Anak pemalu? Ini 8 cara terbaik menumbuhkan keberanian anak introvert

lead image

Bagaimana membesarkan anak pemalu, pendiam dan suka menyendiri? Begini cara membesarkan anak introvert agar lebih percaya diri.

Setiap anak adalah istimewa. Mereka terlahir, tumbuh, dan berkembang dengan keunikannya masing-masing. Ada anak tumbuh menjadi pribadi mudah bergaul atau ekstrovert. Ada juga anak pemalu, lebih tertutup, dan suka menyendiri. Sejumlah karakter yang dimiliki anak introvert.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/menyendiri.jpg Anak pemalu? Ini 8 cara terbaik menumbuhkan keberanian anak introvert

Parents penting untuk mengenali karakter anak pemalu atau introvert sejak dini. Sehingga mampu mengasuh dan mendidik mereka sesuai kepribadiannya.

Khususnya membesarkan anak introvert, yang cenderung memerlukan lebih banyak usaha lebih kreatif untuk membuat bakat dan kemampuannya berkembang di tengah lingkungannya yang serba beragam sekarang ini.

Dengan memahami karakter anak pemalu, Parents bisa membantunya mengembangkan potensi yang dimiliki anak.

Parents barangkali sering mendengar anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa pribadi introvert berarti seseorang yang tidak suka berhubungan sosial dengan orang lain. Bahkan beberapa orangtua beranggapan introvert adalah suatu penyakit. Padahal anggapan tersebut tidak selalu benar.

“Introvert bukanlah suatu penyakit, melainkan tipe kepribadian yang cenderung pemalu dan pendiam karena terbiasa memproses segala sesuatu secara pribadi dengan berpikir dahulu sebelum bicara,” ujar dokter Lili Dwiyani, sebagaimana ia tulis di Alodokter.

dr. Lili menambahkan, sebagian masyarakat memang sering menganggap introvert memiliki kesehatan mental dan kehidupan yang kurang baik dibandingkan ekstrovert. Namun pandangan ini tidak sepenuhnya benar.

“Sama dengan ektrovert yang terbuka dan spontan, introvert juga memiliki keseimbangan mental dan kehidupan yang baik. Kebahagian bagi orang introvert memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan orang ekstrovert,” dr. Lili Dwiyani menambahkan.

Parents yang memiliki anak pemalu tidak perlu khawatir. Anak introvert juga memiliki keunikan dan kelebihan, yaitu:

  • Anak introvert adalah pendengar yang baik
  • Ia memiliki sahabat yang lebih berkualitas
  • Ia mempunyai pikiran yang cenderung luas dan imajinatif
  • Anak pemalu cenderung lebih tekun, mandiri, dan bertanggung jawab
  • Anak introvert lebih perhatian dan peduli

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara terbaik membesarkan anak pemalu?

1. Bantu perkuat pertemanan anak

Seorang dengan kepribadian introvert memiliki kecenderungan untuk berada dalam kelompok lebih kecil, memiliki lebih sedikit sahabat, daripada memelihara jaringan sosial yang besar.

Uniknya, anak introvert biasanya mempunyai kualitas pertemanan lebih kuat dan solid karena jumlahnya yang kecil tersebut. Teman dekat inilah yang dapat berfungsi sebagai salah satu sahabat penting dalam menghubungkan relasi kita dengan anak.

Adanya sahabat dekat ini juga dapat membantu perkembangan karakter anak untuk terus mencoba hal-hal baru bersama orang lain.

Oleh karenanya, jika ia mempunyai sahabat yang ia kenalkan kepada kita. Parents juga mempunyai kapasitas untuk menjaga hubungan dekat mereka dan siap membantu jika mereka mempunyai masalah.

2. Beri anak me-time untuk mengisi ulang semangat

Anak pemalu membutuhkan waktu-waktu khusus sendiri setiap harinya untuk memproses pikirannya secara internal dan mengisi energi kembali untuk dirinya sendiri. Hal ini untuk menjauhkan dia dari rasa tertekan dan tidak bahagia.

Parents butuh lebih peka ketika anak mencoba menyibukkan dirinya dengan rutinitasnya, seperti membaca buku atau menonton film di dalam kamar. Ia butuh diizinkan untuk menikmati kesenangannya tersebut sendiri.

3. Bantu anak ekspresikan perasaannya

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/anak menyendiri.jpg Anak pemalu? Ini 8 cara terbaik menumbuhkan keberanian anak introvert

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anak introvert mempunyai kecenderungan untuk memproses emosi dan perasaan secara internal. Parents  mungkin jarang bisa melihat anak marah atau malah dalam kegembiraan.

Namun begitu, Parents tidak perlu memaksa anak pemalu untuk membicarakan seluruh perasaannya. Sebaliknya, bantu mereka mengekspresikan, salah satunya dengan melatihnya menulis jurnal, ngeblog, atau menulis di buku diary

4. Perhatikan dan ikuti anak di media sosial (blog)

Anak pemalu mungkin tidak akan meminta bantuan ketika dia dalam masalah. Inilah mengapa sangat penting bagi Parents untuk memperhatikan anak secara dekat, melalui yang ia tulis di media sosial, status WhatsApp, Line, atau blogger.

5. Perkenalkan anak pemalu dengan orang baru secara pelan-pelan

Jangan berharap anak untuk berbicara dengan orang baru secara proaktif dan segera berteman. Perkenalkan orang secara perlahan agar anak tidak kewalahan.

6. Pujilah mereka ketika mereka mencoba melibatkan diri ke lingkungan luas

Memuji anak adalah salah satu tindakan penting dalam membesarkan anak introvert. Terlebih ketika mereka mencoba keluar dan melibatkan dirinya dengan lingkungan sosial lebih luas.

Parents bisa mengucapkan kalimat sederhana seperti, “Saya perhatikan kamu berbicara dengan anak baru di taman hari ini, saya sangat bangga denganmu.”

7. Dukung bakat dan kreativitas anak

Anak introvert biasanya lebih suka kegiatan yang melibatkan dirinya sendiri, seperti menggambar, membaca, menulis, dan sebagainya. Oleh karena itu, Parents butuh menyalurkan bakatnya tersebut dalam kegiatan-kegiatan positif, atau lomba yang juga dapat mengembangkan rasa percaya diri mereka.

8. Berhentilah mengkhawatirkan jumlah teman anak

Jumlah teman yang dimiliki anak sebenarnya tidak menunjukkan tingkat kesuksesannya dalam hidup. Yang lebih penting adalah satu atau dua persahabatan yang dipupuk anak berdampak positif.

Lebih dari itu, kenyamanan dalam berelasi dan berinteraksi dengan oranglain tetap standar yang utama, bukan jumlah sedikit-banyaknya. Jadi Parents tidak perlu menekan anak untuk terus-terusan bermain di luar rumah dan akrab dengan banyak teman.

 

 

Baca juga:

7 tanda anak memiliki karakter introvert dan bagaimana menghadapinya