TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Bacaan 5 menit
Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Seorang anak tega bunuh ayah kandung karena keinginannya tidak dipenuhi, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Kasus seorang anak yang bunuh ayah kandung terjadi di Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Tindakan keji ini diduga dilakukan karena sang anak tidak diberi uang untuk membeli barang yang diinginkan.

Artikel terkait: Ini bukan lelucon, putriku semalam mencoba membunuhku: Peringatan bahaya tamiflu

Anak Bunuh Ayah Kandung karena Tidak Dibelikan Velg Kendaraan

anak bunuh ayah kandung

Adalah MY, lelaki berusia 35 tahun yang tega tusuk ayah kandungnya sendiri. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres HST AKP Dani Sulistiono, pemuda tersebut membunuh ayahnya karena kesal tidak diberi uang senilai 1 juta rupiah. Uang tersebut hendak MY gunakan untuk membeli velg atau rim kendaraan.

“Yang jelas, sebelum membunuh ayahnya, pelaku sempat meminta uang sebesar 1 juta rupiah. Akan digunakan untuk beli velg. Namun, kami masih menyelidiki apakah itu merupakan alasan saja atau bukan. Tapi yang pasti, dia meminta uang sejuta,” jelas Dani seperti yang dikutip dari laman Kompas, Sabtu (18/7).

Sudah tinggal terpisah dengan orangtua, MY juga kerap mendatangi rumah sang ayah untuk meminta uang. Namun, karena kemauannya tidak dipenuhi, maka pelaku diduga emosi kemudian membunuh ayahnya.

Dani pun melanjutkan, “Korban dibunuh menggunakan pisau. Pelaku kini sudah diamankan bersama barang bukti berupa senjata tajam untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.”

Kejadian Diketahui oleh Sang Ibu

anak bunuh ayah kandung

Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui oleh sang istri korban. Perempuan yang juga merupakan ibu dari pelaku tersebut melihat darah berceceran di rumah dan mendapati sang suami sudah tidak bernyawa.

Merasa kaget, sang istri pun langsung berteriak untuk meminta pertolongan warga. Ia juga lekas melaporkan kejadian tersebut pada kepolisian.

“Istri korban datang. Lalu, dia melihat banyak darah berceceran di dalam rumah dan menemukan suaminya tergeletak di kamar gudang. Karena mengalami luka yang cukup serius, nyawa korban pun tidak bisa diselamatkan,” ungkap Dani.

Pelaku yang masih berada tidak jauh dari lokasi kejadian, pun langsung ditangkap dan diamankan oleh pihak berwajib. Sebilah pisau yang merupakan barang bukti ditemukan di bawah pohon yang berjarak 30 meter dari rumah korban.

Anak yang Bunuh Ayah Kandung Akan Diperiksa Kondisi Kejiwaannya

Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Selain diamankan, polisi juga memberikan keterangan bahwa MY akan diperiksa terkait kondisi kejiwaannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak, sehingga ia melakukan tindakan pembunuhan. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh dokter yang berwenang.

“Saat hasil sudah keluar, kami berjanji akan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Dani.

Karena perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dan terancam hukuman penjara selama 7 tahun.

Mengapa Anak Tega Bunuh Orangtua Kandungnya?

Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Kasus seorang anak yang membunuh orangtuanya memang tindakan yang tidak masuk akal dan begitu miris. Faktanya, kejadian ini memang kerap terjadi.

Dilansir dari laman Psychology Today, rata-rata usia anak yang bisa melakukan tindakan pembunuhan pada orangtuanya sendiri adalah remaja. Hal ini karena remaja masih mengalami masa pergolakan keyakinan dan cenderung bertindak impulsif. Mereka belum memikirkan dampak jangka panjang, apakah perbuatannya ini salah ataukah benar.

Meski demikian, tak jarang juga anak yang sudah memasuki usia dewasa pun bisa saja melakukan tindakan tersebut. Kathleen M. Heide, PhD, seorang profesor kriminologi di University of South Florida, pun menjelaskan mengenai fenomena ini.

Kathleen memaparkan, “Anak-anak, remaja, atau bahkan mereka yang berusia dewasa bisa saja membunuh orangtua mereka. Namun, tindakan dan alasan mengapa mereka melakukan hal ini umumnya tidak dapat diprediksi.”

“Secara statistik, parricide atau pembunuhan orangtua yang dilakukan anak termasuk ke dalam hal tidak biasa atau jarang ditemukan. Namun, kita tidak bisa menepis kenyataan bahwa hal ini kerap terjadi. Bahkan, kasus anak bunuh orangtua juga biasanya terjadi tanpa ada tanda-tanda atau warning sign lebih dulu,” ungkapnya seperti yang dilansir dari laman CBS News.

anak bunuh ayah kandung

Meski alasan anak membunuh orangtua bisa beragam, tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan Kathleen, ada beberapa kategori anak yang berisiko tinggi melakukan tindakan ini, yakni:

  • Severely Abused Children (SAC) atau mereka yang mendapat kekerasan dari orangtua. Biasanya, anak yang melakukan tindakan kriminal dalam kategori ini juga mendapat kekerasan berkepanjangan dari orangtua mereka. Baik dari segi fisik maupun psikis.
  • Dangerously Antisocial Children (DAC), mereka yang menyakiti dan membunuh orangtua untuk mencapai tujuan pribadi.
  • Severely Mentally Ill Children (SMIC), tindakan pembunuhan didasari penyakit atau kondisi mental yang parah. Seperti kondisi depresi jangka panjang atau mereka yang menggunakan obat psikotropika untuk mengatasi beberapa penyakit mental.

Artikel terkait: Jangan sepelekan! Ini akibatnya jika anak terpapar tindak kekerasan di dalam keluarga

Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung

Untuk kasus anak yang bunuh ayah kandung ini, kemungkinan bisa termasuk dalam kategori kedua. Yakni mereka yang membuhuh orangtua demi mencapai tujuan pribadi.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Pembunuhan yang dilakukan bisa saja menjadi dampak dari kemauan anak yang terus-menerus dipenuhi oleh orangtua. Sehingga ketika anak tidak mendapatkan apa yang  diinginkan, mereka cenderung bersikap menyimpang dan melakukan tindakan tidak terduga.

Kathleen pun menjelaskan mengenai hal ini, “Pelaku yang tergolong Dangerously Antisocial Children (DAC) ini hanya berfokus pada tujuan pribadi. Ia tak segan melanggar hak-hak orang lain yang dirasa menghalangi keinginannya.”

anak bunuh ayah kandung

Ia juga melanjutkan, pola perilaku tersebut biasanya dimulai ketika anak-anak. Jika mereka terus-menerus menerima apa yang mereka inginkan sampai pada tahap mereka bisa menentang orangtua dan tidak peduli sekitar, kondisi ini harus mulai diwaspadai.

Pasalnya, apabila terus berlanjut dan tidak diatasi, pola perilaku membangkang karena keinginannya yang harus terpenuhi sangat berisiko menimbulkan gangguan kepribadian pada anak. Beberapa di antaranya adalah Antisocial Personality Disorder hingga Conduct Disorder, yakni gangguan perilaku dan emosi serius yang membuat anak melakukan kekerasan.

“Tindakan pembunuhan yang dilakukan DAC ini juga lebih bahaya dibandingkan dengan dua kategori lainnya. Tidak hanya orangtua, mereka juga mungkin saja melakukan kekerasan pada orang lain yang ada di sekitar mereka secara tidak sadar di kemudian hari,” pungkas Kathleen.

Artikel terkait: Pentingnya ajarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan pada anak, Parents wajib tahu!

Orangtua perlu paham, bahwa sikap mereka pada anak juga akan membentuk karakternya di masa depan. Maka, jangan ragu untuk memberikan batasan dan mengajarkan kedisiplinan pada Si Kecil sejak dini. Hal tersebut dilakukan agar anak bisa mengendalikan emosi dan mengerti bahwa apa yang ia inginkan tidak selamanya harus dipenuhi.

Itulah berita tentang seorang anak yang tega bunuh ayah kandung karena ia tidak diberi uang satu juta untuk membeli velg kendaraan. Semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi, ya, Parents!

***

Baca juga:

Alasan Rachel Vennya tak selalu menuruti keinginan anaknya, bisa Parents tiru!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Tidak Diberi Uang 1 Juta, Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandung
Bagikan:
  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti