini berjuang sebagai kepala keluarga yang hebat.

Menjadi kewajiban mutlak seorang ayah sebagai kepala keluarga untuk menafkahi anggota keluarga dengan selayaknya. Ayah pejuang dan bertanggung jawab akan melakukan segala daya upaya positif demi keluarga hidup dengan baik. Seperti kisah ayah bekerja meski tulang patah berikut yang mendadak viral.

Kisah Ayah Bekerja Meski Tulang Patah

Cerita ini pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Twitter @asaibrahim pada Senin, 11 Oktober 2021. Asa Ibrahim sendiri merupakan seorang dokter bedah tulang yang rutin melayani pasien setiap hari.

Awal Thread media sosialnya, dokter Asa menyebutkan rasa takjub ketika salah seorang pasien datang padanya dan mengeluh nyeri dada. Saat diperiksa, pasien tersebut juga menuturkan ia merasa sesak. Tanpa ragu, Dokter Asa pun langsung memeriksa kondisi pasiennya tersebut.

Kisah Ayah Bekerja Meski Tulang Patah

Sumber: Twitter @asaibrahim

Alangkah terkejutnya ketika ia melakukan rontgen dan diketahui sebanyak empat tulang iga pria paruh baya tersebut sudah patah! Tak heran, kondisi ini membuat bagian dada dan sesak napas kerap dirasakannya.

“Takjub banget kemarin sama pasien. Laki-laki usia 40-an. Nyeri dada akibat benturan masih dibawa kerja terus sambil kesakitan dan sesak. 4 hari kemudian baru ke dokter. Yang bikin saya takjub, setelah dironsen ternyata ada 4 ruas tulang iga yang patah,” demikian penuturan awal dokter Asa.

Setelah diajak mengobrol, dokter Asa pun terkejut dengan penuturan pasiennya mengapa ia masih bekerja. “Katanya, ‘Gak bisa istirahat dok, harus cari nafkah untuk keluarga’. ,” lanjutnya.

Keterkejutan tidak berhenti karena pekerjaan pria baya tersebut adalah sebagai sopir pengangkat barang. Tugas ini tentunya membutuhkan energi ekstra, ditambah iga yang patah sudah pasti menimbulkan rasa nyeri luar biasa.

Artikel terkait: Kisah Oknum Nakes Lecehkan Pasien yang Mau Melahirkan, Ini Kronologinya

“Saya sampe ga percaya. Jangankan kerja (pasiennya kerjanya nyopir dan antar barang). Cuma duduk tarik napas aja namanya patah tulang iga itu SANGAT NYERI. Saya bener-bener takjub, ni pasien bisa aktivitas sgala macam selama 4 hari, sampe akhirnya dipaksa dan dianter temannya ke dokter,” sambung dokter Asa.

Kisah Ayah Bekerja Meski Tulang Patah

Sumber: Twitter @asaibrahim

Lebih lanjut, dokter Asa pun mengungkapkan mengapa bisa tulang iga yang patah akan disertai gejala menyakitkan.

“Kenapa sesak? Karena ada gangguan ventilasi (proses mengambil napas), setiap tarik napas dia nyeri banget karena tulang rusuk yang patah bergerak bergesekan. Demi keluarga, dia paksa cari nafkah. Bahkan pasien tidak mau rawat inap karena takut merepotkan keluarga. Saya kehabisan kata-kata,” jelas dokter Asa.

“Jangankan kerja, terbaring dengan oksigen aja biasanya sesak banget napasnya, kesakitan, perlu rawat inap berhari-hari. Saya sangat takjub.,” ujar dokter Asa lagi. Di akhir Thread nya, dokter Asa mengingatkan followers-nya betapa luar biasa perjuangan seorang ayah menafkahi keluarga.

“Pengorbanan seorang ayah memang luar biasa, untuk keluarga dan anak-anak, untuk mencari nafkah. Saya takjub pada kasus ini bahkan nyawa bisa sampai melayang. Bbahkan saya sampe tanya, bapak punya ilmu kesaktian apa kok bisa patah tulang iga tetap kerja 4 hari?

Cuma mau share aja sih, kadang tanpa kita sadari tanpa kita tahu mungkin orangtua kita berkorban mati2an bahkan sampai mengancam kesehatan/jiwanya supaya kita bisa makan/sekolah/bahagia. Yuk selalu doakan orang tua kita, jangan lupa telp atau sempatkan bertemu.”, pungkas dokter Asa.

Sontak, unggahan yang dibagikan dokter Asa ini banjir sorotan warganet. Tak sedikit yang membagikan kisahnya juga karena pernah merasakan hal serupa. Tak sedikit warganet yang turut mendoakan agar bapak ini selalu dilapangkan kesehatannya agar tetap bisa bekerja demi keluarga.

Artikel terkait: Kisah Pria Memberi Hadiah 250 Lot Saham untuk Istri di Pernikahan

Faktor Risiko Patah Tulang

Kisah Ayah Bekerja Meski Tulang Patah

Parents, kondisi patah tulang iga bisa dialami oleh siapa saja. Mengutip laman Alodokter, biasanya orang berikut lebih rentan mengalaminya:

  • Usia lanjut
  • Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah berusia di atas 50 tahun
  • Gaya hidup yang kurang aktif bergerak atau sedentary lifestyle
  • Kurang asupan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu lama
  • Memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Menderita rheumatoid arthritis, diabetes, gangguan saluran percernaan, atau gangguan pada kelenjar endokrin

Secara umum, seseorang yang mengalami patah di area tulang akan merasakan nyeri teramat sangat di area yang patah. Memar dan bengkak, tulang mencuat keluar dari kulit, dan kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang patah menjadi deretan gejalanya.

Saat diagnosis awal, dokter akan menanyakan runutan pertanyaan antara lain gejala, riwayat penyakit atau cedera. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang terindikasi mengalami patah tulang. 

Untuk memastikan tingkat keparahan patah tulang, dokter akan melakukan pemindaian dengan Rontgen, CT scan, dan MRI. Pemeriksaan darah dan pemeriksaan kepadatan tulang juga bisa dilakukan untuk mencari tahu ada tidaknya penyakit lain yang meningkatkan risiko patah tulang.

Jika sudah pasti patah, pemberian obat akan dilakukan untuk meredakan nyeri. Dokter juga bisa memasang gips untuk mencegah tulang patah bergerak selama proses penyembuhan, upaya traksi untuk menyejajarkan tulang kembali, juga operasi demi menyambung tulang yang patah.

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para Ayah senantiasa berjuang dan tidak mudah menyerah untuk menghidupi keluarga tercinta.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

 

Baca juga:

Kisah Haru Pemuda Difabel Berjualan Jeruk demi Sang Ibu, Bahagia Dagangan Diborong

Salut, Ini Kisah Anak-anak yang Rela Jualan Demi Sekolah dan Keluarganya

Viral Orang dengan Gangguan Jiwa Melahirkan, Kisahnya Bikin Haru

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Inspirasi untuk Semua, Kisah Seorang Ayah Tetap Bekerja Meski Alami Patah Tulang
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti