Pentingkah Stimulasi Sensorik, Motorik dan Kreativitas Sejak Dini? Simak Penjelasan Psikolog Anak Ini!

Pentingkah Stimulasi Sensorik, Motorik dan Kreativitas Sejak Dini? Simak Penjelasan Psikolog Anak Ini!

Seberapa pentingkah kecerdasan sensorik, motorik dan daya kreativitas pada anak? Simak penjelasan psikolog anak berikut ini!

Parents pasti ingin dong jika anak memiliki kecerdasan motorik, sensorik, dan daya kreativitas yang maksimal. Stimulasi sensorik anak, motorik dan kreativitas yang tepat sejak dini dipercaya dapat mengoptimalkan perkembangan kecerdasannya. Yuk, simak pendapat Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi, psikolog anak dan keluarga dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia lewat interview singkat bersama theAsianparent dan Kodomo Challenge.

“Seluruh aspek perkembangan anak tentu saja perlu distimulasi, baik secara motorik, sensorik maupun daya kreativitasnya. Stimulasi ini perlu diberikan sesuai tahapan usia sehingga kemampuan yang semestinya berkembang di usia tertentu dapat berkembang optimal dan mendukung perkembangan kemampuan di tahapan usia selanjutnya,” ujar Psikolog Vera.

Apa sih yang dimaksud dengan stimulasi sensorik anak, motorik dan kreativitas?

Menurut Psikolog Vera, kecerdasan motorik bisa diartikan sebagai kemampuan gerak di mana anak mudah bergerak, mudah mengkoordinasikan otot dan anggota tubuhnya dalam aktivitasnya sehari-hari sehingga perkembangan motoriknya sesuai dengan tahapan usianya.

“Anak dengan kecerdasan motorik yang di atas rata-rata biasanya gemar melakukan aktivitas olahraga atau aktivitas seni gerak seperti menari, pantomim, atau kegiatan aktif lainnya. Tak jarang anak juga akan memiliki prestasi di bidang tersebut,” tegasnya.

Psikolog Vera juga memaparkan bahwa kecerdasan sensorik merupakan kecerdasan yang menggunakan panca indera untuk mengenali dan memproses stimulasi yang ada di sekitarnya. Anak dengan kecerdasan sensorik yang baik dapat memberikan respon yang tepat dan terfokus pada stimulasi yang datang.

Sementara anak yang memiliki daya kreativitas tinggi bisa diartikan sebagai anak yang memiliki kemampuan untuk menuturkan suatu ide yang tidak biasa, orisinil dan baru.

Lalu kapan waktu yang tepat memberikan stimulasi motorik, sensorik dan kreativitas kepada anak?

“Stimulasi ini tentu saja perlu dilatih dan diberikan sejak dini. Khusus kecerdasan sensorik, Anda sudah bisa menstimulasikan kepada anak sejak dalam kandungan. Salah satunya dengan memperdengarkan suara musik sebagai stimulasi dasar,” jelas Vera.

Alasan mengapa Parents perlu terus memberikan stimulasi sensorik anak anak, berikut dengan motorik juga kreativitas

“Stimulasi pada intinya harus variatif dan diberikan sesuai dengan kematangan usia anak. Misalnya, pada anak usia 6 bulan belum waktunya diberikan mainan yang bisa didoring sambil berdiri yang berfungsi untuk latihan jalan karena memang pada saat itu otot anak geraknya belum matang,” tambahnya.

Hal yang bisa dilakukan Parents untuk memberikan stimulasi motorik, sensorik dan kreativitas pada anak

Dalam hal ini, psikolog lulusan Universitas Indonesia ini mengungkapkan, pada dasarnya setiap anak butuh melakukan aktivitas fisik secara rutin. Idealnya tiga kali dalam sehari, dengan alokasi waktu 10-15 menit di tiap kesempatannya. Aktivitas fisik ini juga sebaiknya dibedakan dengan aktivitas bermain bebas karena memang difokuskan agar anak melakukan gerakan-gerakan tertentu.

Kalau bermain, anak lebih bebas memilih aktivitasnya. Jadi tidak mesti bergerak aktif. Aktivitas apa saja bisa dilakukan yang penting dapat membuat anak bergerak aktif. Misalnya, lempar-tangkap bola, tendang bola, bermain sepeda, berenang atau bermain air, kejar-kejaran, melompat di trampolin, memanjat bantal, naik-turun tangga atau jalan pagi dan sore.

Mengapa Parents perlu terus memberikan stimulasi motorik halus dan kasar pada anak?

Parents perlu memberikan stimulasi agar kemampuan motorik dapat berkembang sesuai dengan usianya. Kemampuan motorik juga dapat berpengaruh pada aspek perkembangan lainnya, misalnya anak yang kurang leluasa bergerak akan tertinggal dari temannya ketika bermain sehingga anak dapat merasa kurang percaya diri karena hal ini.

Sementara, untuk merangsang daya kreativitas anak, sederhana saja yaitu dengan mengajaknya bermain bersama.

Ide permainan yang menyenangkan sekaligus merangsang kreativitas:

“Sebenarnya ada banyak sekali aktivitas menyenangkan yang bisa dijadikan media pembelajaran orangtua dengan anak di rumah untuk merangsang kreativitas anak.”

Beberapa contoh aktivitas yang dapat Parents lakukan bersama Si Kecil di rumah:

  • Bermain boneka

Biasanya si kecil cenderung lebih tertarik bermain dengan ditemani oleh seorang teman. Di Kodomo Challenge terdapat karakter Shimajiro sebagai learning buddy. Banyak materi pembelajaran dengan melibatkan Shimajiro sehingga Si Kecil mudah termotivasi untuk ikut bermain dan belajar.

  • Membuat bentuk dari kertas

Si Kecil suka merobek kertas asal-asalan? Daripada menjadi sampah, lebih baik arahkan ia untuk menjadi kreatif dengan membentuknya menjadi perahu, bintang dan banyak lagi bentuk lainnya.

  • Menyambung cerita

Ceritakan sebuah cerita kepada Si Kecil, lalu berhenti dan biarkan ia melanjutkan kisah dengan versinya sendiri.

  • Tebak siapa aku

Dalam permainan ini, secara bergantian anak diminta untuk memperagakan dan menebak sebuah benda, binatang atau profesi tertentu.

Permainan di atas sangat mudah dilakukan di rumah dengan program dari Kodomo Challenge.

Program edukasi ini ditujukan untuk Si Kecil bermain sambil belajar. Materi yang ada pada buku dan DVD saling berkaitan dengan mainan edukasinya. Sehingga Si Kecil akan lebih mudah mengerti apa yang ia mainkan dan pelajari. Kodomo Challenge pun juga dikemas dan disesuaikan dengan kriteria usia Si Kecil.

Jadi ketika anak Anda berusia 1-2 tahun, aktivitas bermainnya akan dirancang berbeda dengan anak berusia 2-3 tahun. Begitu pula dengan usia 2-3 tahun, akan berbeda dengan usia 3-5 tahun, namun tetap saling berkaitan.

Selain itu, Psikolog Vera memaparkan ada ragam aktivitas lain yang bisa dilakukan Parents dan Si Kecil di rumah, berikut contohnya:

  • Bermain bebas di luar rumah – Seperti main lempar bola, lompat tali, bermain pasir/air, dan berbagai kegiatan di ruang terbuka.
  • Bermain dengan cat, pasir, air dan playdough – dengan media-media ini Si Kecil dapat membentuk apapun sesuka hati mereka sesuai dengan imajinasinya masing-masing.
  • Tebak suara – Minta Si Kecil menutup matanya lalu menebak suara apa yang didengarnya. Alternatif lainnya, Anda juga bisa meminta anak untuk meraba sebuah benda sambil menutup mata dan menebaknya. Permainan ini akan sangat bermanfaat untuk mengasah sensitivitas indera anak yang menunjang perkembangan daya kreativitasnya.

5 Jenis pertanyaan yang bisa merangsang kreativitas anak

  1. Pertanyaan terbuka seperti: Bagaimana teman-temanmu di sekolah? Atau kira-kira apa sih yang sedang dilakukan orang-orang di dalam gambar ini?
  2. Pertanyaan tentang perubahan seperti: Bagaimana kalau suara musiknya kita besarkan? Bagaimana nanti jika badanmu bertambah besar?
  3. Pertanyaan yang memiliki banyak jawaban seperti: Apa gunanya air? Apa saja yang hidup di dalam air?
  4. Pertanyaan berandai-andai seperti: Bagaimana seandainya jika tidak ada air di bumi ini? Apa jadinya kalau semua orang memakai baju berwarna merah?
  5. Pertanyaan tentang fungsi benda seperti: Apa sih fungsinya sendok itu?

Mainan atau kegiatan yang tepat dapat membantu kemampuan motorik, sensorik dan kreativitas anak seperti yang ada pada program Kodomo Challenge.

stimulasi motorik anak

Tak hanya bermain dan menciptakan bonding time, Parents juga membantu Si Kecil menstimulasi kecerdasan motorik, sensorik dan kreativitasnya yang berguna untuk membangun keterampilan-keterampilan dasar seperti kepercayaan diri, kemandirian, rasa ingin tahu, motivasi dan kebiasaan hidup yang baik – yang kelak akan bermanfaat bagi kehidupan Si Kecil di masa depan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja program Kodomo Challenge, dan program mana yang sesuai untuk Si Kecil, Parents bisa langsung mengakses situs https://shimajiro.id/kodomochallenge

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner