Psikolog Ungkap 6 Karakteristik Anak Tunggal, Salah Satunya Perfeksionis!

Simak 6 sifat anak tunggal dari pola asuh orangtua yang jarang Parents ketahui berikut ini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Berbicara mengenai sifat anak tunggal, sebagian Parents mungkin akan berpikir kalau mereka tumbuh menjadi sosok yang manja dan kesepian. Padahal, sebenarnya tidak demikian.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan anak tunggal juga memiliki karakter unik yang membedakan ia dengan anak lain yang memiliki saudara.

Artikel terkait: Penelitian: 5 karakter anak sulung yang menjadikannya panutan sang adik

6 Sifat Anak Tunggal dari Pola Asuh Orangtua yang Jarang Diketahui

Seorang anak tunggal biasanya mendapatkan pola pengasuhan yang diberikan secara maksimal oleh kedua orangtuanya. Maklum saja, anak tunggal merupakan satu-satunya harapan dan kesempatan orangtua dalam menjalankan perannya.

Hal tersebut juga selaras dengan penjelasan Psikolog sekaligus penulis buku The Future of Your Only Child bernama Carl Pickhardt. Ia memaparkan, anak tunggal bisa sangat bergantung pada orangtua karena ia satu-satunya anak yang menerima banyak perhatian dan kasih sayang.

Perhatian dan kasih sayang yang tidak terbatas tersebut ini pada akhirnya bisa membatu membentuk karakter anak tunggal yang positif. Meski demikian, tentunya tidak menutup kemungkinan akan ada pula sifat negatif yang timbul akibat perhatian penuh tersebut.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Berbeda dengan stereotip yang ada di masyarakat luas, berikut beberapa sifat atau karakteristik yang biasanya dimiliki oleh anak tunggal yang terbentuk dari pola asuh yang didapatkan:

1. Perfeksionis dan Mudah Tertekan

Memiliki perhatian penuh dari orangtua, bahkan seluruh keluarga, merupakan sebuah keuntungan yang dimiliki oleh anak tunggal. Namun, dengan segala perhatian yang didapatkan, anak tunggal juga jadi merasa memiliki tanggung jawab lebih tinggi dari anak lain yang memiliki saudara.

Pasalnya, ia merupakan satu-satunya anak yang bisa diandalkan untuk membahagiakan orangtua. Rasa tanggung jawab tersebut pada akhirnya menjadikan ia sosok yang perfeksionis dan mudah tertekan.

“Karena merasa ada tanggung jawab yang lebih, ia jadi bisa sangat mudah tertekan. Anak tunggal juga tidak akan segan mengkritisi diri sendiri secara tegas apabila ia tidak melakukan suatu hal sesuai dengan harapannya,” ungkap Carl seperti yang dikutip dari laman Vice.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Sensitif

Karena terbiasa dengan perhatian orangtua dan segala fasilitas yang diberikan kepadanya, maka anak tunggal juga terkadang sulit menghadapi lingkungan luar.

Kesulitan ini membuatnya menjadi sosok yang lebih sensitif. Ia cenderung mudah tersinggung, mudah merasa khawatir, serta mudah berempati pada orang lain.

Artikel terkait: Tidak selalu manja, ini 9 sifat positif si anak bungsu yang jarang diketahui

3. Bisa mengendalikan emosi dengan baik

Meski sensitif, tetapi anak tunggal juga bisa mengendalikan emosi dengan baik. Faktanya, anak tunggal cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan orangtua.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Nah, hal tersebut menjadikan anak tunggal hanya memiliki sedikit pilihan untuk bertukar pikiran atau pun bercerita mengenai permasalahan yang ia hadapi. Ia akhirnya lebih sering untuk memikirkan solusi dari permasalahan yang ada seorang diri.

Oleh karena itu, anak tunggal jadi bisa mengendalikan emosi dengan baik serta memiliki cara penyelesaian masalah yang lebih baik. Ia sudah terbiasa mengandalkan dirinya sendiri dan berusaha untuk tidak bergantung pada orang lain. Meski demikian, tidak jarang juga karena hal itu anak tunggal kerap merasa bingung dan akhirnya tertekan.

4. Suka menyendiri tapi mudah kesepian

Karena anak tunggal tidak memiliki saudara, maka ia pun jadi merasa nyaman saat sendirian. Ia sangat menghargai privasi dan cenderung sulit bersikap terbuka dengan orang lain. Meski demikian, ia juga kerap merasa kesepian dan membutuhkan seseorang untuk bertukar pikiran.

5. Pemalu

Selain sulit terbuka dengan orang lain, anak tunggal juga dikenal sebagai sosok pemalu. Pasalnya, ia tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang banyak di lingkup keluarganya.

Tapi itu bukan berarti anak tunggal enggan menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar. Meski pemalu saat berada di lingkungan yang baru namun, ia cenderung akan berusaha lebih terbuka apabila dihampiri terlebih dahulu oleh orang lain.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

5. Bisa sangat percaya diri, tetapi bisa juga menjadi seorang yang sulit mencintai dirinya sendiri

Perlu diingat, tidak semua anak tunggal memiliki sifat yang sama. Perhatian yang diberikan penuh oleh orangtua bisa menjadikan anak tunggal menjadi sosok yang percaya diri.

Namun di sisi lain, rasa perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga kerap kali menjadi beban bagi seorang anak tunggal. Beban tersebut pada akhirnya bisa membuat ia kerap terlalu keras pada dirinya sendiri. Sehingga rasa percaya dirinya bisa menurun dan cenderung sangat sulit untuk mencitai dirinya sendiri.

Artikel terkait: Perbedaan Kebiasaan Ibu Saat Punya Anak Pertama dan Anak Kedua

Faktor lingkungan dan cara pengasuhan juga berpengaruh

Meski karakter tersebut identik dengan anak tunggal, tetapi sifat dan karakteristik dari seorang anak juga biasanya lebih banyak juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Sifat anak tunggal juga tidak bisa disamaratakan. Mengingat pola asuh yang diberikan orangtua mereka pastinya akan berbeda-beda.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Hal tersebut seirama dengan penjelasan Piskolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Perempuan yang sering disapa Nina itu mengungkap, perilaku anak tetaplah dibentuk dari pola asuh orangtua dan lingkungan tempat ia bertumbuh.

“Jadi, nggak semua anak tunggal memiliki sifat yang sama, ya. Tergantung pola asuh orangtua masing-masing dan lingkungan. Makanya, sebagai orangtua, kita perlu mendidik anak secara seimbang. Jangan selalu mengabulkan permintaannya. Ajarkan juga ia tentang perjuangan dan bagaimana rasanya kalah,” tutup Nina.

***

Referensi: Psychology Today, Greatist

Baca juga:

Sering dicap manja dan egois, ini 5 fakta sebenarnya tentang anak tunggal!