Penyanyi Andien banjir kritikan dari netizen dan dokter karena memberikan makanan dengan metode BLW (Baby Lead Weaning) kepada anaknya pada usia 5 bulan. Banyak yang menuding keputusan Andien dalam melakukan BLW sebelum usia 6 bulan pada Anaku Askara Biru, atau yang biasa dipanggil Baby Kawa, tidak bijak.
Sebenarnya, langkah Andien dalam memberikan BLW ini sudah dikonsultasikan pada Dokter Ratih Ayu Wulandari berdasarkan metode yang diperkenalkan Gill Rapley dan Tracey Murkett.
Terlepas dari metodenya, usia Baby Kawa yang sejak 5 bulan sudah diberi BLW itu adalah masalah tersendiri. Seorang dokter pun sampai angkat bicara dalam kasus ini.
Pengen bikin penelitian “Naiknya jumlah operasi usus bayi setelah Andien ngepost kegiatan bersama bayinya di IG”https://t.co/XI6C3Yw8vO
— kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Ni aku baru aja kelar operasi terlipatnya usus bayi karena diberi makanan padat sebelum waktunya. — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Gw dibangunin dini hari buat program operasi gara2 ibu2 milenial yg pinter2 ini? Ga papa.
Gw cuma kasian bayinya. — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Duit pajak kalian dan BPJS ikut bantu biayaiin kasus operasi kayak gini juga. Jadi ya… We sud just let Andien do those IG stories. Fun! ^^ — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Aku coba jelasin dikit. Ukuran dan gerakan usus bayi gak sama dgn dewasa. Banyak kasus, makanan padat nyangkut di junction ileum dan caecum. — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Krn tekanan obstruksi yg tinggi, usus ikut melipat ke dalam. Terapi hanya dgn operasi. But hey, what do I know right? Artis lebih jago dong — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Iya, dioperasi ga sakit dan jd sembuh. Tapi tetep aja perkembangannya beda, dan ga sakit jg krn masuk obat2 bius yg ada gol psikotropikanya. — kusumandaru (@aan__) August 15, 2017
Seperti dalam ranah kedokteran lainnya, berbagai metode akan memancing pro dan kontra dan risetnya terus mengalami perkembangan. Tak terkecuali dalam hal BLW ini.
Selain itu ia juga dikritik karena memberikan menu daging pada anak di usia yang terlalu dini. Karena sistem pencernaan bayi belum mampu mengonsumsi bahan makanan seberat daging.
Misalnya, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh NCBI yang membandingkan antara BLW dengan metode memberi makan bayi secara tradisional. Hasilnya, bayi yang menggunakan metode BLW memiliki kecenderungan untuk kekurangan zat besi, zinc, dan vitamin B 12 dibanding yang menggunakan metode tradisional.
Dokter Falla Adinda pun merujuk pada riset NCBI ini saat mengomentari soal metode BLW yang diterapkan Andien pada Baby Kawa.
Sebut saja metode BLW, ini journal masih fresh. Tahun 2016. Bayi BLW cenderung kurang iron, zinc, dan vit b12 https://t.co/GAGWYksbnw
— fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Mau cerita dikit ah, tentang dasar MPASI… tentang MPASI, MPASI dini dan metode pemberian makan. — fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Aku anak metode WHO garis keras. Kenapa? Karena ini udah masuk textbook (balik lagi ke kultweet sebelumnya). Artinya ini metode paling aman. — fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Kenapa gua berpegang ke WHO? Karena udah terstandarisasi, risiko minimal. Kita sebaiknya berpegang pada ilmu yang ‘beres’. pic.twitter.com/KxA625pger
— fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Nah metode MPASI WHO ini sudah berada di piramida atas. Alias sudah melalui macem-macem hal sehingga ditetapkan sebagai standar baku. — fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
penelitian, pencernaan bayi pd usia 6 bulan sudah SANGAT siap menerima makanan padat pertamanya dan defisit energi mulai terjadi di usia ini — fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Apa sih defisit? Artinya, kalau bayi cuma dikasih susu aja (ASI/Sufor) ada defisit energi yang harus ditutupi. Ga cukup. makanya butuh mamam — fallaadinda(dot)com (@falla_adinda) August 15, 2017
Tweet selanjutnya, bisa dibaca di sini.
Sebenarnya, metode apapun yang Anda pilih untuk memberi makan anak itu tak masalah. Namun, Anda juga perlu memperhatikan kecukupan gizi, kesiapan sistem pencernaan, riset terbaru, saran dokter, dan kondisi kesehatan bayi.
Jangan sampai, menerapkan metode tertentu untuk mengasuh anak hanya berdasarkan apa yang ditulis oleh para pesohor. Namun, jika kita tak setuju dengan cara pengasuhan yang dilakukan orang lain, usahakan mengingatkan dengan referensi tanpa mem-bully.
Semoga kita jadi orangtua yang bijak untuk anak dan lingkungan sosial kita.
Baca juga:
Ingin Coba Metode MPASI BLW Seperti Anak Ruben Onsu dan Sarwendah? Ini Caranya