Heboh Betrand Peto mencoba ASI Sarwendah, bagaimana hukumnya dalam agama Islam?

Heboh Betrand Peto mencoba ASI Sarwendah, bagaimana hukumnya dalam agama Islam?

Belum lama ini warganet menyoroti kabar Betrand Peto mencoba ASI perah milik Sarwendah. Bagaimana hukumnya mengenai saudara sepersusuan? Berikut penjelasannya.

Kabar Betrand Peto ikut meminum ASI Sarwendah seketika membuat heboh publik. Pasalnya, banyak yang berpendapat kalau Betrand sudah bukan bayi lagi untuk mengonsumsi ASI perah milik Sarwendah.

Awal mula Betrand Peto minum ASI Sarwendah

Mulanya, anak angkat Ruben Onsu dan Sarwendah itu yang meminta sendiri untuk meminum ASI. Hal ini karena ia tak pernah merasakan ASI sejak kecil dan penasaran bagaimana rasanya.

“Dikasih ASI itu karena ada satu momen di mana Betrand itu sedih dan diam saja. Betrand melihat adiknya disusui ibunya. Betrand hanya bilang ‘bahagia ya Bun jadi Thania, dia minum air susu ibu’. ‘Kenapa emangnya?’ ‘Kakak waktu kecil minum teh manis’. Itu kata Betrand,” ungkap Ruben Onsu, dikutip dari Kompas.com

 

View this post on Instagram

 

Emak-emak jalan sama anak Abgnyaa @betrandpetoputraonsu biar ketularan muda🤪🤪#SW #Sarwendah #MotherHood

A post shared by Sarwendah29 (@sarwendah29) on

Karena tak tega melihat Betrand sedih, akhirnya Ruben menawarkan pada Betrand untuk meminum ASI perah milik Sarwendah.

“Dia (Betrand Peto) sudah dari anak kami. Jadi, saya tawarin ‘kakak mau minum susu Bunda?’ Kan ada susunya Wenda yang dipompa,” kata Ruben dikutip dari Kompas.com.

Artikel terkait: Anak Ruben Onsu bertambah dengan kehadiran Betrand Peto, siapa dia?

Betrand Peto minum ASI Sarwendah, adakah manfaat ASI untuk anak remaja?

Mengutip dari detikHealth, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, dari Satuan Tugas ASI IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), mengatakan bahwa ASI sangat bermanfaat untuk bayi. Sedangkan Betrand Peto sudah berusia 14 tahun. Ia justru mempertanyakan apa tujuannya bila diberikan atau dikonsumsi oleh remaja.

“Tujuannya apa? Karena kalau bayi kan jelas tujuannya. Pertama, ASI itu untuk nutrisi. Kedua proses menyusui itu untuk kebutuhan mental emosional, ada bonding antara bayi dan ibu. Ketiga, fungsi stimulasi sensorik dan motorik. Ini fungsi vital yang harus dimiliki bayi untuk tumbuh kembangnya. Kalau untuk anak remaja atau dewasa saya nggak paham fungsinya apa,” kata dr. Wiryani.

Sampai saat ini pun belum ada penelitian tentang manfaat ASI untuk anak remaja maupun orang dewasa.

Bagaimana hukum saudara sepersusuan dalam agama Islam

1. Hukum saudara sepersusuan akan menjadi mahram

Bila membahas dalam sisi agama Islam, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah anak angkat bisa menjadi mahram untuk keluarga angkatnya?

Dikutip dari Konsultasi Syariah, agama Islam membolehkan seseorang untuk mengangkat anak orang lain sebagai anaknya sendiri. Namun perlu diperhatikan apakah anak tersebut bisa menjadi mahram bagi keluarga barunya atau tidak.

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa menasabkan (atau menyebut nama bin/binti) anak kepada bapak angkatnya tidak boleh dilakukan. Sebab, menasabkan harus kepada bapak kandungnya.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ زَيْدَ بْنَ حَارِثَةَ مَوْلَى رَسُوْلُ اللهِ مَا كُنَّا نَدْعُوْهُ إِلاَّ زَيْدَ بْنَ مُحَمَّدٍ حَتَّى نَزَلَ الْقُرْآنُ ادْعُوْهُمْ لِآبَائِهِمْ

Dari Ibnu Umar bahwa Zaid bin Haritsah maula Rasulullah, (Ibnu Umar berkata), “Dulu kami tidak memanggil Zaid kecuali dengan panggilan Zaid bin Muhammad, sehingga turunlah ayat; (panggillah anak-anak angkatmu dengan (menasabkan kepada) nama bapak-bapak mereka, karena itulah yang lebih adil di sisi Allah.” (HR. Bukhari no. 4782, dan Muslim no.2425).

Lalu bagaimana agar anak angkat dapat menjadi mahram bagi keluarga barunya?

betrand peto

Betrand Peto minum ASi Sarwendah, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Menurut sumber yang sama, seorang anak angkat dapat menjadi mahram apabila melalui dua cara. Pertama adalah dengan mengangkat anak dari keluarganya sendiri atau masih menjadi keluarganya secara keturunan/nasab. Misalnya seorang laki-laki mengasuh anak laki-laki dari saudari istrinya, maka anak ini menjadi mahram untuk sang istri karena anak itu merupakan keponakannya sendiri.

Cara kedua, yaitu dengan menjadikannya sebagai saudara sepersusuan. Karena saudara sepersusuan dapat menimbulkan hubungan kemahraman, sebagaimana keturunan/nasab yang bisa menimbulkan hubungan kemahraman.

Artikel terkait: Suami minum ASI istri, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Namun, untuk menjadikan mahram melalui cara persusuan, ada beberapa syarat yang perlu ditaati, yaitu:

1. Masa persusuan sebanyak minimal lima kali

Sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Aisyah, beliau berkata, “Telah diturunkan dalam al-Quran sepuluh kali persususan yang dapat menjadikan mahram, lalu menjadi mahram apabila persusuan sebanyak lama kali, kemudian Rasulullah wafat, sedangkan perkara ini tetap pada hal ini (yaitu sebanyak lima kali).” (HR. Muslim no.1452)

2. Ketika menyusui, hendaknya tidak lebih dari usia dua tahun atau pada masa menyusui

Hal ini juga difirmankan oleh Allah SWT.

“Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan persusuan….” (Qs. al-Baqarah: 233)

Wallahu a’lam.

***

Referensi: detikHealth, Konsultasi Syariah

Baca juga:

Kedekatan Betrand Peto dan Thalia bikin Ruben Onsu terharu, begini potretnya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner