5 Mitos pernikahan yang terbukti salah, Parents wajib baca!

lead image

Mitos tentang pernikahan berikut ini seringkali Anda dengar, namun belum terbukti kebenarannya. Bahkan bisa jadi salah besar.

Seringkali sebelum menikah kita mendengar banyak sekali mitos pernikahan. Biasanya mitos tersebut datang dari para orangtua, atau kerabat yang sudah menikah.

Namun sebaiknya, jangan dulu percaya seratus persen tentang mitos tersebut karena belum tentu semuanya benar.

Berikut ini adalah 5 mitos pernikahan yang terbukti salah dan harus Anda ketahui.

1. Bertengkar adalah pertanda buruk

mitos tentang pernikahan

Mitos pernikahan bahwa bertengkar adalah pertanda buruk sangatlah salah.

Pernikahan yang adem ayem tanpa masalah memang idaman semua orang. Namun bukan berarti jika Parents berdebat atau bertengkar maka pernikahan kalian bermasalah.

Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah terjadi jika dua orang tinggal bersama. Bahkan beberapa jenis pertengkaran malah bisa semakin mendekatkan hubungan suami dan istri.

Seperti pepatah, bertengkar dan berbeda pendapat adalah asam garam pernikahan yang menjadi bumbu penyedap dalam pernikahan. Proses penyesuaian diri serta usaha Anda dan pasangan untuk berkompromi adalah hakikat sebenarnya dari sebuah pernikahan.

Artikel terkait: 10 Pertengkaran yang mendekatkan hubungan pasangan setelah menikah

2. Hadiah tidaklah penting

mitos tentang pernikahan

Mitos pernikahan yang mengatakan hadiah tidaklah penting terbukti salah.

Buat para Ayah, jangan pernah berpikir bahwa hadiah untuk istri adalah hal sepele yang tidak penting. Siapapun pasti suka diberi hadiah kejutan, walaupun sekedar bunga atau aksesori kecil.

Istri suka diberi hadiah oleh suami, tidak perlu mahal, karena istri pasti akan menyukai apapun yang Ayah berikan. Meski istri tidak menuntut Ayah untuk romantis, sesekali membuat kejutan untuk Bunda dengan membelikan makanan kesukaannya, atau membelikan baju tanpa harus menunggu lebaran, pasti akan membuatnya terharu.

Hadiah untuk istri seringkali terlupakan, apalagi jika sudah punya anak. Jadi, Ayah harus inisiatif, meski Bunda tidak meminta, para Ayah harus tahu bahwa wanita mana pun pasti senang diberikan hadiah oleh suaminya.

3. Jangan tidur setelah bertengkar

mitos tentang pernikahan

Banyak yang bilang, masalah suami istri sebaiknya diselesaikan dan jangan dibawa tidur. Namun, ada kalanya pertengkaran suami istri harus didiamkan semalam agar kedua pihak bisa mendinginkan kepala dan berpikir jernih.

Jika dipaksakan untuk diselesaikan saat kalian masih sama-sama ‘panas’, kemungkinan besar permasalahan makin memburuk. Jika memang tidak bisa mendapat solusi, tundalah pembahasannya hingga esok hari saat kalian bisa berpikir lebih jernih dan tidak dibutakan oleh amarah.

4. Menikah dengan sahabat baik adalah ide yang bagus

mitos tentang pernikahan

Mitos pernikahan bahwa menikah dengan sahabat baik menjamin hubungan langgeng adalah salah.

Setiap orang pastinya ingin agar pasangan hidupnya bisa menjelma menjadi seorang sahabat yang bisa mengerti dirinya luar dalam. Tetapi, hubungan persahabatan yang terlalu kuat juga tidak menjamin bahwa pernikahan kalian akan bahagia.

Pernikahan memang membutuhkan pengertian, dan hubungan layaknya dengan sahabat yang bisa mendukung satu sama lain dalam situasi apapun. Akan tetapi, jika di antara kalian tidak ada ketertarikan fisik sama sekali, hal itu juga bisa mengancam kelangsungan pernikahan.

Karena, jika tidak ada ketertarikan fisik antara suami istri, besar kemungkinan dia akan berpaling ke orang lain yang membuatnya tertarik secara seksual.

Memiliki pasangan yang pengertian seperti seorang sahabat adalah hal yang bagus, namun memimpikan menikah dengan sahabat agar pernikahan langgeng, belum tentu hal yang baik dilakukan.

5. Punya anak menjamin pernikahan langgeng

mitos tentang pernikahan

Mitos pernikahan bahwa anak menjamin langgengnya hubungan adalah salah.

Pernyataan ini mungkin sering sekali kita dengar. Bahwa kehadiran anak dalam pernikahan, membuat kalian terikat seumur hidup, dan tidak akan pernah berpisah.

Karena adanya anak membuat hubungan kalian menjadi lebih dekat.

Akan tetapi, apabila sedari awal kalian sudah memiliki masalah, dan tidak bisa berkompromi satu sama lain. Memiliki anak malah justru menambah masalah dan sumber pertengkaran kalian.

Lebih daripada itu, kalian juga berisiko menghancurkan kehidupan si anak jika dia terus menerus melihat kedua orangtuanya bertengkar.

Mengurus anak memang bisa mengalihkan perhatian dari masalah pernikahan yang kalian hadapi. Namun, membesarkan anak juga memiliki tantangan tersendiri.

Jika ikatan suami istri kalian tidak kuat, tantangan tersebut tidak akan bisa dihadapi, dan malah membuat rumah tangga semakin tidak tentram.

Jadi, sebelum berencana memiliki anak, pikirkanlah apakah kalian siap untuk menjadi orangtua. Dan apakah kalian mampu untuk memberikan lingkungan keluarga penuh cinta yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dewasa.

***

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Bollywood Shaadis

Baca juga:

Penelitian: sukses tidaknya pernikahan memengaruhi kesehatan jantung seseorang