Tips Bagi Ibu yang Bekerja untuk Menyeimbangkan Kehidupan Karir dan Keluarga

Ibu yang bekerja seringkali menghadapi dilema, tips berikut akan membantu Anda menyeimbangkan kehidupan karir dan juga keluarga. Sehingga Anda bisa tetap menjadi ibu yang baik, dan juga karyawan yang baik.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bagi ibu yang bekerja, seringkali sulit menyeimbangkan kehidupan sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga. Tuntutan pekerjaan, dan kewajiban sebagai seorang ibu untuk mengurus keluarga, seringkali membuat ibu merasa kelelahan, bahkan kesulitan untuk menentukan skala prioritas.

Mengurangi kesulitan ibu yang bekerja

Mengacu pada tulisan di laman Parents, berikut ini adalah 10 tips yang bisa Anda ikuti. Agar kehidupan karir dan keluarga Anda bisa lebih seimbang, dan mengurangi tingkat kesulitan yang Anda temui saat menjalani peran sebagai ibu sekaligus wanita karir.

1. Lepaskan rasa bersalah

Ibu yang bekerja seringkali merasa bersalah, karena tak bisa meluangkan waktu lebih lama bersama anak-anaknya. Lebih baik Anda segera menghilangkan perasaan bersalah ini, lihatlah kehidupan karir Anda dari sisi yang lebih positif.

Karir dan pekerjaan Anda membantu membiayai pengeluaran rumah tangga, dan beberapa keuntungan lain yang Anda dapatkan sebagai pekerja. Misalnya saja, Anda sekeluarga bisa pergi wisata tanpa harus membayar, atau anak Anda mendapat kesempatan kursus gratis karena dibiayai oleh perusahaan.

Dengan bekerja, Anda juga bisa menabung untuk pendidikan anak di masa depan. Anda pun bisa memastikan bahwa anak akan memiliki masa depan yang cerah.

Yang terpenting, jangan menyimpan perasaan negatif ini sendirian. Banyak ibu lain yang juga merasakan hal yang sama, diskusikan dengan mereka, atau dengan suami Anda. Agar Anda tidak terjebak pada perasaan negatif terus menerus, yang bisa merugikan diri Anda sendiri.

2. Mencari pengasuh/tempat penitipan anak yang berkualitas

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Ibu akan merasa lebih tenang meninggalkan anak untuk bekerja, jika tahu bahwa ia telah menitipkan anaknya pada orang yang baik. Karena itu, carilah tempat penitipan anak atau pengasuh yang benar-benar berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang bagus.

Anda bisa bertanya pada kolega, rekan kerja, atau keluarga yang memiliki informasi mengenai yayasan penyalur pengasuh yang baik, atau tempat penitipan anak yang berkualitas. Dengan memastikan anak berada dalam penanganan dan pengawasan yang tepat, Anda bisa bekerja dengan lebih baik.

3. Buat pagi Anda menjadi lebih mudah

Pagi adalah waktu yang paling sibuk bagi ibu, menyiapkan keperluan sekolah anak, memasak sarapan, mengurus suami, juga menyiapkan keperluan Anda sendiri. Kekacauan sangat mungkin terjadi saat ibu kebingungan dengan banyaknya hal yang harus dilakukan di pagi hari.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Untuk menghindari kekacauan di pagi hari, malam sebelumnya siapkanlah keperluan anak sekolah, seperti baju seragam dan buku-bukunya. Juga keperluan suami dan Anda sendiri, baju yang akan dipakai untuk kerja esok hari juga dokumen penting, sehingga tidak akan tertinggal di rumah.

Rencanakan menu sarapan di malam hari, dan siapkan bahan agar mudah diambil. Anda juga bisa merencanakan jadwal seluruh anggota keluarga, siapa yang akan bertugas menjemput dan siapa yang akan belanja keperluan rumah tangga hari itu.

Dengan begini, Anda bisa melewati pagi tanpa perlu terburu-buru hingga melupakan sesuatu.

4. Buat kalender kegiatan keluarga

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kalender keluarga bisa Anda buat sebagai pengingat jika ada acara penting yang harus dihadiri keluarga. Juga hal-hal penting lain seperti jatuh tempo bayar tagihan listrik, acara ulang tahun anggota keluarga, kegiatan pentas anak-anak, dan lain sebagainya.

Setiap akhir pekan, tinjau kembali kalender keluarga Anda untuk menambah atau mengurangi jenis kegiatan yang telah Anda lakukan bersama keluarga. Kalender kegiatan ini akan membuat Anda tidak melupakan peristiwa penting meski disibukkan dengan pekerjaan dan mengurus keluarga.

5. Diskusi dengan atasan

Berdiskusi dengan atasan sangat penting dilakukan jika Anda ingin mengambil cuti untuk liburan keluarga, atau saat anak Anda sakit. Anda juga bisa menanyakan berapa banyak cuti yang bisa Anda ambil dalam setahun, dan apakah Anda dibayar saat mengambil cuti tersebut.

Tentunya, sebelum Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kenali lebih dulu karakter dan watak atasan Anda, agar tidak salah bicara. Memahami aturan dan kebijakan tempat Anda bekerja juga bisa menguntungkan, saat Anda mencoba bernegosiasi dengan atasan masalah cuti ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

6. Tetap terhubung sepanjang hari

 

Sesibuk apapun Anda di tempat kerja, berusahalah agar tetap berkomunikasi dengan anak-anak di siang hari. Anda bisa menelepon mereka saat jam istirahat, mendengarkan suara anak saat bekerja bisa menenangkan Anda, juga membuat mereka merasa lebih dekat dengan ibunya.

7. Batasi gangguan dan hindari membuang waktu berharga

Berusahalah untuk disiplin dalam membatasi keinginan memeriksa ponsel saat Anda sedang bersama anak-anak, fokuslah pada mereka. Kurangi menonton televisi agar Anda bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama suami dan anak-anak.

Saat di tempat kerja, kurangi membuang waktu dengan bergosip atau membuka media sosial terlalu sering. Konsentrasilah pada pekerjaan Anda agar bisa lebih produktif, mengobrol dengan rekan kerja bisa dilakukan saat jam istirahat.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

8. Buat waktu istimewa bersama keluarga

Melakukan kegiatan rutin bersama keluarga bisa menguatkan ikatan kalian. Buatlah agenda untuk menghabiskan waktu bersama, baik di akhir pekan maupun di hari-hari sibuk kerja. Saat bersama anak-anak, fokuslah pada apa yang mereka lakukan dan ceritakan.

Hindari memeriksa ponsel setiap saat, jangan sampai waktu berkualitas keluarga Anda hanya dihabiskan untuk melihat gawai masing-masing.

9. Menghabiskan waktu bersama suami

Sibuk mengurus keluarga dan bekerja seringkali membuat suami merasa terabaikan. Hindari hal ini dengan mengatur kencan istimewa berdua saja, atau menyediakan waktu tertentu dimana Anda hanya fokus pada suami, tanpa direpotkan oleh urusan anak-anak maupun pekerjaan.

10. Buatlah ‘me time’ untuk diri Anda

Dengan mengatur waktu secara bijak dan efisien, Anda juga bisa menyelipkan satu waktu luang untuk Anda memanjakan diri sendiri. Melakukan hal-hal yang Anda sukai adalah cara untuk mengisi ulang energi, agar Anda tetap fit dan semangat dalam menjalani peran Anda sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga.

 

Baca juga:

Dilema Ibu yang Bekerja

Penulis

Fitriyani