Serba-Serbi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Cek Di Sini!

Intip informasi lengkap mengenai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang memiliki keindahan dan kekayaan flora dan faunanya ini.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Wisata ke taman nasional? Kenapa Tidak? Ya, Taman Nasional sendiri merupakan tempat yang sangat dilindungi sebab di sini merupakan suatu kawasan pelestarian alam yang memiliki flora dan fauna khas Indonesia dan keberadaannya terancam punah. Di Indonesia, salah satu taman nasional yang perlu Parents kunjungi yaitu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. 

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung atau biasa juga disebut TN Babul ini terletak di Kabupaten Maros dan Pangkep yang tak jauh dari ibu kota provinsi, Makassar, Sulawesi Selatan. Luas lahan yang dimiliki kurang lebih 43.750 hektar dan menyimpan keanekaragaman hayati yang melimpah.

Ada dua hal yang menjadi ikon utama dari taman nasional ini, yaitu kupu-kupu dan kondisi alam berupa pegunungan karst, bebatuan, dan puluhan gua. Semua pesona alam inilah yang menjadi daya tarik TN Babul sehingga juga menjadi destinasi wisata yang menarik. 

Penasaran dengan informasi seputar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini? Dirangkum dari beberapa sumber, simak ulasan selengkapnya di artikel berikut ini, yuk!

Serba-Serbi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Sejarah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Sejarah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Bantimurung Bulusaraung National Park) dimulai ketika Alfred Russel Wallace melakukan ekspedisi pada tahun 1857. Beberapa tahun setelahnya, ia mempublikasikan The Malay Archipelago yang mengundang berbagai penelitian lanjutan.

Kawasan ini telah ditunjuk sebagai wilayah konservasi sejak era 70-an hingga 80-an. Tahun 1989 Kanwil Dephut Sulawesi Selatan mengusulkannya sebagai Taman Nasional Hasanuddin. Penamaan Taman Nasional Hasanuddin erat kaitannya dengan tokoh pahlawan nasional asal Sulawesi Selatan, yakni Sultan Hasanuddin. 

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Namun, lambat laun tahun 2004 taman nasional ini secara resmi dinamakan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung karena taman nasional ini berada pada dua kawasan gugusan pegunungan karst, yakni gugusan pegunungan karst Bantimurung di Kabupaten Maros dan gugusan pegunungan karst Bulusaraung di Kabupaten Pangkep.

Akhirnya, pada tahun 2004 Menteri Kehutanan mengeluarkan SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang perubahan fungsi kawasan hutan pada Kelompok Hutan Bantimurung-Bulusaraung seluas 43.750 hektar.

Dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly

TN Babul mendapat julukan sebagai The Kingdom of Butterfly (Kerajaan Kupu-kupu) serta The Spectacular Tower Karst (Menara Karst Spektakuler). Itu karena hingga akhir tahun 2016 telah teridentifikasi 240 jenis Papilionoidea (kupu-kupu ekor layang-layang) berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jenis-jenis Papilionoidea yang ada di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terklasifikasi dalam 5 famili yaitu 111 jenis Nymphalidae, 25 jenis Papilionidae, 28 jenis Pieridae, 74 jenis Lycanidae dan 2 jenis Riodinidae. Kekayaan jenis kupu-kupu inilah yang menjadi salah satu alasan penetapan kawasan Bantimurung-Bulusaraung sebagai taman nasional.

Di dalam Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terdapat kawasan karst (±22.800 ha) yang memiliki tipe menara karst (tower karst) yang diklaim sebagai yang terbesar dan terindah kedua di dunia setelah kawasan karst di China Selatan seluas ±46.200 ha. Dari laporan 2016 Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung mencatat 257 gua sudah ditemukan, terdiri dari 216 gua alam dan 41 gua prasejarah. 

Bahkan gua terdalam dan terpanjang di Indonesia ada di kawasan ini yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) pada tahun 2015, yaitu Leang Pute sedalam 263 meter di bawah permukaan tanah, serta gua Salukang Kallang dengan panjang 12.263 meter.

Artikel terkait: Pesona Pulau Bunaken, Tempat Tinggal Biota Laut Unik dan Putri Duyung

Objek Wisata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Beragam jenis kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam kawasan TN Babul. Berikut tujuh di antara objek wisata unggulannya, yang dirangkum dari buletin Paket Wisata TN Bantimurung Bulusaraung, terbitan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tahun 2013.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

1. Kawasan Wisata Bantimurung

Lokasi ini terletak di kelurahan Kalabbirang, kecamatan Bantimurung, kabupaten Maros. Menyodorkan beragam atraksi wisata menarik, seperti air terjun yang mengalir deras, aliran sungai dengan tepian berbatu diapit tebing terjal, danau, serta hawa sejuk yang menenangkan.

Di wilayah ini terdapat juga lokasi penangkaran Taman Kupu-kupu yang sekaligus jadi wahana pendidikan konservasi bagi masyarakat umum. Hulu sungai di Kawasan Wisata Bantimurung berhulu di danau Kassi Kebo yang dikelilingi tebing terjal. Di dekat danau terdapat gua batu yang menyajikan juntaian stalaktit dan tonjolan stalagmit serta keindahan ornamen gua lainnya.

2. Kawasan Prasejarah Leang-Leang

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga memiliki destinasi wisata bersejarah. Destinasi tersebut dikenal sebagai Leang-Leang yang menyimpan sejarah dan budaya peradaban manusia purba.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Beberapa peninggalan bersejarah yang dapat ditemukan di kawasan Leang-Leang ini adalah terdapat lukisan telapak tangan manusia dan babi rusa yang terpampang di dinding-dinding gua serta berbagai artefak di daerah ini.

Kawasan prasejarah ini juga menawarkan pemandangan menawan. Gugusan tebing batu dengan bentuk khas menjulang, membentuk panorama khas dinding karst. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari Taman Wisata Bantimurung.

3. Kawasan Wisata Pattunuang

Masih di kabupaten Maros tepatnya desa Samangki, kecamatan Simbang, terdapat destinasi wisata yang sangat menarik terutama bagi pengunjung dengan jiwa petualang. Di kawasan Pattunuang terdapat banyak aktivitas menantang yang dapat dilakukan.

Di antara aktivitas tersebut adalah panjat tebing di dinding kapur yang terjal, menyusuri gua vertikal dan horizontal, menyusuri sungai berbatu, menjelajahi hutan, serta mendaki perbukitan karst yang menjulang. Tidak hanya itu pengunjung juga dapat menikmati sensasi berkemah di alam bebas.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Selain menyuguhkan panorama alam, Pattunuang juga kaya akan flora dan fauna seperti primata endemik Tarsius fuscus, berbagai jenis burung, dan soa-soa. Hal menarik lain dari kawasan ini adalah legenda Biseang Labboro atau perahu terbalik yang telah menjadi batu di tepi sungai Pattunuang.

Artikel terkait: 10 Taman Nasional Paling Angker di Dunia, Di Antaranya Ada di Indonesia

4. Kawasan Gua Vertikal Leang Puteh

Destinasi wisata berikutnya ini merupakan lokasi petualang paling menantang di TN Bantimurung Bulusaraung. Gua vertikal menganga lebar dan dalam akan memacu adrenalin petualang. Dengan lebar 50-80 meter dan kedalaman sekitar 273 meter, Leang Puteh merupakan gua dengan kategori single pitch terdalam di Indonesia.

Pada bagian dasar, gua ini menyambung dengan Gua Dinosaurus yang terletak tak jauh dari mulut Gua Leang Puteh. Untuk menyusuri lokasi ini, butuh keterampilan dan keahlian khusus dan peralatan standar.

5. Kawasan Pengamatan Satwa Karaenta

Kawasan Pengamatan Satwa Karaenta merupakan kawasan hutan lindung yang menyimpan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang hidup didalamnya. Tempat yang berada di Desa Samangki, Kec Simbang, kab Maros ini terkenal memiliki kekayaan jenis flora dan fauna serta keunikan landscape karst-nya. sehingga membuat kawasan ini sebagai tujuan utama penelitian.

Di Karaenta terdapat kelompok primata Macaca Maura. Dengan keahlian khusus petugas, kelompok kera hitam itu dapat berkumpul dan menjadi atraksi satwa di habitat alaminya. Terdapat pula gugusan Eboni, atau kayu hitam yang merupakan jenis kayu langka dan bernilai tinggi.

6. Kawasan Wisata Pegunungan Bulusaraung

Berikutnya adalah kawasan wisata pegunungan Bulusaraung berada di desa Tompobulu, kecamatan Balocci,  kabupaten Pangkep. Destinasi ini mampu memberi terapi pikiran, karena kondisinya yang masih sangat asri dan terawat. Pengunjung juga dapat menginap di rumah warga setempat yang dijadikan sebagai homestay.

Selain itu, penduduk di kawasan ini kerap melakukan berbagai kebiasaan dan upacara tradisional. Jika ingin lebih menguji nyali, pengunjung dapat mendaki puncak gunung Bulusaraung dengan jalur sepanjang 2 kilometer. Di sepanjang perjalanan dapat dijumpai satwa seperti musang, kupu-kupu, tarsius, dan burung.

7. Kawasan Permandian Alam Leang Lonrong

Daya tarik utama objek wisata di Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep adalah aliran air sungai yang mengalir dari gua Leang Lonrong. Gua ini berada di bawah tebing karst, dengan sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Selain cocok jadi lokasi permandian, kekayaan flora dan fauna di sekitarnya juga cukup menarik dinikmati. Jelang senja, biasanya sejumlah tarsius berkeliaran di celah bebatuan karst.

Artikel terkait: Intip Keindahan Tanjung Bira di Sulawesi Selatan yang Bikin Liburan Tak Terlupakan

Rute, Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

1. Rute Menuju Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Akses jalan menuju TN Babul bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum yang disebut dengan pete-pete.

Adapun rute jika menggunakan pete-pete sebagai berikut:

  • Dari Makassar, rute pertama meuju Terminal Daya.
  • Selanjutnya, menuju Pangkaljene, turun di Maros.
  • Lanjutkan kembali naik pete-pete menuju Bantimurung

Para pengunjung tidak perlu khawatir tersesat, karena lokasi TN Babul berada di samping jalan utama. Akses jalan menuju TN Babul juga sudah bagus.

2. Harga Tiket Masuk 

  • Tiket masuk gerbang pertama TN Babul Rp. 5.000 per mobil.
  • Tiket masuk Air Terjun Bantimurung Rp. 30.000.

3. Jam Buka 

  • Biasanya TN Babul buka dari pukul 08.00 – 17.00.
  • TN Babul buka setiap hari.

Namun, saat pandemi kondisi tempat wisata yang ada di Indonesia menjadi terdampak. Biasanya terjadi pembatasan jam kunjungan, bahkan penutupan sementara tergantung status zona masing-masing daerah.

***

Demikian informasi lengkap mengenai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang memiliki keindahan dan kekayaan flora dan faunanya. Semoga Parents bisa disegerakan untuk berwisata ke The Kingdom of Butterfly ini, ya.

Baca juga:

https://id.theasianparent.com/wisata-di-wakatobi

https://id.theasianparent.com/wisata-kampar

https://id.theasianparent.com/tempat-wisata-ramah-lingkungan