TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Peringatan Seorang Ibu yang Anaknya Menderita Luka Bakar Serius Akibat tontonan YouTube

Bacaan 3 menit
Peringatan Seorang Ibu yang Anaknya Menderita Luka Bakar Serius Akibat tontonan YouTube

Tidak semua orangtua bisa mengontrol penuh kegiatan anak saat menonton video di YouTube. Tubuh anak ini terbakar setelah mempraktekkan adegan di dalamnya.

Kadang, orangtua kurang memperhatikan apa yang anaknya tonton di YouTube. Tashia Souther-Ditucci dari New Hampshire Amerika mengaku kecolongan saat anaknya mempraktekan adegan berbahaya akibat tontonan YouTube yang tidak mendidik.

Saat malam hari, Tashia mengira bahwa anaknya sudah tertidur sehingga ia sudah bersiap ingin istirahat juga. Namun, sesuatu yang buruk dan tak pernah ia bayangkan sebelumnya terjadi.

Anaknya mengalami luka bakar yang parah karena mempraktekan tontonan YouTube yang mereka anggap keren. Apalagi mereka mempraktekannya tanpa pengawasan orang dewasa di sekitarnya.

Sebagai peringatan kepada orangtua lainnya, ia menulis pesan di Facebook yang kemudian diposting ulang juga di Kidspot:

Kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang suka menonton YouTube. Harap memperhatikan apa yang mereka tonton. Anak-anakku menonton video YouTube dari dua orang tolol yang memposting video “membakar sesuatu dengan Hand Sanitizer dan lihat hasilnya.” Ketika aku pikir anak-anakku sudah tidur, mereka malah memutuskan untuk mencobanya. Anak-anak menuangkan hand sanitizer pada kemeja yang dipakai oleh James dan menyulutnya dengan api. Kemejanya habis terbakar dan kondisinya jadi SANGAT BURUK !! Dia mendapat luka bakar tingkat 2 di dada, perut, paha dan yang terburuk … tangannya! Sekitar 30% dari tubuhnya terbakar. Tolong doakan anakku … Dia sedang mengalami rasa sakit yang amat sangat.

Para orangtua yang membaca postingan Facebooknya itu turut prihatin dan khawatir terhadap anak-anak mereka sendiri. Karena, hampir tidak ada anak yang bebas teknologi. Semua anak masa kini sangat senang menonton video di YouTube.

Tantangan Membakar Tangan

Sebuah akun YouTube bernama SanFrezco menayangkan sebuah tantangan membakar tangannya sendiri dengan api. Tantangan inilah yang kemudian ditiru oleh anak-anak Tashia.

Dalam tantangan tersebut, SanFrezco menyiapkan sebuah alumunium foil dan dua botol hand sanitizer. Kemudian, dia menuangkan hand sanitizer tersebut di atas permukaan aluminium foil dan membakarnya sehingga terlihat ada kobaran api berwarna biru.

Dengan nekat, ia mengambil api biru tersebut dengan telapak tangannya. Perempuan dalam video tersebut juga mencoba trik itu, namun ia menjerit kepanasan.

SanFrezco menjelaskan bahwa trik sukses mempraktekkan hal tersebut adalah telapak tangan harus kontak langsung dengan hand sanitizernya. Bukan kontak langsung dengan apinya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak merasakan panas apapun. Ia hanya merasakan hangat pada telapak tangannya sendiri.

Sekalipun di awal video sudah ada peringatan tentang larangan mempraktekkan itu sendiri di rumah dan larangan meniru adegan untuk anak-anak, namun testimoni yang ia berikan soal praktek tersebut terdengar sangat mudah. Sehingga anak-anak Tashia tertarik untuk mempraktekkan tantangan serupa.

Mustahil bagi orangtua untuk mengontrol penuh apa yang menjadi tontonan YouTube anak. Namun ada baiknya melakukan beberapa pengaturan pada akun YouTube anak sehingga ia tidak melihat tontonan yang ditujukan untuk usia 18 tahun ke atas.

Selain itu, beri pendidikan anak tentang bahayanya menirukan adegan para profesional yang ada di YouTube. Misalnya, tantangan selfie di gedung tinggi yang banyak dilakukan oleh remaja kekinian seperti video di bawah ini.

Ada banyak hal di Internet yang membuat anak-anak penasaran ingin mencobanya. Teruslah berkomunikasi dengan anak tentang definisi keren, berani, maupun gaul agar anak bisa memilah mana hal yang pantas ditiru atau tidak. Karena sebagai orangtua, kita tak selalu bisa mengawasi tontonan YouTube mereka.

 

Baca juga:

Pengalaman Seorang Ibu: Jangan Pernah Sekalipun Masak Sambil Gendong Bayi

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Peringatan Seorang Ibu yang Anaknya Menderita Luka Bakar Serius Akibat tontonan YouTube
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti