Wow! Ibu ini melahirkan anak ke-21 di usia 43 tahun

Wow! Ibu ini melahirkan anak ke-21 di usia 43 tahun

Pasangan suami istri ini telah memiliki anak banyak. Bahkan sang ibu masih melahirkan anaknya yang ke-21 di usia 43 tahun.

Memiliki anak banyak mungkin menjadi keinginan beberapa orang. Tapi bisa Anda bayangkan memiliki 21 orang anak? 

Hal ini terjadi pada keluarga Radford di Inggris, anggota keluarga mereka berjumlah 23 orang, dengan ayah ibu, dan 21 anak. Anak sulung di keluarga ini berusia 29 tahun, sedangkan anak paling bungsu baru saja lahir hari Selasa lalu. 

Keluarga Radford memiliki anak kandung 21 orang

anak banyak lead

Keluarga dengan anak banyak di Inggris. Sumber: Instagram

Sue, wanita berusia 43 tahun ini mengatakan bahwa kelahiran anaknya yang ke-21 telah melengkapi keluarga besar mereka. 

“Beberapa orang memutuskan cukup dua anak atau tiga anak saja. Kami memutuskan berhenti punya anak setelah kelahiran Bonnie, anak yang ke-21,” tutur Sue.

Sue juga mengatakan, semua anaknya sangat senang dengan kehadiran anggota baru di keluarga mereka. 

“Mereka berebutan untuk memeluknya. Ketika membawa bayi baru lahir ke rumah dan semua anakmu mengantri agar bisa memeluk saudara barunya, itu adalah momen yang indah,” kata Sue. 

Noel Radford, suami Sue mengungkapkan bahwa sebenarnya mereka hanya berencana punya tiga orang anak. Pria yang menjalankan usaha toko kue ini sempat menjalani vasektomi setelah Sue melahirkan anak mereka yang ke-9. Namun kemudian ia melakukan operasi untuk membatalkan vasektomi karena ingin punya anak lagi.

Sue dan Noel adalah teman sejak kecil, dan mereka tak terpisahkan. Sue melahirkan anak pertamanya Chris di usia 14 tahun. Kini, mereka juga sudah punya 3 cucu dari anak mereka Sophie.

Artikel terkait: Riset Terbaru: Orangtua Paling Bahagia Adalah yang Memiliki 4 Anak Atau Lebih

Ingin punya anak banyak? Pertimbangkan 5 hal penting berikut ini

anak banyak

Bila Anda dan pasangan juga ingin memiliki keluarga besar, cermati beberapa hal berikut ini:

1. Kesepakatan suami dan istri

Bicarakan dengan pasangan berapa anak yang ingin ia miliki. Bisa jadi suami hanya ingin satu anak sedangkan istri ingin punya anak banyak.

Diskusi soal anak ini perlu dilakukan sebelum menikah, karena perbedaan pendapat dan keinginan bisa jadi menimbukan pertengkaran dalam rumah tangga. 

Javier Aceves, M.D., seorang profesor di bidang pediatri di University of Mexico School Of Medicine mengatakan, jumlah anak yang diinginkan suami dan istri bisa berbeda. Hal ini dipengaruhi pengalaman masa kecil mereka. 

Mendengarkan keinginan pasangan akan membuat rumah tangga lebih harmonis. Bila jumlah anak yang kalian inginkan berbeda, cobalah mencari jalan tengah, dan berusahalah untuk berkompromi dengan keinginan pasangan. Karena bila pasangan tidak bahagia dengan keputusan Anda, kalian tidak bisa menjadi orangtua yang kuat untuk anak nantinya.

2. Kondisi kesehatan dan usia

Baik istri maupun suami harus memerhatikan kondisi kesehatan mereka sebelum memutuskan jumlah anak yang ingin dimiliki.

Hamil di usia terlalu tua atau terlalu muda memiliki risiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Ibu yang terlalu sering hamil dan melahirkan juga bisa berisiko mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan organ reproduksi. 

Dari sisi suami, kesehatan fisik dan psikologisnya juga sangat memengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan. Ia juga harus siap menjadi suami siaga saat istri hamil, dan mencari nafkah yang cukup untuk keluarganya.

Jarak usia dari satu anak ke anak lainnya juga harus diperhatikan, jarak yang terlalu dekat atau terlalu jauh bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Lebih daripada itu, kondisi kesehatan mental suami dan istri benar-benar harus siap. Karena mengurus anak bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kerjasama agar anak bisa terawat dan terdidik dengan baik. 

4. Masalah keuangan

Tak bisa dipungkiri, kondisi keuangan keluarga juga harus dipertimbangkan sebelum memutuskan ingin punya anak banyak. Memiliki lebih dari satu anak, tentunya biaya hidup juga lebih besar.

Apalagi jika hanya salah satu dari Anda berdua yang bekerja, tentunya harus diperhitungkan berapa banyak pemasukan dan pengeluaran yang akan terjadi dengan kehadiran anak dalam pernikahan.

5. Kondisi emosional suami dan istri

Selain masalah keuangan, kondisi emosional suami istri juga harus siap dengan kehadiran anak. Menambah anak berarti menambah tanggung jawab.

Anak banyak akan menambah semarak rumah dengan tingkah polah mereka, pertengkaran saudara pasti terjadi, dan sebagai orangtua Anda harus siap menengahi.

***

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber referensi: Times Now News, Hellosehat

Baca juga: 

Perempuan Tersubur di Dunia Meninggal Setelah Melahirkan Anaknya yang Ke-69

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner