Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: "Gara-Gara Toxic People"

BKKBN mencatat bahwa di Indonesia angka perceraian semakin tinggi, ternyata penyebabnya bukan karena selingkuhan, melainkan toxic people.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Belakangan ini, semakin banyak orang yang bercerai di Indonesia. Angka perceraian semakin tinggi didorong oleh banyak hal, namun BKKBN menyebut bahwa penyebab utamanya ialah orang yang punya perilaku toksik atau toxic people. 

Benarkah Penyebab Angka Perceraian Semakin Tinggi karena Toxic People?

Melansir dari CNN, Hasto Wardoyo Kepala BKKBN mengungkapkan bahwa di Indonesia sejak tahun 2015, angka perceraian semakin tinggi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa penyebab utama mengapa semakin banyak orang yang bercerai ialah karena toxic people.

Lebih lanjut, BKKBN juga telah mencatat adanya 581 ribu kasus perceraian di tahuun 2021 dari total 1,9 juta pernikahan yang terjadi di tahun  tersebut. 

Hasto Wardoyo menyatakan bahwa penyebab tinggi terjadinya banyak perceraian adalah toxic people. Menurutnya, banyak pernikahan yang terjadi antara orang toxic dengan orang non toxic, atau orang toxic dengan orang toxic, akhirnya terjadi pertengkaran yang memicu perceraian. 

Pendapat Psikolog tentang Penyebab Perceraian

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sementara itu, dilansir dari lama Republika, seorang psikolog sekaligus seksolog bernama John Gottman asal Amerika pernah melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab utama sebuah perceraian terjadi. 

Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan lewat sebuah buku berjudul “What Predicts Divorce?: The Relationship Between Marital Processes and Marital Outcomes”.

Dalam penelitian ini, John Gottman meneliti sebanyak 40 ribu pasangan selama lebih dari 50 tahun. Hasilnya, ia mencatata bahwa ada empat hal utama yang memicu terjadinya perceraian. Yakni penghinaan, kritik, sifat defensif dan stonewalling atau sikap mendiamkan pasangan saat ada konflik.

Meski demikian, John Gottman menyatakan bahwa penghinaan terhadap pasangan atau sikap merendahkan memiliki persentase paling tinggi sebagai penyebab gagalnya sebuah pernikahan. Penghinaan membuat pasangan merasa rendah diri dan tidak dihargai sehingga memilih untuk mengakhiri rumah tangga. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala BKKBN bahwa penyebab perceraian adalah orang toksik. Karena toxic people adalah orang yang selalu menambahkan hal negatif ke dalam hidup Anda baik secara verbal maupun fisik. 

Orang-orang toksik akan membuat lawan bicaranya merasa rendah diri dan tak dihargai, ia akan selalu merasa menjadi korban dan tak pernah mengaku salah. Meski sikapnya terlihat baik, namun orang lain tidak akan merasa nyaman bersamanya. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Padahal, tujuan pernikahan adalah membangun keluarga yang sarat akan cinta dan kasih sayang. Kalau hal tersebut tidak didapatkan, wajar bila akhirnya banyak yang memilih untuk mengakhiri pernikahan. 

 

 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baca juga:

Ketahui Hukum Perceraian Karena Istri Selingkuh dan Ancaman Hukumannya

15 Ayat Alkitab Tentang Perceraian yang Penting Jadi Renungan

Aturan Hukum Tentang Hak Asuh Anak dalam Perceraian

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penulis

Fitriyani