Dongeng adalah salah satu aktivitas seru yang bisa Parents lakukan bersama anak. Kalau bingung mau cerita apa, berikut ini kami sudah susun kumpulan dongeng pendek sebelum tidur yang seru untuk anak.
Dari mulai dongeng pendek sebelum tidur fabel hingga tentang princess, semuanya ada. Tinggal pilih jenis dongeng yang disukai si Kecil, ya.
Yuk, baca dongeng pendek sebelum tidur lengkapnya di bawah ini!
Kumpulan Dongeng Pendek Sebelum Tidur untuk Anak
1. Kancil Mencuri Timun
Di sebuah kebun milik Pak Tani, tumbuh subur timun-timun hijau yang segar. Kancil yang lapar pun diam-diam masuk ke kebun dan memetik beberapa buah timun. Ia makan dengan gembira tanpa merasa bersalah.
Namun keesokan harinya, Pak Tani memasang perangkap.
Saat Kancil datang lagi, ia terjebak dalam jerat tali. Dengan kepintarannya, Kancil berpura-pura sudah mati dan akhirnya berhasil lolos.
Sejak hari itu, Kancil berjanji tidak akan mencuri lagi.
2. Si Tikus dan Singa yang Baik Hati
Seekor tikus kecil tanpa sengaja berlari di atas tubuh singa yang sedang tidur.
Sang singa murka dan hampir memakan tikus itu. Tikus memohon ampun dan berjanji akan membantu jika sang singa membutuhkan.
Beberapa hari kemudian, singa terjebak dalam jaring pemburu.
Tikus kecil datang dan menggigit tali jaring hingga putus.
Singa pun terbebas dan belajar bahwa bahkan makhluk kecil bisa membawa kebaikan besar.
3. Petualangan Si Katak Kecil
Katak kecil ingin melihat dunia di luar kolamnya.
Ia melompat menyeberangi padang rumput, bertemu kupu-kupu, dan melihat sungai yang luas.
Ia merasa kagum dengan keindahan alam.
Namun, saat hujan besar datang, ia kesulitan mencari jalan pulang.
Katak belajar bahwa rumah tempat ia tinggal sebenarnya sangat nyaman dan aman. Ia pun kembali ke kolam dengan rasa syukur.
4. Burung Pipit dan Angin Kencang
Suatu sore, angin berhembus kencang hingga membuat sarang burung pipit hampir roboh.
Pipit menangis karena takut tidak punya rumah lagi. Angin merasa bersalah dan berjanji akan membantunya.
Keesokan harinya, angin bertiup lembut membantu burung pipit mencari ranting dan daun untuk membuat sarang baru.
Pipit belajar bahwa memaafkan dan bekerja sama bisa membawa kedamaian.
5. Gajah yang Tak Mau Mandi
Seekor gajah kecil selalu malas mandi karena merasa badannya sudah cukup besar dan bersih.
Akibatnya, kulitnya mulai gatal dan kumannya menumpuk. Hewan-hewan lain menasihatinya, tetapi ia tetap keras kepala.
Suatu hari, ia terserang penyakit kulit dan baru sadar kesalahannya.
Setelah rutin mandi di sungai setiap hari, kulitnya kembali sehat dan bersih. Gajah pun belajar pentingnya menjaga kebersihan.
6. Anak Ikan yang Ingin Terbang
Anak ikan merasa iri pada burung yang bisa terbang di langit.
Ia berusaha melompat tinggi dari air, tetapi selalu jatuh kembali ke laut. Ia pun sedih karena merasa tidak istimewa.
Suatu hari, anak ikan bertemu paus tua yang berkata, “Setiap makhluk punya kelebihan sendiri.”
Anak ikan akhirnya menyadari bahwa berenang di laut luas adalah karunia besar yang tidak dimiliki burung.
7. Si Monyet dan Buaya yang Licik
Seekor buaya ingin memakan hati monyet karena penjelasan istrinya yang serakah.
Ia berpura-pura ingin berteman dan menawarkan monyet menyeberang sungai di punggungnya.
Namun di tengah sungai, buaya mengakui niat jahatnya. Dengan cerdik, monyet berkata bahwa hatinya tertinggal di pohon.
Setelah buaya kembali ke tepi, monyet langsung memanjat pohon tinggi dan berkata, “Teman sejati tidak menipu!”
8. Harimau dan Si Pemburu Cerdas
Di sebuah hutan, seekor harimau terjebak dalam kurungan.
Ia meminta tolong pada seorang pemburu yang lewat dan berjanji tidak akan menyerangnya.
Setelah dilepaskan, harimau ternyata berbohong dan ingin memangsa pemburu itu.
Namun pemburu tidak panik. Ia menipu harimau untuk masuk kembali ke dalam kurungan dengan dalih ingin menjelaskan bagaimana jebakan itu bekerja.
Setelah harimau masuk, pemburu segera menguncinya kembali. Pemburu pun selamat berkat kecerdasannya.
9. Ular dan Burung Hantu
Seekor ular kecil sering diolok karena tubuhnya lemas.
Ia ingin kuat seperti burung hantu yang gagah. Ia mencoba melompat dan terbang, namun selalu gagal dan malah terluka.
Burung hantu pun mengajarkan bahwa kekuatan bukan hanya dari bentuk tubuh, tapi dari ketekunan.
Ular akhirnya menjadi penjaga hutan yang cepat dan gesit, membuat semua hewan kagum padanya.
10. Sahabat Kupu-Kupu di Taman Ajaib
Di taman penuh bunga, seekor ulat kecil bermimpi bisa terbang.
Ia bekerja keras, makan daun secukupnya, dan menunggu waktu untuk berubah. Akhirnya, ia menjadi kupu-kupu indah berwarna biru.
Ia terbang gembira dan membantu bunga-bunga mekar dengan sayapnya.
Semua hewan di taman memujinya karena kesabaran dan ketekunannya. Ia pun sadar, perubahan indah butuh waktu.
11. Kelinci dan Kura-Kura Berlomba
Kelinci selalu sombong karena merasa paling cepat di hutan.
Ia menantang kura-kura berlomba lari sambil menertawakannya. Saat lomba dimulai, kelinci berlari jauh di depan lalu tertidur karena terlalu yakin menang.
Kura-kura tetap berjalan perlahan tapi tidak berhenti. Ketika kelinci terbangun, kura-kura sudah mencapai garis akhir.
Sejak itu, kelinci belajar bahwa kesombongan hanya membuat rugi diri sendiri.
12. Burung Merpati yang Penolong
Suatu hari, seekor burung merpati melihat pemburu ingin menangkap seekor semut yang sedang beristirahat di tepi sungai.
Merpati segera menjatuhkan sehelai daun agar semut dapat naik dan selamat.
Beberapa hari kemudian, semut membalas budi. Ia menggigit kaki pemburu yang hendak menembak merpati.
Panahnya meleset, dan merpati pun terbang bebas. Sejak saat itu, keduanya menjadi sahabat sejati.
13. Si Semut dan Belalang yang Rajin
Musim panas tiba, belalang hanya bermain dan bernyanyi sepanjang hari, sementara semut sibuk mengumpulkan makanan untuk musim dingin.
Belalang menertawakan semut karena dianggap terlalu serius.
Saat musim dingin datang, belalang kelaparan sedangkan semut tetap hangat dan kenyang.
Semut tetap baik hati dan berbagi makanan, membuat belalang sadar pentingnya kerja keras dan persiapan.
14. Kucing yang Belajar Keberanian
Seekor kucing bernama Miko selalu takut pada suara keras dan anjing di sekitar rumah. Saat suatu hari rumah majikannya hampir terbakar karena lilin jatuh, Miko memberanikan diri untuk membangunkan tuannya.
Karena keberaniannya, kebakaran bisa dicegah. Tuannya memeluk Miko dengan bangga. Sejak saat itu, Miko tidak lagi takut—ia tahu keberanian muncul saat kita peduli dengan orang lain.
15. Tikus Ladang dan Tikus Kota
Tikus kota mengundang temannya yang tinggal di ladang untuk makan malam di rumah mewahnya.
Makanan di sana enak, tapi banyak gangguan dari kucing dan manusia. Tikus ladang merasa tidak nyaman.
Ia kemudian mengajak tikus kota ke rumahnya di ladang.
Meskipun sederhana, suasananya tenang dan aman. Tikus kota pun menyadari bahwa kemewahan tidak selalu membawa kebahagiaan.
16. Serigala yang Ingin Jadi Domba
Serigala iri melihat domba yang selalu hidup damai dan dihormati karena kelembutannya.
Ia pun meniru domba dengan memakai kulit wol dan pura-pura jinak. Namun, ketika penjaga kandang datang, ia ketahuan dan diusir.
Serigala malu dan sadar bahwa menjadi diri sendiri lebih baik daripada berpura-pura. Ia akhirnya memilih hidup damai di hutan tanpa menipu siapa pun lagi.
17. Anak Ayam yang Tersesat
Seekor anak ayam tersesat saat mencari makan bersama induknya. Ia ketakutan melihat hutan yang gelap dan suara-suara aneh.
Untung saja seekor kelinci baik hati menemukannya dan membantu mencari jalan pulang.
Setelah kembali ke kandang, anak ayam berjanji akan selalu mendengarkan nasihat ibunya dan tidak pergi terlalu jauh sendirian.
Ia belajar arti kehati-hatian.
18. Kuda yang Tidak Mau Berbagi
Seekor kuda memiliki banyak rumput hijau di ladangnya, sementara keledai di sebelahnya kelaparan.
Kuda menolak berbagi karena takut makanannya berkurang.
Namun suatu hari, badai datang dan merobohkan pagar. Kuda kehilangan seluruh rumputnya, sedangkan keledai menolongnya.
Sejak saat itu, kuda sadar bahwa berbagi tidak akan membuat rugi.
19. Si Rubah dan Buah Anggur
Rubah yang lapar melihat tandan anggur menggantung tinggi di pohon.
Ia mencoba melompat berkali-kali tapi tak bisa mencapainya. Karena kesal, ia berkata bahwa anggur itu pasti asam.
Padahal, sebenarnya ia hanya malu mengakui kegagalannya. Dongeng ini mengajarkan agar kita tidak meremehkan sesuatu hanya karena belum bisa meraihnya.
20. Burung Gagak Menemukan Air
Di hari yang sangat panas, seekor gagak kehausan menemukan kendi berisi sedikit air.
Lehernya terlalu pendek untuk menjangkau air di dasar kendi. Dengan cerdik, ia mengambil kerikil satu per satu dan menjatuhkannya ke dalam kendi.
Air pun naik ke permukaan hingga bisa diminum.
Gagak bahagia karena masalah besar dapat diselesaikan dengan akal dan kesabaran.
Kumpulan Dongeng Pendek Sebelum Tidur yang Seru untuk Anak
21. Kupu-Kupu dan Lebah yang Bersatu
Di sebuah taman bunga, kupu-kupu dan lebah sering bertengkar tentang siapa yang paling penting bagi bunga.
Suatu hari, angin besar membuat bunga-bunga hampir layu.
Keduanya pun bekerja sama menjaga dan menanam kembali bunga yang rusak.
Akhirnya mereka sadar bahwa setiap makhluk punya peran sendiri.
Sejak itu, kupu-kupu dan lebah bersahabat dan selalu berbagi madu serta keindahan bunga.
22. Pohon Mangga dan Burung Pipit
Burung pipit selalu berteduh di bawah pohon mangga yang rindang.
Saat musim kemarau, pohon kehilangan banyak daun dan merasa malu tidak bisa melindungi pipit dari panas.
Namun pipit tetap tinggal dan bernyanyi ceria untuknya setiap pagi.
Pohon mangga pun terharu dan belajar bahwa sahabat sejati tidak pergi di saat sulit.
23. Si Landak yang Mencari Teman
Landak kecil merasa sedih karena durinya membuat semua hewan takut mendekat.
Ia mencoba berteman dengan kelinci dan katak, tapi selalu ditolak karena tak sengaja menyakiti mereka.
Suatu hari hujan deras membuat semua hewan menggigil. Landak menawarkan punggungnya yang hangat untuk berlindung bersama.
Sejak itu, semua hewan sadar bahwa kelebihan setiap makhluk bisa membantu yang lain.
24. Ikan Emas dan Bintang Laut
Ikan emas dan bintang laut bersahabat di laut biru. Suatu hari badai besar datang dan bintang laut terhempas jauh ke pantai. Ikan emas berani menuju daerah dangkal untuk menemukan temannya.
Dengan bantuan ombak, ia berhasil membawanya kembali ke laut. Bintang laut sangat berterima kasih, dan keduanya belajar arti setia dalam persahabatan.
25. Kucing dan Anjing yang Akur
Di sebuah rumah, kucing dan anjing selalu bertengkar soal makanan dan tempat tidur.
Namun, ketika pemiliknya pergi beberapa hari, rumah itu diserang tikus. Mereka pun harus bekerja sama untuk menjaga rumah.
Setelah berhasil, mereka sadar bahwa bekerja bersama jauh lebih menyenangkan daripada berkelahi.
Kini, anjing dan kucing menjadi teman baik yang saling berbagi.
26. Elang dan Kelinci yang Setia Kawan
Suatu kali, kelinci kecil yang lincah menolong elang yang terjebak di jaring pemburu.
Elang pun terbang bebas lagi dan berjanji akan membalas budi.
Beberapa minggu kemudian, kelinci terancam serigala. Elang turun dari langit dan menakuti serigala itu sehingga melarikan diri.
Mereka pun menjadi sahabat, saling menjaga dari darat dan udara.
27. Si Rusa dan Kancil Bersahabat
Kancil terkenal cerdik, sedangkan rusa sangat kuat.
Ketika pemburu datang ke hutan, keduanya bekerja sama: rusa menendang perangkap, dan kancil menipu pemburu dengan rencananya.
Setelah berhasil kabur, mereka tertawa lega.
Sejak itu, hutan menjadi tempat aman bagi mereka karena selalu saling membantu.
28. Katak di Kolam dan Burung di Langit
Katak dan burung sering berdebat siapa yang lebih bebas. Katak merasa air adalah dunia terbaik, sedangkan burung berkata langit lebih luas.
Ketika musim kemarau datang dan kolam mengering, burung membantu katak mencari kolam baru.
Katak akhirnya sadar bahwa perbedaan bukan alasan untuk bertengkar — justru bisa saling melengkapi. Mereka tetap bersahabat meski berasal dari dunia berbeda.
29. Domba dan Serigala yang Bertobat
Serigala yang dulu jahat merasa kesepian karena tak ada yang mau berteman. Ia mencoba berubah dan menolong seekor domba yang tersesat. Meski awalnya takut, domba akhirnya percaya.
Mereka menjadi teman baik, dan seluruh hewan hutan pun mulai mempercayai serigala kembali. Sejak itu, ia benar-benar berubah menjadi penjaga hutan yang baik.
30. Si Panda yang Tidak Sombong
Panda terkenal kuat dan besar di hutan bambu.
Semua hewan kagum padanya, tapi panda tetap rendah hati dan selalu menolong siapa pun yang kesulitan.
Suatu hari, pohon bambu rubuh hampir menimpa kelinci.
Panda cepat menolongnya tanpa berpikir panjang. Karena kebaikannya, semua hewan belajar bahwa kebesaran sejati datang dari hati yang lembut.
31. Anak Petani yang Jujur
Seorang anak petani menemukan dompet berisi uang saat membantu ayahnya di sawah. Ia tergoda untuk menyimpannya, tetapi hatinya menolak. Ia pun mengembalikannya ke pemilik yang datang mencari.
Pemilik dompet sangat berterima kasih dan memberi anak itu hadiah kecil. Sejak itu, ia belajar bahwa kejujuran selalu membawa keberkahan.
32. Kendi Ajaib dan Air Kejujuran
Seorang gadis miskin menemukan kendi tua di tepi sungai. Saat diisi air, kendi itu berubah menjadi kendi emas—namun hanya jika airnya dituangkan oleh tangan yang jujur.
Ketika orang-orang tamak mencobanya, kendi itu kembali biasa. Gadis itu pun tetap rendah hati dan membagikan air jernihnya kepada semua orang, membuat desa itu menjadi makmur.
33. Gadis dengan Batu Keberuntungan
Seorang gadis desa menemukan batu kecil yang bersinar di hutan. Ia menyimpannya dan tiba-tiba nasibnya membaik. Namun ketika melihat tetangga membutuhkan, ia memberikan batu itu dengan ikhlas.
Ajaibnya, gadis itu tetap bahagia dan rezekinya terus datang. Ia sadar bahwa keberuntungan sejati lahir dari hati yang suka berbagi.
34. Anak yang Malas dan Pohon Harapan
Ada seorang anak yang malas belajar dan lebih suka bermain sepanjang hari. Suatu malam, ia bermimpi bertemu pohon berbicara yang berkata, “Siapa yang tidak mau berusaha, tak akan memetik buah impian.”
Sejak bangun dari mimpi itu, anak tersebut berubah menjadi rajin belajar dan membantu orang tua. Ia pun tumbuh menjadi anak yang pintar dan disayangi semua orang.
35. Tiga Saudara Pekerja Keras
Tiga saudara diberi tugas oleh ayah mereka untuk membangun rumah sendiri. Si sulung bekerja keras, si tengah malas-malasan, dan si bungsu selalu semangat.
Ketika badai datang, hanya rumah si bungsu yang kuat berdiri karena dibangun dengan ketekunan. Dua saudaranya belajar bahwa hasil baik datang dari kerja keras dan kesungguhan.
36. Si Penebang Kayu dan Kapak Emas
Seorang penebang kayu kehilangan kapaknya di sungai. Malaikat air muncul dan menawarkan tiga kapak—emas, perak, dan besi. Ia memilih yang besi karena itu kapak miliknya.
Malaikat itu kagum dengan kejujurannya dan memberinya ketiga kapak tersebut. Kejujuran membuatnya hidup bahagia tanpa kekurangan.
37. Anak Gembala yang Suka Berbohong
Setiap hari, anak gembala suka menipu warga dengan berteriak palsu, “Serigala datang!” hingga semua orang tak mempercayainya. Ketika benar-benar ada serigala menyerang dombanya, tak ada yang datang menolong.
Akhirnya anak itu menyesal dan berjanji tidak akan berbohong lagi. Ia memahami bahwa kepercayaan sangat sulit dikembalikan setelah hilang.
38. Raja yang Belajar Rendah Hati
Seorang raja sombong merasa paling tahu segalanya. Suatu hari, ia menyamar dan berkeliling desa. Ia melihat rakyatnya hidup susah karena aturan yang ia buat sendiri.
Ia pun sadar dan mengubah sikapnya. Dengan rendah hati, ia memimpin rakyat dengan bijak hingga kerajaannya kembali makmur.
39. Petani dan Ular yang Tak Tahu Terima Kasih
Petani menolong ular yang kedinginan di salju. Ketika menghangatkannya di rumah, ular itu justru menggigit si petani. Untung saja tetangganya datang menolong.
Petani sadar, tidak semua yang kita tolong akan berterima kasih. Sedangkan kebaikan pun harus disertai kebijaksanaan.
40. Si Pemuda yang Menemukan Kebahagiaan Sejati
Pemuda kaya merasa hidupnya kosong. Ia berkeliling dunia mencari harta dan kemewahan, tapi tetap tak bahagia. Hingga suatu hari ia membantu orang tua miskin tanpa pamrih.
Melihat senyum orang tua itu, hatinya terasa damai. Ia pun mengerti bahwa kebahagiaan sejati datang dari memberi, bukan dari memiliki.
Dongeng Pendek Sebelum Tidur untuk Anak tentang Putri dan Kerajaan
41. Putri dan Katak Istana
Seorang putri manja kehilangan bola emasnya di kolam. Seekor katak menolongnya dengan syarat putri mau menjadi temannya. Putri setuju, tapi kemudian ingkar janji.
Saat katak datang ke istana, putri menyesal dan menepati janjinya. Ajaib, katak itu berubah menjadi pangeran. Mereka pun bersahabat dan belajar pentingnya menepati janji.
42. Kerajaan Awan yang Indah
Di langit tinggi, ada kerajaan awan tempat para makhluk lembut tinggal. Putri Awan ingin turun ke bumi agar tahu seperti apa kehidupan manusia. Saat melihat anak kecil yang sedih karena kehilangan tali layang-layangnya, ia membantu mengembalikan layang-layang itu.
Ternyata kebahagiaan sederhana membuat hatinya lebih hangat daripada kemewahan di istana. Ia kembali ke langit membawa pelajaran tentang kasih sayang.
43. Ratu Salju dan Cermin Jujur
Ratu Salju memiliki cermin yang selalu berkata jujur. Suatu hari, ia menjadi terlalu bangga dengan kecantikannya. Ketika cermin berkata bahwa ada orang lain yang lebih baik hatinya, Ratu marah.
Namun ia akhirnya menyadari bahwa kecantikan sejati berasal dari kebaikan hati. Sejak itu, Ratu Salju menjadi pemimpin yang lembut dan disayangi semua orang.
44. Pangeran dan Burung Api
Seorang pangeran bermimpi memiliki burung api yang bisa menerangi istana di malam hari. Ia berkelana jauh dan menolong burung itu dari jerat pemburu. Burung api bersyukur dan mengikuti pangeran pulang.
Selain cahaya dari bulunya, burung itu membawa kehangatan pada istana. Pangeran pun belajar bahwa kebaikan hati membawa keajaiban lebih besar dari kekuasaan.
45. Putri yang Suka Membantu
Putri kecil selalu menghabiskan waktunya di pasar, membantu rakyat yang kesulitan. Ia menambal pakaian anak-anak, membagikan makanan, dan menulis surat bagi yang buta huruf.
Rakyat pun sangat mencintainya dan kerajaan menjadi makmur. Putri belajar bahwa seorang pemimpin sejati adalah yang melayani dengan tulus.
46. Istana Kaca di Tengah Danau
Seorang pengembara muda tersesat dan menemukan istana kaca yang berkilau di tengah danau. Di sana, ada putri yang terperangkap oleh kutukan karena terlalu sombong.
Dengan keberanian dan kejujuran sang pengembara, kutukan itu terpecah. Putri pun belajar bahwa kerendahan hati adalah kunci kebebasan sejati.
47. Gadis dengan Gaun Emas
Seorang gadis miskin menolong nenek tua di jalan. Nenek itu sebenarnya penyihir baik yang kemudian menghadiahkannya gaun emas yang hanya bersinar jika dipakai oleh hati yang tulus.
Saat orang tamak mencoba merebut gaun itu, cahaya emasnya hilang. Gadis itu tetap sederhana dan bahagia karena tahu cahaya sejati ada di dalam hati.
48. Ratu Lebah dan Rahasia Madu
Seekor lebah muda ingin tahu rahasia madu yang paling manis di sarang. Ratu Lebah berkata, “Rahasianya bukan di bunga, tapi di kerja sama.”
Ketika ia bekerja bersama teman-temannya, madu yang dihasilkan jauh lebih harum dan manis. Lebah kecil itu pun mengerti bahwa keberhasilan datang dari kebersamaan.
49. Putra Raja yang Rendah Hati
Putra raja menyamar sebagai rakyat biasa untuk melihat kehidupan desa. Ia menemukan banyak orang baik yang bekerja keras tanpa mengeluh.
Ia pun berjanji akan menjadi raja yang adil dan rendah hati. Ketika kembali ke istana, ia membawa semangat baru untuk memimpin dengan kasih.
50. Permata Pelangi di Negeri Dongeng
Di negeri dongeng, ada permata pelangi yang bisa membuat siapa pun bahagia. Banyak orang mencarinya demi kekayaan, namun gagal.
Seorang anak kecil akhirnya menemukannya karena ia menolong banyak makhluk di jalan. Permata itu bersinar di tangannya—tanda bahwa hati baik adalah kunci semua kebahagiaan.
51. Malin Kundang yang Durhaka
Malin Kundang adalah anak nelayan miskin yang merantau ke kota dan menjadi kaya. Saat kembali ke kampung halamannya, ia malu mengakui ibunya yang sederhana. Sang ibu bersedih lalu berdoa kepada Tuhan.
Tak lama kemudian, ombak besar datang dan kapal Malin hancur. Ia berubah menjadi batu karena durhakanya. Kisah ini mengajarkan pentingnya berbakti dan menghormati orang tua.
52. Timun Mas dan Raksasa
Seorang janda tua mendapatkan anak dari biji timun ajaib yang diberikan oleh raksasa. Anak itu diberi nama Timun Mas. Saat dewasa, raksasa datang menagih janji untuk memakan Timun Mas.
Dengan bantuan benda-benda ajaib pemberian ibunya—biji mentimun, jarum, garam, dan terasi—Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa itu. Cerita ini menanamkan keberanian dan kecerdikan menghadapi bahaya.
53. Bawang Merah dan Bawang Putih
Dua saudari tinggal bersama ibu tiri yang jahat. Bawang Putih rajin dan baik hati, sedangkan Bawang Merah malas dan iri hati. Suatu hari, Bawang Putih menolong nenek tua dan diberi labu berisi emas.
Melihat itu, Bawang Merah meniru perbuatannya, tapi karena hatinya serakah, labu yang ia dapat justru berisi ular. Cerita ini mengingatkan bahwa kebaikan yang tulus membawa berkah, sedangkan keserakahan membawa celaka.
54. Si Pitung dari Betawi
Si Pitung adalah pendekar jujur dan berani dari Betawi. Ia membantu rakyat kecil dengan mengambil harta dari tuan tanah yang kejam dan membagikannya kepada orang miskin.
Meskipun akhirnya tertangkap, namanya dikenang sebagai pahlawan rakyat yang berani menegakkan keadilan. Kisah ini menumbuhkan semangat berbagi dan melawan ketidakadilan.
55. Legenda Danau Toba
Seorang pemuda menikahi gadis cantik yang ternyata jelmaan ikan. Mereka hidup bahagia dan memiliki anak, dengan satu syarat: sang istri tak boleh diingatkan tentang asal-usulnya.
Saat sang suami marah dan melanggar janji itu, sang istri berubah kembali menjadi ikan dan membentuk danau luas bernama Danau Toba. Dongeng ini mengajarkan pentingnya menepati janji dan menahan amarah.
56. Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu
Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi tanpa tahu bahwa wanita itu adalah ibunya sendiri. Saat kebenaran terungkap, Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membuat perahu dan danau semalam sebagai syarat pernikahan.
Karena gagal, ia marah dan menendang perahunya hingga terbalik. Perahu itu menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Cerita ini mengingatkan bahaya amarah dan pentingnya rasa hormat kepada orang tua.
57. Cindelaras dan Ayam Ajaib
Cindelaras adalah anak raja yang dibuang karena fitnah. Ia tumbuh di hutan dan memiliki ayam berbunyi ajaib yang bisa bertarung hebat. Ayam itu akhirnya membawa Cindelaras kembali ke istana dan membuktikan bahwa ia putra raja yang sah.
Raja menyesal atas kesalahannya dan memeluk anaknya lagi. Kisah ini menunjukkan bahwa kebenaran pada akhirnya selalu menang.
58. Lutung Kasarung
Putri Purbasari dibuang oleh kakaknya karena iri hati. Di hutan, ia bersahabat dengan seekor lutung (kera) yang bijak. Ternyata lutung itu adalah pangeran yang dikutuk.
Dengan ketulusan Purbasari, kutukan itu hilang. Ia pun kembali ke istana bersama pangeran. Kisah ini mengajarkan bahwa kebaikan dan kesabaran akan membuahkan bahagia.
59. Keong Mas
Putri yang cantik dikutuk menjadi keong oleh penyihir jahat. Ia terdampar di rumah seorang nenek baik hati dan setiap malam berubah menjadi manusia untuk membantu pekerjaan rumah.
Suatu hari, sang penyihir dikalahkan dan kutukan pun terlepas. Putri akhirnya kembali ke istana, membawa nenek itu sebagai ibu angkat. Cerita ini menanamkan nilai kasih sayang dan balas budi.
60. Sang Kancil dan Buaya
Sang Kancil ingin menyeberang sungai yang penuh buaya. Dengan kecerdikannya, ia menipu buaya-buaya agar berbaris supaya ia bisa menghitung mereka satu per satu. Setelah sampai di seberang, ia melompat gembira dan berterima kasih.
Buaya marah, tapi Kancil sudah selamat. Cerita ini mengingatkan bahwa kecerdikan dan akal sehat bisa menaklukkan bahaya.
Nah, itulah cerita dongeng pendek sebelum tidur untuk anak. Semoga bermanfaat, ya!
***
Baca Juga:
Kisah Nabi Muhammad SAW Berseta Mukjizatnya Lengkap untuk Anak
15 Contoh Materi Pembelajaran Anak TK yang Penting Diberikan
10 Cara Belajar Berhitung yang Menyenangkan dan Sederhana untuk Anak TK
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.