Benarkah bayi bisa alergi terhadap ASI? Ini penjelasannya

lead image

Apakah benar bayi bisa mengalami alergi ASI? Apa saja gejalanya dan bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Wajah bayi Anda pernah merah-merah atau ruam akibat ASI? Mungkin banyak Bunda yang menyangka bahwa kondisi ini terjadi karena bayi alergi ASI. Namun sebenarnya, hal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu. 

Kasus bayi alergi ASI termasuk sedikit, sekitar 2-3 bayi dari 100 bayi yang menerima ASI esklusif mengalami hal ini. Gejala alergi ASI meliputi ruam di sekitar mulut atau anus, sakit perut, mual, muntah, diare, hingga sesak napas yang terjadi segera setelah menyusu dan berlangsung selama beberapa jam.

Biasanya, hal ini bisa diatasi dengan mengubah pola makan si ibu, menghentikan konsumsi makanan yang memicu reaksi alergi pada bayi.

Untuk itulah ibu perlu memahami apa saja makanan yang bisa menjadi pemicu alergi pada bayi, bila si kecil alergi pada protein susu sapi, maka ibu harus menghindari semua makanan yang mengandung protein tersebut. 

Bunda bisa kembali mengonsumsi makanan tersebut setelah bayi berusia 6 bulan ke atas.

Intoleransi laktosa pada bayi yang menyebabkan alergi ASI

baby cry 1539149639 Benarkah bayi bisa alergi terhadap ASI? Ini penjelasannya

Masalah lain yang sering disalahartikan sebagai reaksi alergi terhadap ASI adalah intoleransi laktosa pada bayi. Gula dan laktosa dari protein susu yang dikonsumsi ibu bisa masuk ke tubuh bayi melalui ASI.

Intoleransi laktosa terjadi karena tubuh bayi tidak bisa memproduksi cukup lactase untuk mencernanya dengan baik. 

Kabar baiknya, kondisi ini hanya sementara dan bisa menghilang dengan sendirinya. Ibu juga tidak perlu mengurangi asupan makanan olahan dari susu sapi. Namun, bila reaksi alergi yang dialami bayi sangat parah, mungkin sebaiknya hindari dulu produk olahan susu seperti keju dan yogurt.

Galaktosemia

Galaktosemia adalah kondisi di mana liver bayi tidak bisa memecah galactose, yakni gula pada susu yang merupakan satu komponen dengan laktosa. Galaktosemia menyebabkan bayi mengalami muntah-muntah, diare, bayi kuning dan gagal tumbuh.

Galaktosemia bukanlah alergi, melainkan kelainan di tubuh bayi yang membuatnya sulit mencerna ASI.

Selengkapnya: Galaktosemia, Kelainan Gula Darah pada Bayi yang Sangat Berbahaya

Tanda bayi alergi ASI yang harus diketahui para ibu menyusui

breastfeeding 1539085097 Benarkah bayi bisa alergi terhadap ASI? Ini penjelasannya

1. Gumoh

Gumoh biasanya terjadi ketika bayi kekenyangan setelah menyusui. Namun, bila gumohnya berlebihan, dikhawatirkan air susu tercampur dengan asam lambung dan masuk ke saluran pernapasan hingga membuat bayi sulit bernapas. 

Bila ini terjadi, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan dini. 

2. Ruam 

Ruam atau kulit memerah adalah gejala yang biasa terjadi ketika bayi alergi ASI. Bahkan ruamnya bisa disertai dengan kondisi kulit mengelupas atau menjadi lengket. Reaksi ini biasanya disebabkan seafood yang dikonsumsi ibu dan reaksi tubuh bayi terhadap protein makanan laut kurang bagus.

Makanan yang harus dihindari ibu saat menyusui

menyusui bayi prematur 3 Benarkah bayi bisa alergi terhadap ASI? Ini penjelasannya

1. Minuman berkafein 

Sebanyak 1% kafein yang masuk ke tubuh ibu, bisa masuk ke dalam ASI. Dan ini bisa memengaruhi jam tidur bayi. Karenanya ibu menyusui disarankan untuk mengurangi konsumsi kopi, teh, soda, atau minuman berkafein lainnya.

2. Susu sapi

Sekitar 2-6% bayi mengalami alergi susu sapi yang biasanya diakibatkan oleh intoleransi laktosa. Bila ibu menyusui rutin mengonsumsi susu sapi, bayinya rentan mengalami jenis alergi ini.

Cobalah berhenti mengonsumsi susu sapi bila bayi mengalami reaksi alergi. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda kembali mengonsumsinya.

3. Minuman beralkohol

Alkohol bisa masuk ke dalam ASI dan memengaruhi kesehatan bayi. Alkohol butuh waktu beberapa jam untuk dicerna tubuh ibu dan menghilang dari aliran darah dan ASI. 

Sebaiknya, selama menyusui Busui tidak minum alkohol sama sekali. Setelah si kecil disapih, Anda bisa kembali mengonsumsinya jika mau.

***

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 
Sumber: Livestrong, Dokter Sehat, Alodokter

Baca juga:

Bayi tertular alergi kosmetik palsu lewat ASI, peringatan bagi semua ibu