Jangan pakaikan bantal pada bayi! Ini 6 alasan yang Parents pasti tak mau terjadi

Apakah Bunda masih sering membiarkan si kecil tidur dengan bantal? Hati-hati ya, Bun. Waspadai risiko bahaya bantal bagi bayi berikut ini.

Bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun seharusnya dibiarkan tidur di kasur datar, tanpa bantal. Risiko bahaya bantal bagi bayi tidak saja bisa membuat bayi sakit, bahkan bisa menyebabkan kematian. Tentu Parents tidak mau hal ini terjadi pada buah hati, kan?

The U.S Consumer Product Safety Commision memberi rekomendasi agar bayi dibiarkan tidur tanpa bantal hingga berusia 12 bulan. Tingginya angka kematian bayi akibat SIDS (sindrom kematian mendadak) di Amerika Serikat, membuat sebagian besar dokter memberi anjuran agar anak di bawah usia 2 tahun tidak memakai bantal saat tidur.

Artikel terkait: Waspadai kematian mendadak pada bayi (SIDS)

Bahaya bantal bagi bayi yang harus diwaspadai orangtuabahaya bantal bagi bayi

Berikut adalah 5 bahaya bantal bagi bayi yang harus Anda waspadai.

1. Kepala peyang pada bayi

Kepala peyang pada bayi, atau sindrom kepala datar pada satu sisi, dapat terjadi karena tekanan yang konstan pada satu sisi saat bayi menggunakan bantal. Keadaan ini bisa diperparah jika kepala bayi tidak berganti posisi, miring ke kanan atau ke kiri, dalam kurun waktu tertentu.

Untuk mengatasi kepala peyang pada bayi, baca artikel ini: Sindrom Kepala Rata (Peyang) pada Bayi dan Cara Menanganinya.

2. Bantal bisa membuat bayi mengalami sesak napas

Contohnya, saat bayi berguling ke samping dan bantalnya terlalu empuk, sehingga wajah bayi terbenam di bantal, menghambat hidungnya untuk menghirup udara. Sedangkan leher bayi belum kuat untuk mengangkat wajahnya menjauh dari bantal.

3. Risiko bayi tersedak

Apabila bantal robek dan isinya keluar, bisa membuat bayi menelannya tanpa sengaja, atau malah masuk ke hidung bayi dan membuatnya tersedak.

4. Bayi terguling ke bawah bantal

Bayi bisa terguling ke bawah bantal, dan tidak bisa balik badan hingga kehabisan napas. Leher bayi baru lahir belum cukup kuat untuk mengangkat sendiri, ataupun membalikkan badan. Hingga sekali dia sudah terguling ke bawah bantal, sulit baginya untuk keluar dari perangkap bantal tersebut.

Alasan inilah yang sering menjadi penyebab terjadi kematian mendadak pada bayi (SIDS) saat tidur dengan bantal.

bahaya bantal bagi bayi

5. Risiko alergi

Bantal dan sarung bantal bisa menjadi sarang tungau atau kutu kasur, bahkan tempat berkumpulnya debu hingga membuat bayi mengalami alergi. Sedangkan tubuh dan kulit bayi masih sangat sensitif.

6. Bayi kesulitan bergerak dan berisiko tersedak

Jika bayi tidur dengan bantal berbentuk U diletakkan di kepalanya, atau sekitar tubuhnya dikeliling bantal, dari kepala dan kedua samping tubuhnya. Dia akan kesulitan bergerak, memutar kepala ataupun membalikannya badan.

Apalagi jika dia mengalami gumoh atau muntah, dia tidak bisa memalingkan wajah sehingga berisiko tersedak oleh muntahannya sendiri.

Tips menghindari bahaya bantal bagi bayi

bahaya bantal bagi bayi 1

  • Bayi harus ditidurkan dalam posisi telentang
  • Kasur atau selimut tempat bayi tidur jangan terlalu empuk, bayi harus ditidurkan di permukaan rata yang tidak cekung saat terkena beban berat bayi.
  • Jauhkan semua bantal dari dekat tubuh bayi ketika tidak ada yang mengawasi, atau di malam hari.
  • Bantal hanya boleh digunakan oleh bayi ketika siang hari atau saat ada orang dewasa yang menjaga dan mengawasinya.
  • Jika bayi tidur di atas bantal, ambil bantalnya perlahan dan tidurkan bayi di permukaan datar atau boks bayi.
  • Pilih bantal yang memiliki risiko alergi paling rendah untuk bayi.
  • Jangan memakai bantal dengan hiasan rumbai, manik-manik, kancing atau hiasan lain yang berisiko terlepas dan tertelan oleh bayi.
  • Periksa bantal secara berkala, bila ada bagian yang robek segera ganti bantal tersebut.
  • Gunakan bahan dari kain katun yang lembut dan tidak membuat bayi teriritasi.
  • Jemur bantal dan cuci sarung bantalnya dengan rutin. Agar tidak menjadi sarang kuman, debu, keringat dan sisa susu bayi.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber referensi: Alodokter,

Baca juga:

id.theasianparent.com/8-kesalahan-pola-tidur-bayi