TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Suami membela Istri di depan Mertua saat dikritik soal Rumah yang tidak rapih

Bacaan 3 menit
Suami membela Istri di depan Mertua saat dikritik soal Rumah yang tidak rapih

Status Clint Edwards menjadi viral ketika ia menceritakan kisahnya sebagai suami membela istri saat dikritik oleh mertua, soal rumah yang tidak kelihatan rapih.

Orangtua seringkali ikut campur dalam masalah rumah tangga anaknya, entah memberi nasihat saran, hingga intervensi dalam berbagai hal. Sayangnya, jarang sekali ada suami membela istri di depan orangtua maupun mertua.

Lain halnya dengan Clint Edwards, ketika Mel sang istri dikritik oleh ibunya. Dengan sigap dia menjelma menjadi sosok suami membela istri.

Percakapan ini ia bagikan di media sosial, dan segera saja statusnya menjadi viral.

Suami membela istri di depan ibunya sendiri

Dalam status bertanggal 21 Agustus itu, ia menulis:

Beberapa minggu lalu, aku bicara dengan ibuku lewat telepon. Dia mengatakan, “Apakah kamu tidak terganggu karena Mel tidak bisa menjaga rumah tetap rapi dan bersih?” Saat itu hari Sabtu, aku sedang mencuci piring. Dan aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Ibuku mengucapkan hal tersebut tidak secara negatif, hanya penuh rasa ingin tahu dan penasaran saja. Ibuku menyadari bahwa rumah kami tidak rapi. Tetapi tugas membersihkannya bukan hanya kewajiban Mel saja.  Aku melihat pernikahanku sebagai sebuah partnership, jadi membersihkan rumah juga adalah kewajibanku. Kuakui, seringkali ada mainan berserakan, piring kotor di westafel, atau prakarya yang belum selesai di meja. Aku juga mengakui, rumahku tidak serapi dan sebersih rumah ibu. Tapi hal ini tidak mengangguku. Sebenarnya, aku malah tidak memikirkannya sama sekali. Aku tidak tahu bagaimana merespon pertanyaan ibuku. Aku tidak pernah tahu apa yang harus dikatakan pada saat-saat seperti ini. Setelah berpikir keras, aku tahu persepsi ibuku tentang rumah kami merupakan refleksi dari jaman dimana ia tumbuh dewasa. Dia adalah bagian dari generasi Baby Boom. Aku tidak terlalu dekat dengan ayahku, tapi aku ingat saat dia memberi nasihat tentang mencari istri: “Datanglah ke rumahnya secara mendadak. Lihat bagaimana pemandangan di sana. Kau bisa mengetahui banyak hal dari wanita dengan melihat bagaimana dia merawat rumahnya.” Kupikir, apa yang menjadi perhatian ibuku tentang rumah yang rapi, bersumber dari usahanya memenuhi espektasi masyarakat di masa ketika ia masih muda.  Akan tetapi, tidak seperti ayahku, aku sama sekali tidak berpikir tentang rumah yang rapi saat menikahi istriku.  Aku berpikir tentang bagaimana aku menyukai apapun yang ia katakan, bagaimana dia membuatku merasa nyaman. Aku berpikir tentang murah senyumnya, aku menyukainya.  Aku berpikir tentang manisnya dia, dan penuh perhatian. Dan bagaimana dia tampak seperti seorang ibu yang kuinginkan untuk anak-anakku. Setelah beberapa saat mencari kalimat yang tepat, akhirnya aku berkata, “Aku tidak masuk ke dalam pernikahan ini untuk sebuah rumah yang rapi. Tetapi karena Mel adalah seseorang yang ingin kuhabiskan sisa hidupku bersamanya.” Sepi.  Aku meletakkan piring kotor di tempat cuci, akhirnya ibuku berkata, “Yah…mungkin itu jauh lebih penting daripada sebuah rumah yang rapi.” “Iya, aku juga berpikir begitu,” kataku.

suami membela istri

Suami membela istri saat dikritik soal rumah yang tidak rapih.

Manis banget ya Bun, cara suami ini membela istrinya. Kalau suami Bunda bagaimana? Apakah dia juga membela Bunda saat dikritik?

 

Baca juga:

Pengakuan Seorang Suami: “Jangan Salahkan Istri atas Rumah yang Selalu Tampak Berantakan…”

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Suami membela Istri di depan Mertua saat dikritik soal Rumah yang tidak rapih
Bagikan:
  • 20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

    20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

  • 25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

    25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

    20 Panggilan Sayang Bahasa Arab Romantis untuk Orang Tercinta

  • 25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

    25 Lagu Dangdut untuk Acara Pernikahan, Dari Syahdu hingga Ceria

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti