Aurel Hermansyah Mengaku Trauma akibat Perceraian Anang dan Krisdayanti

Meski perceraian Anang dan KD sudah terjadi cukup lama, tapi Aurel mengaku jika sampai sekarang momen tersebut masih membekas dalam hidupnya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sejumlah anak mengaku jika perceraian orangtua menjadi salah satu momen tersulit dalam hidup mereka. Ternyata, ini juga dirasakan oleh putri sulung Anang bersama Krisdayanti (KD). Aurel Hermansyah trauma dengan perceraian Anang dan KD beberapa tahun silam.

Melalui perbincangan dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube Rian Ekky Pradipta, vokalis grup musik D’Masiv, Aurel mengaku masih belum bisa melupakan momen perceraian kedua orangtua kandungnya. Kejadian tersebut masih membekas di ingatannya.

Aurel dan Rian sedang berbincang di YouTube Rian Ekky Pradipta.

Artikel Terkait : Mengenang masa sulit bersama sang ayah, Aurel mengaku paling dekat dengan Anang

“Aurel, apa momen terberat kamu selama kamu hidup? Momen yang nggak bisa dilupakan?” tanya Rian kepada Aurel di awal-awal perbincangan mereka.

“Pengalaman terberat yang selalu membekas ada di bayangan dan buat aku terkadang suka trauma dan takut itu pas kecil, ketika orangtua pisah. Jadi kadang, tuh, masih suka kepikir, itu aja yang paling berat,” jawab Aurel.

Aurel Hermansyah Trauma dengan Perceraian Anang dan KD

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kakak dari Azriel Hermansyah ini tidak menampik jika dirinya begitu trauma dengan perceraian orangtuanya. Apalagi ia harus mengetahui kenyataan pahit tersebut pada usia yang masih sangat belia.

“Itu karena waktu itu, kan, aku masih kecil. Terus tahu (orangtua berpisah) jadi pasti traumanya besar,” sambung Aurel menjawab pertanyaan Rian.

Perceraian Anang dan KD memang membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi Aurel dan sang adik. Namun, Aurel mengaku jika saat itu dirinya terus berusaha untuk ikhlas menerima keadaan.

Meski alami trauma berat, beruntung Aurel tidak tersungkur begitu jauh ke dalam perasaan tersebut. Ia bisa bangkit dan tumbuh menjadi anak yang kuat, serta menerima kondisi perceraian kedua orangtuanya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kejadian yang Menimpa Orangtuanya Dahulu Dijadikan Pelajaran bagi Aurel

Selain ikhlas, ternyata perempuan yang akan genap berusia 22 tahun pada 10 Juli mendatang ini juga menjadikan cobaan yang menimpa dirinya di masa lalu sebagai pelajaran berharap dalam hidup. Terlebih, ia mendapat dukungan penuh dari banyak pihak.

“Memang pas kecil, kan, banyak hal yang aku alami, aku lihat dan aku rasakan. Di situ aku jadikan pelajaran. Aku banyak ngobrol sama orang, mungkin ada beberapa psikolog juga aku ngobrol bareng, aku tanya. Ya memang aku harus belajar ikhlas,” ucap Aurel.

“Sebenarnya aku juga nggak mengerti, sih, kenapa aku bisa sekuat ini. Cuma, memang dari keluarga, dari orangtua, dari Bunda (Ashanty) sama Pipih (Anang) juga yang selalu kasih semangat. Terus, aku memang tipikal anak yang ‘ya sudahlah sama masa lalu’,” sambung Aurel.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel Terkait : 9 Dampak perceraian terhadap psikologis anak yang perlu diwaspadai orangtua

Aurel Masih Suka Teringat Luka Masa Lalu

Walau perceraian orangtuanya sudah lama terjadi dan Aurel bangkit menjadi seseorang yang lebih kuat, serta bahagia dari masa lalunya, tapi ia mengaku masih suka teringat kejadian tersebut. Perceraian orangtua tetap membekas di benaknya.

“Alhamdulillah banyak banget yang bilang kalau aku itu anak yang kuat, Bunda juga bilang begitu. Anak yang kalau sudah besar katanya jadi wanita yang kuat,” ujar Aurel.

“Cuma terkadang yang namanya luka, walaupun sudah lama, sudah sama-sama bahagia, tapi masih berbekas saja. Jadi sekarang lagi belajar untuk coba buat ‘yasudah lah’, tapi terkadang masih suka terbayang juga,” imbuhnya.

Perceraian Tidak Membuat Rasa Cinta Aurel kepada Orangtuanya Luntur

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Lalu, rasa cinta kamu sama orangtua bagaimana?” Rian kembali bertanya kepada Aurel.

“Namanya orangtua, apalagi kalau Mimih (KD) memang yang melahirkan, kalau sayang, ya, sayang banget. Sama Pipih juga sayangnya besar banget, sama Bunda juga. Aku sayang sama tiga-tiganya,” jelas Aurel.

“Jadi Pipih juga selalu mengajarkan kalau bagaimanapun ibumu, dia yang melahirkan, jadi ibumu, ya, ibumu. Kalau rasa itu nggak akan pernah berubah, sama orangtua selalu sayang. Sampai sekarang tetap ngobrol,” lanjut Aurel menjelaskan.

Nah, dari kisah Aurel membuktikan jika anak memang akan menjadi korban perceraian orangtua, tapi tak selamanya berujung pada kondisi yang buruk. Sebab, hal itu bergantung bagaimana perlakuan orangtua kepada anak setelah berpisah.

Agar anak tidak terjerumus ke arah negatif, maka orangtua tetap perlu berikan perhatian dan kasih sayang kepada anak, sama seperti sebelum perceraian itu terjadi. Lalu, terus berikan dukungan kepadanya, atau bisa juga minta bantuan psikolog jika memang itu dibutuhkan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Itulah kisah Aurel Hermansyah trauma terhadap perceraian kedua orangtuanya, tapi ia tetap bisa bangkit menerima kenyataan tersebut. Sungguh anak yang luar biasa, ya, Aurel!

Baca Juga :

9 Langkah untuk bantu anak hadapi perceraian orangtua