TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Alasan Ibu ini Kembali Menyusui Anaknya Setelah Disapih Akan Membuat Anda Menangis

Bacaan 4 menit
Alasan Ibu ini Kembali Menyusui Anaknya Setelah Disapih Akan Membuat Anda Menangis

Ibu Ini memutuskan menyapih anaknya di usia 20 bulan, tapi 2 minggu kemudian ia kembali menyusui karena alasan yang sangat mengharukan.

Ada banyak alasan mengapa para ibu memutuskan untuk menyusui bayinya walau usia sang bayi sudah cukup untuk disapih. Ada yang karena tak tega melihat anak menangis, atau si ibu sendiri merindukan ikatan yang terjalin dari proses menyusui. Sehingga baru sebentar menyapih anak, ibu kembali menyusui buah hatinya.

Dalam sebuah Fanpage Facebook Breastfeeding Mama Talk, seorang ibu membagikan alasannya kembali menyusui sang anak saat baru beberapa hari disapih.

Dalam postingan itu, ibu yang tidak disebutkan namanya ini, mengaku bahwa dirinya kelelahan dan ingin memiliki waktu tidur lebih lama tanpa harus menyusui bayinya di tengah malam.

Dan setelah beberapa hari menyapih anak, dia malah merindukan kedekatannya dengan sang bayi yang hanya bisa didapat dari proses menyusui. Namun, si bayi malah sudah tidak mau lagi menyusu pada ibunya. Maka ibu inipun berusaha menerima hal tersebut.

Alasan ibu ini kembali menyusui anaknya yang sudah disapih

Ibu ini menulis:

Dua minggu yang lalu, saya memutuskan untuk berhenti menyusui bayiku yang berusia 20 bulan, karena saya merasa kelelahan. Ya, saya ingin tidur lebih lama di waktu malam.  Saya juga mendengar orang-orang berkata padaku: “Karena kamu masih menyusui, dia jadi terlalu bergantung padamu!” Dan tentu saja, saya merasa sangat kelelahan, dan ingin bisa pergi ke kamar mandi sendiri. Sehingga saya memutuskan untuk berhenti menyusui.  Saya menyapihnya hanya dua hari, setelah itu dia baik-baik saja. Namun, saya merasakan patah hati. Saya sangat merindukannya.  Pada hari keempat, saya mencoba untuk menyusuinya lagi, dan dia tidak menginginkan ASI lagi.  Saya sangat sedih, namun berusaha menerimanya. Minggu lalu, saya mendapati bahwa bayiku menderita retinoblasma (kanker mata), dan dia akan menjalani kemoterapi. Dan saya tahu bahwa dia akan membutuhkan penghiburan dan rasa nyaman dari ibunya, sehingga saya kembali mencoba untuk menyusuinya lagi.  Hanya butuh waktu sehari bagi dia untuk bisa melekat lagi di payudaraku, dan dia kembali menyusui.  Saya sangat bahagia, dan sekarang saya senang karena kami kembali ke rutinitas menyusui. Sebab itulah satu-satunya cara untuk membuatnya tenang, setelah kemoterapi pertama yang ia jalani kamis lalu. Sekarang, saya akan menyusui hingga ia siap untuk melepaskan kenyamanan dari proses menyusui.  Menyusui adalah hal yang sangat indah. dilema ibu bekerja

Proses menyusui memang hal yang memberi rasa nyaman pada bayi, ketika ia menjalani pengalaman menyakitkan seperti imunisasi dan kemoterapi.

Artikel Terkait: Penelitian: Menyusui Mengurangi Rasa Sakit Imunisasi pada Bayi

Apa yang dilakukan oleh ibu ini sudah tepat, karena payudara ibu adalah hal yang familiar bagi anak. Dan ia bisa merasa tenang serta terlindungi dengan proses menyusui.

Jadi jika Bunda merasa si kecil membutuhkan Anda, tak perlu ragu menyusuinya walaupun Bunda sudah berniat untuk menyapihnya.

Jus untuk ibu menyusui

Beberapa makanan yang bisa membantu ibu memenuhi nutrisi untuk memproduksi ASI

Makanan ini mengandung lemak sehat, vitamin, mineral, fitonutrien, dan antioksidan yang sangat ideal untuk ibu menyusui, sebagaimana dikutip dari laman Parents.com:

1. Buah Alpukat

Alpukat adalah pembangkit tenaga untuk ibu menyusui. Keluhan umum ibu menyusui adalah mereka sering sangat lapar karena meningkatnya permintaan kalori dan ibu hanya memiliki sedikit waktu untuk menyiapkan makanan.

Alpukat mengandung hampir 80 persen lemak dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Alpukat memenuhi asupan lemak sehat untuk jantung dan menjadi sumber vitamin B, vitamin K, folat, kalium, vitamin C, dan vitamin E.

2. Kacang-Kacangan atau Legum

Nutrisi lainnya adalah kacang-kacangan yang mengandung banyak mineral penting seperti zat besi, kalsium, dan seng, serta vitamin K dan vitamin B. Kacang-kacangan juga merupakan sumber asam lemak esensial dan protein yang sehat.

3. Sayur-sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau mengandung fitoestrogen, yang telah terbukti memiliki efek positif pada produksi susu. Banyak ibu khawatir, mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli atau kubis akan membuat bayi rewel. Namun, mitos itu tidak benar.

Semoga bermanfaat, Bunda. Semangat mengASI-hi!

Baca juga:

Kanker Payudara Akibatkan Seorang Ibu Menyusui Anaknya untuk Pertama dan Terakhir Kalinya

Cerita mitra kami
Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump
Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Alasan Ibu ini Kembali Menyusui Anaknya Setelah Disapih Akan Membuat Anda Menangis
Bagikan:
  • Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump
    Cerita mitra kami

    Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump
    Cerita mitra kami

    Nyaman Pumping dengan New Philips Avent Hands-Free Electric Breast Pump

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti