Mendalami Asma Allah Al Fattah Artinya Maha Membuka Rahmat

Asmaul Husna Al Fattah artinya Maha Membuka Rahmat harus diketahui dan dimaknai oleh manusia. Begini cara mengadaptasinya dalam kehidupan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Allah memiliki nama-nama indah yang terangkum dalam 99 Asmaul Husna. Salah satu nama indah yang  layak diketahui umat muslim yaitu Al Fattah artinya Maha Pembuka.

Al Fattah artinya Maha Membuka ini bermakna banyak hal. Karenanya selain mengetahui, alangkah baiknya kita memahami sekaligus meneladani Asmaul Husna dalam keseharian kita.

Al Fattah Artinya Apa?

Ar-Raghib al-Asfahani dalam al-Mufradât fi Gharîb Al-Qur’ân menjelaskan makna Al Fattah berakar dari kata fath. Yakni menghilangkan ketertutupan dan kemusykilan (permasalahan).

Al-Fattâh –berbentuk shigat mubalaghah, superlative— mengandung arti Maha Pembuka, baik Pembuka segala yang bisa dilihat oleh manusia dengan indra penglihatannya, maupun pembuka segala yang tidak dapat dilihat dengan indera manusia. 

Mengutip Republika, terhadap dua makna Al Fattah yang patut diresapi. Pertama, al-Fattâh itu Maha Menghakimi serta Memberikan ketetapan dan keputusan dengan adil.

Kedua, Al Fattah memiliki makna maha membuka segala rahmat untuk manusia. Rahmat bisa berupa kebaikan, berkah dan rezeki berlimpah, dan segala bentuk kasih sayang yang kerap tidak disadari manusia.

Artikel terkait: Al Basith Artinya Maha Melapangkan dan Cara Memaknai Asmaul Husna Ini

Dalil tentang Asmaul Husna Al Fattah

Layaknya Asmaul Husna lainnya, sifat Allah Maha Membuka pintu rahmat tergambar dalam beberapa ayat Al Quran. Berikut ulasannya.

1. Surat Saba’ Ayat 26

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

Artinya: “Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.”

2. Al Fattah tercantum dalam Surat Fatir Ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut:

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚوَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: “Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

3. Dalam Surat Al-A’raf Ayat 156, Allah SWT berfirman

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”

Artikel terkait: Ketahui Keutamaan Berdzikir Asmaul Husna Al Muqaddim Artinya Yang Maha Mendahulukan

Mengimani Al Fattah dalam Kehidupan Sehari-hari

Hamba Allah sejatinya meneladani Asmaul Husna termasuk Al Fattah. Caranya adalah dengan senantiasa menjadi pembuka jalan kebenaran, kebaikan, kemaslahatan, kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sesama manusia.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Tidak sepatutnya hamba al-Fattâh berkarakter hasud, dengki, tamak dan rakus dengan melakukan korupsi, menutup jalan kebenaran, kebaikan, keadilan, dan kasih sayang  bagi sesama, sehingga melakukan kerusakan di muka bumi (fasad fi al-ardh) yang merugikan umat manusia.

Berikut sikap yang dapat dilakukan menggambarkan Al Fattah:

  • Meyakini bahwa Allah lah yang membuka rahmat bagi manusia. Tidak dibenarkan melakukan perbuatan musyrik dengan meminta pertolongan pada dukun atau paranormal, bahkan mengadakan perjanjian kepada makhluk gaib yang menjanjikan kekayaan instan.
  • Rezeki tidak tertukar. Sesungguhnya, Al Fattah mengajarkan seseorang bahwa kasih sayang dan berkah tidak akan pernah salah alamat. Sudah seharusnya manusia berbaik sangka kepada Allah dan tetap bersyukur atas nikmat yang diperoleh. 
  • Berempati kepada sesama. Tak kalah penting, berbuat baik dan membantu sesama penting. Kadang kala, Allah melapangkan jalan kepada manusia agar bisa melanjutkan kebaikan kepada orang lain. Gunakan rahmat untuk meningkatkan iman, ilmu, dan amal shalih, bukan untuk kesenangan dan kemaksiatan.
  • Berdoa. Manusia sebaiknya berhati-hati agar kesenangan dunia tidak membuat terlena. Tetap imbangi berdoa dan berusaha, juga mengucapkan pujian ketika memasuki Rumah Allah.

Di samping itu, membaca dzikir Ya Fattah setiap hari merupakan wujud seorang Muslim mengakui bahwa Allah Maha Membuka semua urusan dan yakin akan mencurahkan segala rahmat-Nya.

Mereka yang meneladani sifat Al Fattah senantiasa membuka diri untuk menerima sesuatu yang baik, seperti ilmu, kasih sayang, dan persaudaraan. Jika sedang tertimpa masalah, seorang Muslim akan selalu memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati dan diberikan solusi.

Contoh lain meneladani Al Fattah yaitu memberikan akses kemudahan kepada orang lain untuk memperoleh rezeki, ilmu, atau keluar dari permasalahan. Muslim yang baik tidak akan menghalangi orang lain untuk meraih rezeki. Misalya atasan tidak boleh menunda membayar gaji karyawannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jika seseorang memiliki utang, dianjurkan untuk segera membayar dan melunasinya. Menunda membayar utang berarti menghalangi orang lain untuk menerima haknya. Rasulullah melarang hal tersebut karena termasuk perbuatan yang zalim.

Semoga informasi mengenai Asmaul Husna Al Fattah ini bisa menginspirasi Anda melakukannya dalam kehidupan.

 

Baca juga:

Memahami Makna Dibalik Asmaul Husna Al Ghaniy yang Artinya Yang Maha Kaya

Asmaul Husna Al Kabir Artinya Yang Maha Besar, Inilah Dalil dan Keutamaan Mengamalkannya

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Keajaiban Memaknai Asmaul Husna Al Afuww yang Artinya Yang Maha Pemaaf