5 Tipe Pasangan dalam Pernikahan dan Cara Atasi Konflik di Dalamnya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ada banyak tipe pasangan yang biasanya ditemui dalam hubungan pernikahan. Dari banyaknya tipe tersebut, dirangkum 5. Hubungan Anda masuk tipe mana?

Semua orang memiliki kecenderungan berbeda menyangkut jenis hubungan dan bagaimana menjalaninya. Karena itulah, kadang membandingkan satu pasangan dengan pasangan lain itu sangat tidak relevan karena adanya perbedaan jenis tipe pasangan.

Para psikolog maupun konsultan percintaan mencoba meneliti lebih jauh tipe pasangan agar dapat menemukan pola yang tepat soal hubungan percintaan. Terutama jika pasangan tersebut menemui masalah dan butuh bantuan ahli untuk mengatasi masalah seputar hubungannya.

Berikut 7 Tipe pasangan yang menggambarkan hubungan percintaan Anda:

1. Tom and Jerry

Ingat kartun Tom and Jerry kan? Tom dan Jerry selalu bermusuhan dan memulai kejar-kejaran mereka kapan pun mereka bertemu. Seolah, mereka adalah musuh yang sempurna, tanpa Jerry, hidup Tom akan dijalani dengan biasa-biasa saja tanpa ada gairah.

Pasangan jenis ini akan terlihat saling berargumentasi satu sama lain. Seolah, perdebatan adalah bumbu utama dalam hubungan mereka.

Tanpa bertengkar, mereka tak dapat saling mencintai. Pasangan tipe ini hanya akan merasa asik bertengkar jika "musuhnya" adalah orang yang dicintainya. Kecocokan dalam berdebat dan saling mengerjai pasangannya justru akan menambah cinta.

Jangan heran jika ada suami istri yang setiap hari selalu beradu argumen tapi justru pernikahannya awet. Karena, tanpa beradu argumentasi dengan pasangan, rasanya dunia ini terasa sepi sekali. Hanya pasangan yang dicintainya lah yang dapat mengimbangi pemikiran dan mengatasi keinginan beradu argumentasi ini.

Jika Anda dan pasangan adalah tipe yang seperti ini, maka kalian harus menyiapkan stok energi lebih untuk saling berdamai lagi setelah saling berdebat. Untuk bisa menjalin hubungan yang awet, kedua belah pihak harus bergantian untuk memulai siapa yang harus lebih dulu minta maaf atau memulai pembicaraan setelah pertengkaran.

Hubungan macam ini tidak akan bertahan lama jika kedua belah pihak memiliki gengsi tinggi dan malas untuk memulai mosi perdamaian. Apalagi jika keduanya adalah tipe yang sama-sama cuek setelah pertengkaran terjadi.

2. Tipe drama

Anda dan pasangan akan mudah sekali bertengkar dan berdamai lagi. Berbeda dengan tipe Tom dan Jerry yang berdebat tanpa melibatkan banyak emosi, Anda dan pasangan adalah tipe yang gampang galau sekalipun tidak ada apa-apa.

Misalnya, hal sederhana seperti lupa memberi kabar saat sedang sibuk, Anda akan merasa bahwa ia selingkuh atau melupakan Anda. Padahal, bisa jadi dia memang sibuk.

Tipe drama seperti ini biasanya cukup merepotkan sahabat dan orang-orang sekitar pasangan. Karena hal kecil sekalipun akan membuat pasangan tersebut saling ngambek.

Ada perasaan tidak aman (insecure) yang sulit sekali dihilangkan. Biasanya, ini terjadi setelah adanya perselingkuhan maupun hal yang dicurigai dari pasangannya.

Pasangan tipe ini, akan saling menuntut perhatian satu sama lain. Jika tidak segera dikomunikasikan dengan cara yang tepat, kegalauan itu akan membuat hubungan pernikahan jadi sesuatu yang tidak menenangkan.

Bisa jadi, sekalipun kalian hidup bersama dalam satu rumah, Anda dan pasangan akan sama-sama kesepian. Namun, dengan satu dua kali peristiwa romantis yang diinisiasi oleh salah satu pihak (ataupun justru keduanya), hubungan pasangan ini akan jadi sangat hangat.

3. Tipe pengatur dan pengalah

Tipe ini barangkali ada dalam hubungan yang salah satunya dominan dalam rumah tangga. Misalnya, ada seorang suami yang sedikit-dikit bilang, "Iya mah... Iya mah..." di saat istrinya mengatur segala keperluan suami. Seolah suami pasrah saja diatur-atur hidupnya tanpa protes apapun.

Atau ada juga tipe istri yang pasrah sepenuhnya pada apa yang telah diatur oleh suami karena menganggap suami adalah kepala rumah tangga, imam, dan panutan yang tidak boleh dibantah.

Tipe ini akan awet dalam pernikahan jika peran itu dijalankan tanpa ada pola yang berubah. Yang satu berperan sebagai si tukang atur, yang satunya adalah si tukang mengalah.

Namun, hubungan ini tak akan bertahan lama jika ada salah satu yang merasa tertekan dengan pihak lainnya. Agar hubungan kalian berjalan dengan baik, salah satu pihak harus bilang, "Kamu boleh mengatur hidupku sepenuhnya. Asal dengan seizinku."

Halaman selanjutnya: Tipe pengalah dan tipe romantis.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan