Ditinggal 3 jam, anak 2 tahun meninggal dalam mobil, peringatan untuk Parents!

Ditinggal 3 jam, anak 2 tahun meninggal dalam mobil, peringatan untuk Parents!

Berikut ini kronologis anak usia 2 tahun meninggal setelah ibu dan kakaknya tak sengaja meninggalkannya di dalam mobil.

Sudah tak terhitung kejadian tragis seorang anak meninggal di dalam mobil. Kali ini, peristiwa naas ini kembali terjadi di Lahad Datu, Malaysia. Seorang anak berusia dua tahun kehilangan nyawanya saat sang ibu meninggalkannya di dalam mobil selama 3 jam.

Dilansir dari goody feed, Kepala Kepolisian Lahad Datu, Asisten Komandan Nasri Mansor menjelaskan, kisah ini bermula saat ibu korban baru menjemput dua anaknya dari sekolah sekitar jam 1 siang.

Ketika mereka sampai di rumah, ibunya kemudian memarkir mobil dan menyuruh putrinya yang tertua untuk membawa korban keluar dari kendaraan. Sayangnya, sang ibu tidak memeriksa lagi apakah instruksi tersebut sudah dilakukan atau belum.

Sang ibu pun kembali melanjutkan aktivitasnya, naik ke lantai atas untuk sembahyang harian dan tak lama kemudian ia pun tertidur.

Artikel terkait: Anak 2 tahun tewas akibat ditinggal di mobil selama 4 jam, peringatan bagi para orangtua

anak meninggal di dalam mobil

Image: Astro Awani / Goody feed

Anak meninggal di dalam mobil

Dalam sebuah pernyataan, Nasri berkata, “Pada jam 3.35 sore, dia bangun dan turun untuk memasak untuk anak-anaknya. Dia memanggil korban, tetapi gadis kecil itu tidak ditemukan. Sang ibu panik dan bergegas ke rumah mencari putrinya tetapi tidak berhasil. Dia akhirnya menemukan korban yang sudah tidak sadarkan diri, berbaring di belakang mobil.”

Pada saat itu, puterinya telah ‘terperangkap’ di dalam mobil selama sekitar tiga jam. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan darurat, sayangnya sudah terlambat.

Post-mortem mengungkapkan bahwa gadis itu menderita luka bakar di tubuhnya karena panas di dalam mobil setelah dia meninggal.

Meninggal karena paparan panas di dalam mobil

anak meninggal di dalam mobil

Luka bakar pada kulit dapat disebabkan oleh suhu 44 derajat celcius untuk waktu yang lama. Suhu tinggi seperti 80 derajat celcius dan lebih tinggi tentu saja dapat menyebabkan luka bakar yang lebih parah dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Jadi Anda hanya bisa membayangkan seberapa panasnya di dalam mobil dan rasa sakit yang dialami gadis itu sebelum akhirnya meninggal.

Penyebab kematian yang juga terungkap adalah suhu di dalam mobil yang terlalu tinggi. Ibu korban akhirnya ditangkap setelah petugas medis mengajukan laporan polisi.

Kasus ini juga masih terus diselidiki berdasarkan Bagian 304A dari KUHP di Malaysia karena menyebabkan kematian anak karena kelalaian.

Artikel terkait: Anak 2 tahun tewas akibat ditinggal di mobil selama 4 jam, peringatan bagi para orangtua

Belajar dari kejadian miris ini, tentu saja mengingatkan kita semua untuk lebih hati-hati dan berpikir dua kali untuk meninggalkan anak di dalam mobil, meskipun untuk keperluan yang sebentar saja.

Dr. Nathan Allen, dokter IGD di University of Chicago mengatakan bahwa anak-anak lebih rentan terkena sengatan panas.

Ia pun mengingatkan, seharusnya tidak ada istilah ‘hanya sebentar’ untuk meninggalkan anak di dalam mobil. Sebab, jendela yang terbuka pun tidak dapat membantu mengeluarkan udara panas dari dalam mobil.

Bahaya tinggalkan si kecil di dalam mobil yang terparkir

kebocoran gas di mobil

Setiap tahun di Amerika Serikat, rata-rata 37 anak meninggal setelah ditinggalkan dalam mobil yang terparkir, menurut para peneliti dari sebuah studi baru, yang diterbitkan di the journal Temperature.

Temperatur naik dengan cepat di mobil yang berhenti, membuka jendela pun tidak akan menimbulkan perbedaan yang berarti.

Dalam satu jam, suhu di dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari bisa mencapai 95-116 derajat Fahrenheit. Lebih rincinya, dalam 1 jam, suhu dasbor mobil menjadi lebih panas dan bisa mencapai 157 derajat Fahrenheit, suhu kemudi bisa mencapai 127 derajat Fahrenheit, dan suhu kursi mencapai 123 derajat Fahrenheit.

Tubuh anak juga lebih cepat merasa panas tiga hingga lima kali daripada orang dewasa. Ini berarti bayi dan anak-anak memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk alami hipertermia dan kepanasan jika berada dalam mobil yang terparkir daripada orang dewasa.

Hipertermia (memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari normal) dan sengatan panas sangatlah berbahaya bagi anak, karen dapat menyebabkan cedera internal hingga kerusakan otak dan organ.

Semoga kejadian ini tidak kembali terulang pada anak-anak lain. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa dijadikan pembelajaran ya, Parents.

Referensi: Goodyfeed

Baca juga

Balita 3,5 tahun ditemukan meninggal dalam mobil di parkiran Jakarta Utara

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner