• International


Friday, May 18, 2012
Anak yang lebih tua / Keselamatan
Si Penindas di Kelas – The Class Bully
By The Asian Parent | February 3, 2010

70% dari 4.000 siswa yang disurvei, melaporkan bahwa bullying atau penindasan merupakan semacam pengalaman selama sekolah. Saat kasus-kasus bullying di Indonesia memang tidak begitu kejam atau mematikan seperti di Amerika Serikat, namun hal ini sedang mewabah.
file 1 Class Bully Si Penindas di Kelas   The Class Bully
space Si Penindas di Kelas   The Class Bully
Si Penindas!

 

Apa itu Bullying?

Bullying adalah tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional  melalui pelecehan dan penyerangan.

Bentuk yang paling umum dari bentuk penindasan/bullying di kalangan anak-anak adalah pelecehan verbal, yang bisa datang dalam bentuk ejekan, menggoda atau menyebutkan nama. Jikatidak diperhatikan, bentuk penyalahgunaan ini dapat meningkat menjadi teror fisik seperti menendang, meronta-ronta dan bahkan pemerkosaan.

Mengapa Anak-anak Menindas?

Para penindas biasanya berawal di usia muda, dengan mempertunjukkan teror pada anak laki-laki dan pada anak perempuan cenderung ke arah emosional atau intimidasi psikologis.

Anak mengganggu karena berbagai alasan – karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, karena merasa penting dan memegang kendali, dan kekerasan karena meniru orang dewasa atau program televisi.

James * yang selalu menindas saat masih anak-anak, mengatakan bahwa ia melakukannya untuk berteman sebagai “anak baru di sekolah.” Dia menambahkan bahwa “biasanya tukang gertak ini orang yang paling merasa tidak aman di kelas.”

Efek dari Menindas…

Penindasan memiliki efek jangka panjang pada korban dan si penindas itu sendiri. Untuk yang pertama, hal itu merampas rasa percaya diri mereka, kesejahteraan emosional dan masa depan yang menjanjikan pada diri anak tersebut. Untuk yang terakhir, ini adalah erosi harga diri dan penurunan yang cepat yang berujung pada kecanduan memberi siksaan untuk meningkatkan ego mereka.

Ketakutan dan trauma emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan yang lebih besar untuk putus sekolah. Beberapa anak-anak yang diintimidasi bahkan menjadi si penindas. Dan si penindas muda yang tidak disiplin akhirnya menjadi orang dewasa yang kejam, dan/atau penjahat.

Apa yang Perlu Diperhatikan…

Korban tidak akan mengeluh karena takut reaksi dari si pengganggu. Namun, mereka biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti di bawah ini:

1. kesulitan tidur

2. kesulitan menaruh perhatian di kelas atau kegiatan apapun

3. sering membuat alasan untuk bolos sekolah

4. tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya seperti naik bus sekolah atau mengunjungi tempat bermain

5. tampak gelisah, lesu dan putus asa terus-menerus

Bagaimana melindungi anak Anda dari Si Penindas

Sayangnya, bullying merupakan suatu ritus peralihan untuk tumbuh dewasa. Menangani anak yang menindas merupakan suatu keterampilan hidup yang penting untuk disampaikan kepada anak Anda.

1. Mencari Bantuan. Dengan adanya lonjakan kekerasan di sekolah baru-baru ini, sangatlah penting bagi kita untuk menanggapi kekhawatiran anak dengan serius. Mengakui keberanian anak Anda dengan mencari bantuan. Menilai tingkat keparahan situasi yang menindas ini – apakah itu adalah sesuatu yang bisa ditangani oleh anak Anda  atau apakah Anda perlu untuk membahasnya dengan penguasa (sekolah atau polisi).

2. Menjelaskan dinamika bullying. Diluar dari tindakan keras dan berani mereka, para penindas pada dasarnya pengecut yang biasanya tertarik pada target yang mudah, yaitu yang berjenis kelamin lebihlemah, usia yang lebih muda, yang kurang agresif dan penyendiri. Mereka bertindak jahat dan menjatuhkan orang lain untuk menutupi ketidak-amanan mereka sendiri dan kurangnya rasa percaya diri. Bullying mudah dijinakkan ketika kekuasaan dan kontrol diambil.

3. Berdayakan Anak Anda. Olah pikir dengan anak Anda tentang cara-cara untuk menghadapi situasi penganiayaan yang tidak terlalu parah. Bantulah anak untuk memikirkan rencana realistis dan dapat dieksekusi saat berurusan dengan pengganggu, seperti bermitra dengan seorang sahabat, atau tidak bereaksi terhadap ejekan si pengganggu. Jika penindasan itu tidak parah, biarkan anak untuk mengurus masalahnya sendiri. Secara signifikan ini akan mengangkat harga diri anak Anda. Kelas seni bela diri juga merupakan penguat keyakinan yang amat membantu karena itu tempat yang baik untuk belajar tentang disiplin dan strategi bertahan.

4. Bicara tentang pengalaman Anda sendiri. Berbagi pengalaman Anda sendiri di sekolah. Ini akan membantu anak tahu bahwa dia tidak sendirian dalam situasi seperti itu. Juga, berikan anak Anda beragam buku dan film yang sesuai umurnya tentang tema “jujur-untuk-diri sendiri” dan memenangkan pelecehan. Sebagai contoh, “The Breakfast Club”, “Mean Girls”, “Clueless” untuk anak-anak yang lebih tua dan “Clifford the Big Red Dog” atau geng-nya Tigger dan Pooh untuk yang lebih muda.

5. Bentuk persahabatan di luar sekolah. Upayakan anak-anak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti pemuda gereja atau kelas-kelas lain di mana mereka bisa menciptakan kelompok sosial lain dan belajar keterampilan baru. Ini juga memberikan mereka perspektif lain pada situasi yang menindas.

6. Terus memberi perhatian pada situasi. Memantau keadaan anak Anda dan si penindas. Jika keadaan tidak membaik, dengan persetujuan anak Anda, hubungi pihak berwenang yang relevan dan dapatkan penyelesaian terhadap masalahnya.

Tags: ,

«Previous article
Next article
»

Conversations

One Response to “Si Penindas di Kelas – The Class Bully”
  1. Andy says:

    I am really not surprise. When I am in primary school, I also kena bully like mad.

    its a serius issue. I hope more parents look into the matter.


theAsianparent Conversations. Jump in!

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!