Ingin Bercerai? Baca Dulu 9 Nasihat Terapis Pernikahan Ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Masalah pelik dalam rumah tangga, sering membuat frustasi hingga ingin bercerai. Namun, sebelum membuat keputusan, sebaiknya Anda membaca 9 nasihat dari terapis pernikahan ini dulu.

Pasang surut dalam pernikahan adalah hal yang biasa terjadi, seringkali pasangan cekcok hingga masalah menjadi semakin besar dan menjurus ke perceraian. Namun, sebelum memutuskan untuk bercerai, ada baiknya mencari nasihat terapis pernikahan terlebih dulu.

Aaron Anderson, seorang terapis pernikahan dan keluarga menuturkan, banyak pasangan yang telah lama menikah datang menemuinya. Mereka biasanya sudah merasa frustasi dan ingin saran dari Aaron secepatnya untuk mengatasi masalah rumah tangga.

"Mereka biasanya mengalami masalah selama bertahun-tahun, dan mencoba berjuang sendiri menghadapinya," kata Aaron seperti dikutip dari Huffington Post.

"Mereka telah menjalani pernikahan yang buruk, dan merasa telah mencapai batas kesabaran sehingga datang menemuiku," Aaron menambahkan.

Aaron merupakan direktur di The Marriage and Family Clinic, tempat konsultasi pernikahan yang berlokasi di Denver, Colorado. Aaron dan rekan-rekannya sesama konselor pernikahan memberikan nasihat yang bisa dijadikan acuan, oleh setiap pasangan yang ingin menyelamatkan pernikahan mereka.

Nasihat terapis pernikahan ini adalah standar yang mereka berikan, pada pasangan yang berada di ambang perceraian, namun tetap ingin menyelamatkan pernikahan mereka.

1. Tanyakan pada dirimu: Apakah ada yang layak diselamatkan dari pernikahan walau hanya 10%?

Samantha Rodman, seorang psikolog di Takoma Park menuturkan, "Jika pasangan yang saya temui fokus pada hal positif yang kecil, itu adalah dasar untuk membangun kembali hubungan mereka. Banyak pasangan yang hanya fokus pada kelemahan satu sama lain. Jika mereka bisa berpikir tentang hal baik yang dimiliki pasangan, ini bisa jadi batu loncatan untuk memperbaiki hubungan mereka."

2. Perlu diingat bahwa ini hanyalah sebuah masa sulit yang bisa dilewati

"Sebuah krisis dalam pernikahan biasanya akan membuat pasangan memiliki perasaan campur aduk. Antara ingin berpisah, atau ingin bertahan selama satu atau dua tahun. Saya memberitahu klien bahwa kita butuh waktu, agar krisis bisa mengendap. Sehingga kita bisa memastikan, apa sebenarnya yang mereka inginkan," ujar Becky Whetstone, terapis pernikahan dan keluarga dari Arkansas.

3. Berhubungan lagi dengan pasangan, walau terasa canggung

Saat hubungan dengan pasangan sedang buruk, tentu kita tidak ingin berdekatan dengannya. Apalagi memeluk dan membisikkan kata-kata mesra. Akan tetapi, Aaron memberi saran untuk melakukan hal tersebut.

"Hubungan kalian tumbuh dari perasaan cinta dan kasih sayang, dan kalian ingin sampai pada titik dimana semuanya terasa alami. Kirimkan pesan cinta atau bunga ke tempat kerja pasangan. Mereka tahu bahwa ini dilakukan dengan terpaksa, namun biasanya mereka akan menghargainya," ujar Aaron.

4. Ketahui bahwa konflik adalah cara agar hubungan tumbuh semakin kuat

Jeannie Ingram, seorang terapis pasangan di Nashville menyatakan bahwa, masalah yang ada dalam pernikahan bukan berarti harus berujung perceraian.

"Adanya konflik, menandakan bahwa hubungan sedang berkembang," kata Jeannie. "Hampir setiap hubungan tumbuh dari keadaan romantis, hingga perjuangan untuk bertahan."

Jeannie menambahkan, dalam kondisi sementara ini, dorongan manusiawi membuat kita membela diri dan protektif. Oleh sebab itulah, mengapa kita seringkali mencari-cari kesalahan pasangan.

"Hal ini menimbulkan reaksi negatif dari pasangan, entah ia menarik diri atau malah menyerang," ungkap Jeannie.

Hal ini bisa membuat masalah menjadi lebih besar dari seharusnya. Sehingga kemudian, salah satu atau kedua pihak merasa bahwa mereka tidak bisa memperbarui cinta yang pernah mereka miliki.

"Tapi, dengan kemampuan komunikasi yang tepat, kalian bisa melakukannya," tegas Jeannie.

5. Terlalu biasa menggunakan kata 'aku' dan bukan 'kita'

Aaron menyatakan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pasangan ialah, mereka lebih sering mengatakan 'aku begini'  atau 'aku begitu', daripada 'kita'.

Padahal, setelah menikah, semua kondisi yang terjadi adalah karena ulah kedua pihak. Karena kecenderungan memisahkan diri kita dengan pasangan, maka akan mudah sekali untuk menimpakan kesalahan pada pihak lain.

Aaron memberi contoh kalimat yang harus diungkapkan saat bertengkar seperti: 'Kita banyak berdebat, dan sebagian adalah salahku, karena membiarkan emosiku tidak terkendali.'

"Memperbaiki hal yang salah dalam dirimu sendiri bisa membuat hubungan kalian lebih baik," kata Aaron.

6. Tanya pada diri masing-masing, mengapa masih ingin mempertahankan pernikahan

Keinginan untuk membuat hubungan berjalan dengan baik, tak peduli walaupun banyak tantangan, adalah salah satu cara terkuat untuk memprediksi kesuksesan sebuah hubungan.

 "Jika kedua pihak ingin hubungan berjalan baik, maka mereka harus berusaha untuk mewujudkannya," ungkap Antonio Borrello, seorang psikolog di Detroit.

Antonio juga memberitahu pasangan yang datang berkonsultasi padanya, untuk mempertimbangkan semua pihak yang terlibat dalam kelangsungan hubungan mereka, termasuk anak-anak.

Artikel terkait: Dampak Perceraian bagi Anak

7. Mencari pasangan baru, bukan berarti hubungan jadi lebih mudah

“Fokuslah pada perkembangan dan pemulihan dalam hubungan. Kau memang bisa memulai hubungan dengan orang baru, tapi pasti dinamika yang sama juga akan terjadi. Jadi, terbukalah untuk melakukan terapi, bila perceraian adalah solusi, lakukan dengan sadar, tanpa menyalahkan siapapun," papar Jeannie Ingram.

8. Pertimbangkan dampak hubungan kalian terhadap anak-anak

"Jangan bercerai jika kau belum yakin, tunggulah sampai masalah menjadi jelas. Bila kau punya anak, kau harus bisa menjelaskan pada mereka tentang semua yang kalian lakukan demi mempertahankan pernikahan," ujar Becky Whetstone.

Artikel Terkait: Bagaimana Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

 9. Fokus pada hal yang bisa kau ubah dalam pernikahan

Aaron menceritakan bahwa, seringkali pasangan yang datang padanya mengeluh pada kelakuan suami/istri yang membuat mereka kesal. Dan harapan-harapan agar rekan hidup mereka menghentikan kebiasaan tersebut.

"Daripada menuntut pasangan untuk berubah, lebih baik kita mengubah kebiasaan kita yang tidak disukai pasangan. Dan biarkan dia mengubah hal yang bisa dia ubah. Dengan begini, kau akan menemukan dirimu lebih santai, mood yang lebih baik. Dan hasilnya, hubungan pun mulai menuju ke arah yang lebih baik," pungkas Aaron.

 ***

Semoga 9 nasihat terapis pernikahan ini bermanfaat buat Anda.

 

Baca juga:

7 Hal yang dapat Anda Lakukan untuk Menghindari Perceraian

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan