Bunda, Ini Dia Keuntungan Traveling ala Backpacker Bersama Bayi

lead image

Tertarik traveling bersama bayi ala backpacker? Sebelum mencoba, simak dulu persiapan apa saja yang harus dilakukan berikut ini.

Setiap kali mendengar kata traveling bersama bayi, hal pertama yang muncul di kepala Bunda pasti adalah ‘REPOT’! Iya, kan? Wajar, sih, kalau Bunda berpikir seperti itu. Pasalnya, traveling dengan bayi memang butuh persiapan sekaligus bawaan ekstra.

Kalau dulu zaman masih single kita bisa bepergian hanya dengan membawa satu tas ransel, sekarang semua itu rasanya tinggal mimpi belaka. Traveling dengan bayi artinya harus menyiapkan koper besar berisi aneka peralatan dan kebutuhan bayi.

Tapi ternyata, pendapat itu tidak sepenuhnya benar, lho. Traveling bersama bayi ternyata juga bisa dilakukan ala backpacker. Malah sebenarnya lebih praktis, karena Bunda bakal punya dua pasang tangan (plus tangan ayah!) yang bisa bebas menggendong bayi, tanpa harus direpotkan dengan menarik koper atau menenteng travel bag.

Dengan barang bawaan yang minim selama liburan, hal ini juga bakal membuat Bunda dan ayah jadi bebas mengeksplorasi tempat-tempat wisata, foto-foto selfie, mencoba berbagai kuliner di pinggir jalan, dan naik turun transportasi umum seperti bus dan kereta. Jadi lebih berasa turis, kan?

Gimana, tertarik traveling dengan bayi ala backpacker? Sebelum mencoba, simak dulu persiapan apa saja yang harus dilakukan.

Cek kepribadian Bunda dan bayi

Iya, faktor pertama yang paling menentukan keberhasilan traveling ala backpacker bersama bayi adalah kepribadian Bunda dan si kecil. Apakah Bunda adalah tipe orang yang mudah cemas, sangat terencana, dan ekstra hati-hati? Kalau ya, maka traveling ala backpacker ini mungkin bukan ide bagus untuk dilakukan, apalagi bersama bayi.

Tapi kalau Bunda adalah tipe orang yang santai dan mudah beradaptasi dengan segala perubahan, maka ide backpacker ini mungkin bisa dilakukan.

Kemudian, cek juga kepribadian bayi. Meski usianya baru beberapa bulan, tapi Bunda bisa melihat apakah si kecil adalah tipe bayi yang tenang, suka tertawa, dan mudah bergaul dengan siapa pun yang menyapanya. Bayi dengan tipe ini akan lebih mudah dibawa traveling ala backpacker dibandingkan bayi yang rewel dan punya jadwal menyusu dan tidur yang terstruktur.

Cek kondisi kesehatan

Bahkan jika menggunakan akomodasi yang paling mewah sekalipun, traveling dengan bayi mensyaratkan kondisi kesehatan yang prima, baik kesehatan Bunda maupun bayi.

Periksa kondisi kesehatan bayi sampai dengan beberapa jam sebelum keberangkatan, apakah suhu tubuhnya normal, tak ada gejala pilek, tak ada ruam yang berpotensi membuatnya rewel, dan bayi tidak dalam kondisi kelelahan.

Kalau semuanya baik-baik saja, dan Bunda pun merasa fit dan bugar, silakan jalani rencana travelling ala backpacker dengan bayi.

Pilih tujuan yang ideal untuk bayi

Meski berembel-embel backpacker, bukan berarti Bunda bisa memilih tujuan wisata kemana pun semaunya, ya. Tetap hindari lokasi yang membutuhkan tantangan untuk menjelajahinya, seperti hutan, gunung yang membutuhkan pendakian, atau lokasi lainnya yang memiliki cuaca ekstrim.

Untuk kali ini, Bunda harus berkompromi dengan kebutuhan bayi. Pilihlah destinasi yang ramah bayi, seperti kota besar atau kecil yang tenang atau taman bermain.

Hanya membawa kebutuhan yang sangat penting

Nah, soal barang bawaan ini memang hal yang paling tricky ketika bepergian bersama bayi. Harus diakui, meski tak beraktivitas banyak, bayi membutuhkan lebih banyak perlengkapan dan barang bawaan dibandingkan orang dewasa.

Tapi, Bunda bisa menyiasatinya supaya barang bawaan jadi lebih ringkas dan masuk semua ke dalam satu tas ransel.

1. Untuk barang-barang kebutuhan bayi yang habis dipakai, seperti popok, tak perlu membawanya dari rumah. Bawa saja secukupnya untuk kebutuhan di perjalanan ditambah satu hari untuk di lokasi tujuan. Selebihnya, beli di supermarket lokal.

2. Jika bayi masih mendapat ASI eksklusif, tak perlu membawa aneka peralatan menyusu, seperti botol susu, susu formula, pembersih botol, dan sebagainya. Bunda cukup membawa sehelai apron untuk menyusui si kecil kapan pun dan dimana pun.

Sedangkan kalau bayi sudah mulai makan MPASI, Bunda bisa membekalinya dengan biskuit bayi atau bubur instan hanya untuk di perjalanan. Selebihnya, bahan-bahan untuk MPASI bisa didapat dengan mudah di berbagai supermarket atau restoran lokal. Cari informasi saja sebanyak-banyaknya.

2. Lupakan stroller, kursi makan bayi, dan barang-barang besar lainnya. Berada dalam gendongan sepanjang hari tak akan membuat bayi kelelahan, kok. Justru akan membuatnya mudah tertidur karena ia merasa dipeluk sepanjang hari. Pegal? Gantian dengan ayah, dong!

4. Sama seperti Anda yang hanya membawa baju secukupnya, begitu juga dengan bayi.

Memang, sih, selalu ada kemungkinan terjadi ‘kecelakaan’ ketika bayi muntah, gumoh, atau BAB di jalan yang menyebabkan bajunya ternoda dan harus diganti. Tapi, tak perlu juga membawa puluhan potong baju untuk mengantisipasi hal ini, kan?

Bawa baju bayi secukupnya saja, kira-kira untuk kebutuhannya selama 2 hari.

Liburan bukan berarti tak bisa mencuci baju, kan? Tak bakal merepotkan kalau Bunda membawa Sleek Baby Travel Wash ukuran 100 ml yang praktis masuk ke dalam tas. Deterjen dengan kandungan lime extract ini efektif menghilangkan berbagai noda membandel pada pakaian bayi, mulai dari noda susu, makanan, bahkan noda pup.

Bahan natural plant extract-nya juga sangat aman, bahkan telah lolos dari uji dermatologi sehingga tak perlu khawatir soal iritasi pada kulit bayi. Dilengkapi dengan kandungan antibakteri dan antijamur, dijamin pakaian bayi bakal terbebas dari bau apek selama liburan.

Cara penggunaannya juga sangat praktis dan tak makan waktu. Cukup oleskan Sleek Baby Travel Wash pada noda pakaian, kucek, dan langsung bilas pakaian tanpa perlu direndam. Bagaimana, benar-benar solusi untuk menghemat bawaan barang-barang bayi, kan?